
*******
"Aduh bagaimana ini bu? kalau ayah tidak secepatnya bebas dari penjara maka cepat atau lambat media akan tahu segalanya." gerutu Olivia mondar-mandir tidak tenang. Ia memijit ujung kukunya. Sungguh, Olivia kehabisan akal.
"Olivia, ibu juga tidak tahu harus bagaimana lagi. Ini semua terjadi karena ulah ayahmu sendiri dan satu-satunya jalan keluarnya adalah dengan membujuk Katerina."
"Tapi tidak semudah itu untuk membujuk kaka bu. Aku sangat tahu, dia pasti sengaja melakukan ini untuk balas dendam seperti ancamannya waktu itu." tukas Olivia mengingat jelas hari dimana Katerina diusir. Hari itu juga dia sudah bersumpah untuk menghancurkan keluarga Cristopher.
"Iya, kau benar sayang. Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang? ibu benar-benar bingung Olivia." ujar Sera.
"Aku harus menemui Rei dan menjelaskan semuanya padanya. Aku harap dia bisa mengerti akan masalah ini bu. Setidaknya, saat tahu kebenarannya dia tidak akan terkejut."
"Apa kau yakin sayang? kau tahu sendiri bukan, Rei sama sekali tidak menginginkan pertunangan ini. Bisa saja dengan masalah ini dia malah melepas tanggung jawabnya dengan mu." tutur Sera mengkhawatirkan.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi bu! Sampai kapanpun Rei tidak akan bisa lepas dari tanggungjawab nya. Aku punya kunci mati atas dirinya." ucap Olivia tersenyum licik.
"Ya sudah, kau temui lah Rei dan jelaskan padanya. Ibu harap kita dapat menemukan solusi dari semua masalah ini." timpal Sera sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut pusing.
"Iya bu, aku pergi dulu." balas Olivia mencium punggung tangan ibunya lalu melangkah pergi.
Olivia bergegas pergi ke perusahaan Alberto Company untuk menemui calon suaminya.
Sementara Katerina dan Maya masih terlihat berbincang-bincang sambil makan. Mereka menikmati waktu bersama dengan bahagia.
"Maya, aku ingin ke toilet sebentar ya." ucap Katerina beranjak dari duduknya.
"Baiklah, apa kau ingin aku temani?" tawar Maya memakan cemilannya.
"Tidak perlu, aku hanya sebentar oke." tolak Katerina terkekeh.
Katerina melangkahkan kaki jenjangnya memasuki toilet. Setelah selesai membersihkan hiasan makeup diwajahnya Katerina pun berjalan keluar. Namun, tiba-tiba saja ada seorang pria yang menabraknya hingga tubuhnya menjadi oleng dan hampir saja terjatuh. Jika pria itu tidak cepat menarik pinggangnya maka sudah dipastikan pantat Katerina mencium lantai.
Beberapa saat mata mereka saling pandang satu sama lain. Tapi dengan cepat Katerina menyadarkan dirinya dan membenarkan posisinya.
"Ah, maaf nona, saya tidak sengaja." ujar pria itu.
"Iya, tidak apa." balas Katerina tersenyum tipis. Menatap pria yang ada didepannya. Tiba-tiba kedua aslinya bertautan, mereka kenal dengan pria itu. Katerina mencoba mengingat-ingat dan akhirnya ia ingat.
Saat pria itu ingin pergi Katerina tiba-tiba menahannya lengannya. Sontak saja langkahnya pria itu pun terhenti menatap Katerina.
"Tunggu, apa kau, Kenzie?" tanya Katerina lekat.
"Iya benar, kau siapa?" tanyanya bingung.
"Astaga, apa kau tidak ingin siapa aku? Aku Katerina." jawab Katerina mencoba membantu pria itu untuk mengingat dirinya.
__ADS_1
"Oh my good, Kaka." Kenzie akhirnya ingat dengan refleks ia langsung memeluk Katerina.
"Kaka aku sangat merindukanmu, setahun berlalu cepat dan kita tidak pernah bertemu." lirih Kenzie meneteskan air mata kerinduannya.
"Aku juga merindukan mu, Ken." balas Katerina mengusap punggung Kenzie.
"Kaka, mengapa kau tidak pernah datang ke panti asuhan lagi? padahal setiap harinya aku selalu menunggumu untuk datang mengunjungi ku. Aku sempat berpikir kau sudah melupakan aku." tutur Kenzie sambil menyeka air matanya, tidak ingin diejek karena pria menangis.
"Maafkan aku Ken. Aku tidak pernah melupakan mu dan bukannya aku tidak ingin berkunjung, hanya saja ayahku melarang untuk ke sana. Saat itu aku sempat nekat sembunyi-sembunyi untuk datang mengunjungi mu tapi kata ibu panti kau sudah diangkat anak oleh orang lain." ucap Katerina tersenyum getir.
"Iya ka, aku memang sudah mendapatkan keluarga yang sangat menyayangiku. Mereka orang tua yang sangat baik dan pengertian. Sekarang hidupku jauh lebih baik." balas Kenzie tersenyum.
Katerina mengangkat tangannya mengelus rambut Kenzie dengan kasih sayang.
"Aku senang jika kau bahagia, Ken." ungkap Katerina.
