Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
43. HOT NEWS


__ADS_3

*******


"Oh my good this is crazy." ungkap Maya menutup mulutnya saat melihat berita panas yang lagi merajalela di media sosial.


"What happened, Maya? kenapa ekspresi mu begitu berlebihan?" tanya Katerina mengerutkan keningnya bingung.


"Lihatlah, berita ini." ujar Maya menyodorkan ponsel nya kepada Katerina.


Katerina dan Kenzie saling pandang sesaat, lalu kemudian keduanya pun melihat ponselnya Maya. Kedua mata Katerina langsung melebar sempurna setelah membaca berita yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan terkait kasus Andi Cristopher.


Semua hujatan dan hinaan dikenakan pada Andi. Tidak hanya itu saja bahkan beredar juga video rekaman Cctv saat Andi melukai leher Katerina di cafetaria waktu itu.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Katerina mengernyit.


"Siapa lagi kalau bukan suamimu, Kate. Aku rasa ini semua ulahnya." jawab Maya sangat yakin.


"Tapi mengapa tiba-tiba dia memberitahu pada media soal kasus Andi?"


"Ya, jelas karena dia ingin membantumu untuk balas dendam kepada keluarga Cristopher. Bukankah ini lebih baik? Setidaknya, rencana balas dendam mu akan berjalan dengan sangat mulus tanpa hambatan. Sekarang semua hujatan hanya tertuju kepada Andi. Lambat laun saham Cristopher company akan mengalami penurunan yang drastis."


Katerina terdiam, semua perkataannya Maya memang ada benarnya. Pasti yang melakukan ini semuanya adalah Zyano. Jika bukan dia siapa lagi?


Sementara Kenzie mencerna setiap perkataan Maya dan Katerina. Ia sangat terkejut saat mendengar kalau Katerina sudah menikah.


"Jadi kaka sudah menikah?" tanya Kenzie menatap Katerina untuk memastikan.


"Iya Ken, aku baru saja menikah." jawabnya.


"Dengan siapa ka? Apa dengan ka, Rei?" tanya Kenzie mengenal Rei dulunya sebagai kekasih Katerina.


"Tidak, bukan dia melainkan Zyano."


"Zyano? Siapa dia? Aku tidak pernah mendengar namanya?" cecar Kenzie merasa asing.


"Zyano itu pemilik Brawitama Company. Hebat bukan?" sahut Maya.


"Apa? Brawitama company? perusahaan no 1 di dunia itu?" Kenzie nampak sangat terkejut bahkan hampir tidak percaya.


"Yes, that's right." jawab Maya.


"Wow bagaimana bisa ka? maksudku bukankah kau dan Rei saling mencintai?" tanya Kenzie heran.


"Ceritanya panjang Ken. Intinya yang harus kau tahu aku dan Rei sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi bahkan dia juga sebentar lagi akan menikah dengan Olivia." jawab Katerina.


"What? kok bisa?" Kenzie makin tercengang.


Katerina menceritakan semuanya pada Kenzie sampai akhirnya pria itu mengerti. Ia benar-benar tidak habis pikir mengapa Rei bisa setega itu mengkhianati Katerina dan yang lebih parahnya lagi malah bersama dengan Olivia.


"Dasar wanita ular, sejak pertama bertemu dengannya saja aku sudah tahu dia sangat jahat ka." geram Kenzie.

__ADS_1


"Kau tidak perlu heran begitu Ken, manusia itu bisa berubah-ubah apalagi kalau dia sudah punya ambisi. Segala cara akan dia lakukan untuk mendapatkan tujuannya meskipun harus menyakiti orang lain." timpal Maya.


"Lalu, sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku ingin sekali memberi mereka pelajaran ka!" tukas Kenzie mengepalkan kedua tangannya marah.


"Iya Kate, apa rencana mu selanjutnya?" sambung Maya bertanya.


Tiba-tiba saja ponsel Maya memperlihatkan sebuah konferensi pers yang diadakan oleh Alberto Company. Sontak saja hal itu membuat ketiganya langsung mengernyit.


Saat ini Alberto Company mengadakan konferensi pers dadakan terkait kasus Andi yang lagi merajalela di dunia maya. Rei berniat untuk memberikan keterangan bahwa Alberto Company sama sekali tidak terlibat apapun dalam kasus itu, bahkan mereka juga akan mengumumkan bahwa pertunangan Olivia dan Rei akan tertunda.