Perlu diketahui, Kenzie ini dulunya salah satu anak panti asuhan. Ia bertemu dengan Katerina secara tidak sengaja. Saat itu malam hari, Katerina pulang dari kantor setelah lembur bekerja. Namun, tiba-tiba ditengah jalan dia melihat Kenzie diganggu anak-anak berandalan.
Katerina pun berinisiatif untuk menolong Kenzie dengan cara menyalakan sirine polisi. Mendengar suara itu anak-anak berandalan tadi segera pergi karena takut tertangkap polisi. Setelah itu Katerina cepat-cepat menghampiri Kenzie dan membawanya ke rumahnya.
Ia mengobati luka Kenzie dengan telatennya hingga Kenzie merasa nyaman didekat Katerina. Kenzie ini termasuk anak yang tidak mudah dekat dengan orang lain, tapi anehnya dengan mudahnya dia merasa akrab saat bersama Katerina. Namun, karena Sera dan Olivia yang tidak suka Katerina membawa Kenzie, mereka pun mengusir Kenzie.
Kenzie pun akhirnya dikembalikan ke panti asuhan. Setiap harinya Katerina selalu berkunjung. Namun, pada suatu hari Andi tiba-tiba melarang keras Katerina untuk tidak berteman dengan Kenzie hingga pada akhirnya Katerina tidak bisa mengunjungi Kenzie lagi. Tapi Katerina kekeh dan nekat untuk bertemu. Namun, sayangnya saat itu Kenzie ternyata telah dibawa pergi oleh orang lain. Itulah pertemuan singkatnya dengan Kenzie.
"Maya." panggil Katerina membuat Maya yang sedang menatap ponselnya segera beralih untuk mengangkat wajahnya.
"Kate kau sudah kembali. Ah ya, siapa pria ini?" tanya Maya mengernyit. Menatap Kenzie dari atas hingga bawah. Namun, tetap saja Maya merasa asing, tidak mengenalnya.
"Apa dia selingkuhan mu?" tanya Maya menatap curiga.
Dilihat dari penampilannya Kenzie ini terbilang sangat tampan. Postur tubuhnya juga menyamai Katerina jadi Maya bisa saja berpikir kalau pria itu adalah selingkuhan Katerina. Apalagi wajah Kenzie sudah terlihat lebih dewasa padahal umurnya masih 19 tahun.
"Tidak Maya, dia adikku, namanya Kenzie." jawab Katerina membantah keras.
"Hah? kau punya adik?" Maya tercengang.
"Dia bukan adik kandungku tapi aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri." jawab Katerina membuat Maya manggut-manggut paham.
"Ken, kenalkan dia Maya sahabatku." ujar Katerina memperkenalkan Maya pada Kenzie.
"Hai ka Maya. Aku Kenzie, salam kenal." ucapnya sedikit kaku.
Maya mengulurkan tangannya "Aku Maya salam kenal juga tampan." balas Maya tersenyum.
Kenzie hanya diam tidak membalas uluran tangan Maya karena belum terbiasa. Ia pria yang kaku apalagi jika baru kenal dengan orang lain.
__ADS_1
"Ah ya, Ken tidak mudah akrab dengan orang lain." ungkap Katerina canggung.
"Ohh, begitu ya." Maya segera menarik tangannya dengan perasaan canggung dan malu. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebab tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa.
"Duduklah Ken, apa kau ingin makan atau minum? biar Kaka pesankan untukmu?" tanya Katerina.
"Tidak ka, aku baru saja makan tadi." jawabnya menolak.
"Kenzie, berapa usiamu saat ini?" tanya Maya dari tadi sangat penasaran.
"Aku masih 19 tahun ka." jawabnya.
"Oh, itu artinya kau masih sekolah?"
Kenzie mengangguk "Iya ka, aku sedang kuliah semester 5." jawabnya.
"Wow cepat sekali, jurusan apa?" Maya nampak terkejut.
"Pemrograman sistem komputer."
"Apa kau masih menjadi hacker?" tanya Katerina.
"Iya ka, itu pekerjaan sampingan." jawabnya santai.
"What? jadi kau seorang hacker?" pekik Maya terkejut sekaligus kagum.
"Maya, jangan kencang-kencang nanti kedengaran orang lain." peringati Katerina memberikan isyarat di bibirnya.
"Iya maafkan aku. Aku hanya sedikit terkejut." ujar Maya bisik-bisik pelan.
"Tidak apa ka. Aku memang hacker tapi aku juga tahu batasan dalam berbuat." ungkap Kenzie.
"Apa sebaiknya aku meminta bantuan saja pada Kenzie? mungkin saja dia bisa membantu ku untuk menemukan siapa ketua king Draxler. Bukankah hacker bisa mertas segala sistem dan informasi? Jika Kenzie bisa membantu ku maka aku pasti akan tahu siapa ketua king Draxler sebenarnya." batin Maya dalam hatinya.
"Dan kasus penyelidikan ku akan berjalan lancar. Ya, aku rasa bocah ini bisa membantuku." gumam Maya dalam hatinya.
Bersambung 😎
______________________________________________
Jangan lupa Vote, Komen, and share ya guys ;)
Terima kasih untuk dukungan nya
^^^Coretan Senja ✍️^^^
__ADS_1