Saat ini semua wartawan terlihat sibuk menyoroti layar kamera untuk merekam setiap perkataan Rei.


"Hallo semuanya, saya Reino Alberto. Sebelumnya, saya ingin meminta maaf karena tiba-tiba mengadakan konferensi pers dadakan. Disini saya hanya ingin mengkonfirmasi terkait berita yang sedang hangat diperbincangkan di media. Seperti yang kalian ketahui saat ini Andi Cristopher ditahan dalam penjara karena kasus tindak kekerasan."


"Sejujurnya, saya juga baru mengetahui hal itu saat media memberitakan nya. Olivia sama sekali tidak mengabari saya bahwa ayahnya sedang ditahan dipenjara. Oleh karena itu saya ingin memberitahukan kepada kalian semua bahwa Alberto Company sama sekali tidak terlibat dalam kasus itu. Jadi saya minta untuk jangan melibatkan Alberto company karena kami tidak tahu apapun mengenai itu." ucap Rei dengan lantangnya. Disampingnya ada Olivia yang terus saja menunduk malu.


"Apakah nona Olivia juga tahu mengenai kejahatan ayahnya terhadap putri kandungnya sendiri yaitu, Katerina?"


"Mengapa nona, Olivia tidak memberitahukan kepada  anda tuan Rei? bukankah seharusnya dia lebih dulu memberitahukan pada anda karena kalian sebentar lagi akan bertunangan? rasanya sangat tidak mungkin jika anda belum tahu mengenai hal ini."


"Iya benar, seharusnya anda sudah tahu karena hubungan keluarga kalian dekat. Mengapa tuan Rei malah baru mengetahui saat media sudah memberitakan berita ini?"


"Apakah nona Olivia memang sengaja tidak memberitahu hal ini? katakan yang jelas kepada kami semua!"


"Iya, kami perlu penjelasan."


"Aku rasa nona Olivia memang sengaja karena dia tidak ingin media mengetahui hal ini. Itulah sebabnya tuan Rei tidak mengetahuinya." ucap seseorang provokasi.


"Jawab nona Olivia! jangan hanya diam saja. Kami semua perlu penjelasan." teriak seorang wartawan kesal.


"Berikan kami keterangan yang jelas nona Olivia!" bentak yang lain.


Olivia bangkit dari duduknya, lalu memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya. Ia menatap semua wartawan yang sedang menyoroti nya dengan kamera.


"Sebelumnya, saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas apa yang sudah dilakukan ayah saya. Awalnya saja juga terkejut dan tidak menyangka kalau ayah saya setega itu melakukan hal menjijikkan seperti ini tapi saya tahu ayah saya tidak mungkin mau menyakiti putrinya sendiri."


"Bagaimana mungkin nona Olivia? Bukankah sudah jelas kalau ayah anda melukai nona Katerina. Rekaman cctv itu sudah beredar dan kami semua sudah melihatnya." sahut wartawan lain membatah ucapan Olivia.


"Saya tahu, tapi pasti ayah saya tidak mungkin sengaja melakukan itu. Lagipula dia ayah kandung Katerina, mana mungkin tega ingin membunuh putrinya sendiri. Saat itu ayah saya hanya terdesak jadi tidak sengaja melukai leher kaka."


"Apapun itu tidak seharusnya menyakiti bahkan melukai nona Katerina. Apa yang dilakukan tuan Andi Cristopher sudah sangat membahayakan nyawa nona Katerina bahkan saya juga mendengar kalau tuan Andi berniat untuk menikahkan nona Katerina dengan tuan Heri. Apa benar begitu nona Olivia?"


Olivia bungkam, semua pertanyaan wartawan membuatnya kehabisan kata-kata. Faktanya setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan memang benar. Bagaimana lagi Olivia harus menjawabnya.


"Tuan Rei, bagaimana reaksi anda setelah mengetahui berita ini? Bukankah nona Katerina itu mantan kekasih anda? Apakah anda marah saat mengetahui kalau tuan Andi ingin menikahkan Katerina dengan tuan Heri?" tanya wartawan mengucik lebih dalam lagi.


"Iya, saya tentu saja marah dan tidak habis pikir. Bagaimana bisa tuan Andi melakukan hal sekeji itu untuk relasi bisnisnya tapi saya tidak ingin berkomentar apapun karena saya tidak berhak untuk itu." ucap Rei tidak ingin terlibat lagi.


"Oh ya dan satu lagi saya juga ingin mengumumkan bahwa untuk sementara waktu pertunangan saya dan Olivia terpaksa ditunda sampai masalah ini selesai!" tegas Rei tersenyum.

__ADS_1


"Saya rasa hanya itu saja yang bisa saya sampaikan dalam konferensi pers dadakan ini. Terima kasih atas waktunya. Sampai jumpa." ucap Rei menutup konferensi pers nya.


"Angga, bereskan semua ini." perintah Rei menatap asistennya dan dijawab anggukan paham oleh Angga.


"Ayo masuk, Olivia." ajak Rei.


"Tunggu, nona Olivia belum menjawab pertanyaan kami." teriak wartawan belum puas.


Rei dan Olivia tidak menghiraukan perkataan wartawan itu. Mereka tetap berjalan masuk meninggalkan para wartawan.


PRANG


Begitu masuk kedalam ruang kerja Rei. Olivia langsung membanting vas bunga dengan sangat marahnya lalu menatap Rei dengan tatapan tajam.


"Apa-apaan kau Rei?! Mengapa kau sama sekali tidak membantu ku hah! Kau malah semakin menyudutkan ku. Apa maksudnya ini semua?!" sungut Olivia marah.


"Olivia, aku sudah bilang bukan? ini semua kesalahan ayahmu. Jadi kenapa aku harus membantumu. Biarkan saja dia menembus kesalahannya sendiri dan aku tidak ingin terlibat dalam masalah keluarga mu." sarkas Rei datar.


Olivia tertawa sarkas "Jadi kau sengaja ingin menyulitkan ku agar pertunangan kita batal? Itu kan maumu!" bentak Olivia.


"Ya kau benar, aku memang sengaja karena aku ingin pertunangan kita batal!" jawab Rei lantang.


"Dasar pria licik, kau pikir kau bisa lepas dari tanggung jawab mu hah! Jangan harap Rei. Meskipun pertunangan ini tertunda tapi bukan berarti pertunangan ini tidak akan dilaksanakan bukan? Kita akan tetap menikah meskipun ayahku dipenjara!" tegas Olivia.


"Apa maksudmu, Olivia?"


"Maksudku adalah, aku akan mengatakan pada media kalau kau menghamili ku dan tidak ingin bertanggung jawab padaku. Dengan begitu kita akan tetap menikah meskipun harus menanggung malu. Setidaknya bukan cuma aku yang hancur. Kau juga akan hancur sama sepertiku." jawab Olivia menyeringai.


Rei mencengkeram dagu Olivia kasar "Jangan coba-coba berani melakukan itu Olivia! Jika sampai kau melakukan itu aku tidak akan pernah memaafkan dirimu!" ancam Rei menggertak giginya.


"Augh lepaskan." ringis Olivia kesakitan.


"Aku sudah mengatakan padamu Rei. Jangan harap kau bisa bahagia di atas penderitaan ku. Aku lebih gila dari ayahku sendiri." ucap Olivia tanpa rasa takut.


"Jadi, kau harus membantuku untuk menyelesaikan permasalahan ini, jika tidak maka aku tidak segan untuk mengungkapkan semuanya kepada publik. Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku, Reino Alberto." tegas Olivia dengan nada mengancam dan seringai licik menghiasi bibirnya.


"Keluar dari ruangan ku!" perintah Rei mendorong tubuh Olivia kasar sampai punggungnya menubruk dinding.


"Akhhh kasar sekali kau Rei." rintih Olivia.


"Keluar atau aku akan berbuat hal yang tidak kau inginkan, Olivia." ancam Rei, sorot matanya tajam penuh kemarahan.


Olivia terpaksa keluar dengan jalan gontai. Tangannya terkepal kuat. Olivia tidak akan pernah membiarkan Rei lepas dari tanggung jawabnya meksipun pada akhirnya mereka akan menanggung malu. Olivia orang yang nekat, tidak peduli apapun yang terjadi dia akan tetap melakukannya. Jika dirinya hancur maka Rei juga harus hancur.


Bersambung 😎


______________________________________________


Nah tau rasa kan Olivia 😌

__ADS_1


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2