Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
91. HILANG KENDALI


__ADS_3

Semua orang kaget begitu melihat Zyano keluar dari lift. Mereka refleks membungkukkan badan tanda hormat kepada pimpinan. Sedangkan Katerina bernafas lega melihat kehadiran suaminya.


"Bisa jelaskan apa yang terjadi di sini?!" tanya Zyano menghunus tatapan tajam kepada semua bawahannya.


"M-maaf tuan kami tidak bermaksud untuk membuat keributan. Nona ini adalah seorang penyusup. Jadi, kami berniat membawanya ke kantor polisi tapi dia selalu memberontak dan mengatakan hal aneh." ujar satpam itu menjelaskan.


"Penyusup?"


"Iya tuan, nona ini bilang kalau dia kerabat jauh anda dari luar negeri dan dia ingin bertemu dengan anda tapi saat di minta KTP dan pasport dia tidak mau menunjukkan nya. Di tambah dia juga mengaku-ngaku istri anda. Bukankah itu sangat aneh? Sudah jelas kalau dia itu penyusup!" sahut resepsionis.


"Jaga bicaramu ya! Katerina bukan penyusup!" sahut Maya akhirnya buka suara. Ia tidak terima sahabatnya di perlakukan seperti penjahat.


"Loh, nona Maya kenal dengan nona ini?" tanya satpam itu.


"Yah tentu saja. Dia itu sahabatku sekaligus istri dari bos kalian semua!" ungkap Maya mengejutkan.


"Apaa?"


"Tidak mungkin!"


"Apanya yang tidak mungkin hah?!"


"Tuan, Zyano kan belum menikah. Mana mungkin sudah memiliki istri? Kalaupun sudah menikah seharusnya ada beritanya tapi ini tidak ada satupun." ujar para karyawan tidak percaya.


"Iya betul. Nona, Maya anda jangan mudah percaya dengan orang lain. Mungkin saja nona ini mengaku-ngaku istrinya tuan, Zyano. Sekarang kan banyak tuh modus-modus begitu. Harusnya nona, Maya lebih berhati-hati." sahut karyawan lainnya.


"Hah?"


"Maaf tuan, Zyano anda tidak perlu khawatir. Kami akan segera membawa nona ini ke kantor polisi. Jadi, anda lanjutkan saja pekerjaan anda." ujar satpam itu.


"DIAM!" bentak Zyano membuat semua orang tersentak kaget.


"Lepaskan tanganmu dari istriku!" bentak Zyano sangat marah. Tanpa sadar kedua satpam tadi melepaskan cengkraman tangan mereka dari Katerina.


"Hubby." lirih Katerina langsung memeluk suaminya. Hatinya sangat lega lantaran kehadiran suaminya. Ia tidak bisa membayangkan kalau seandainya Zyano tidak ada mungkin dia sudah dibawa paksa ke kantor polisi.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Zyano mencek keadaan Katerina.


"Aku tidak apa-apa hubby. Hanya saja tanganku sakit." jawab Katerina mengangkat kedua pergelangan tangannya yang ternyata memar akibat cengkraman dari kedua satpam tadi. Pantas saja dia merasa sangat kesakitan. Ternyata luka dan bahkan meninggalkan bekas memar.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Zyano. Rahangnya mengeras melihat pergelangan tangan istrinya yang luka.


"JAWAB! JANGAN DIAM SAJA!" bentak Zyano menatap semua karyawan nya marah. Sorot matanya tajam bahkan menusuk.


"K-kami tuan. Mungkin itu karena tadi kami menarik tangan nona itu. Kalau saja nona itu tidak memberontak mungkin tangannya tidak akan terluka seperti itu." sahut salah satu satpam tadi jujur.


Zyano menarik kerah baju orang itu dengan kasar. "Jadi, kau menyalahkan istriku begitu hah?!"


"T-tidak begitu tuan."


BUGH


BUGH


Zyano tidak dapat menahan diri lagi. Ia langsung menonjok wajah satpam itu hingga jatuh tersungkur dilantai. Semua orang yang menyaksikan itu terkejut bukan main. Mereka tidak pernah melihat Zyano semarah ini.


"Berani-beraninya kalian melukai istriku sampai tangannya memar seperti itu?! Aku saja tidak pernah menyakiti nya!" teriak Zyano marah besar.


"M-maaf tuan, kami tidak tahu kalau dia itu istri anda. Kami pikir nona itu penyusup."


"DIAM! Aku tidak menyuruh kalian untuk bicara!"


BUGH

__ADS_1


KREK


Tak berhenti sampai situ saja. Zyano juga mematahkan tangan kedua satpam itu karena saking marahnya. Mereka hanya bisa menjerit kesakitan saat retakan tulang itu terdengar. Semua orang menutup mulut saat melihat kebrutalan Zyano saat marah. Sungguh mengerikan. Ia hilang kendali karena terlalu marah.


Arghhhhhhh sakit......


Tolong ampuni kami tuan.....


Arghhhhhhhhhhhhhhh.....


Dave hanya diam saja menyaksikan kemarahan Zyano. Ia tahu kalau tuanya marah maka tidak ada siapapun yang bisa menghentikan nya. Akan tetapi tanpa terduga Katerina langsung berlari memeluk suaminya dari belakang.


"Zyan, sudah cukup! Ku mohon berhenti." pinta Katerina.


Dave yang melihat hal itu melotot. "Astaga, ini bahaya. Nyonya, Katerina bisa terluka." gumam Dave. Ia tahu betul kalau Zyano ketika marah tidak bisa didekati atau orang itu akan terluka. Karena, Dave dulu pernah mengalami hal itu. Saat dia hendak menghentikan Zyano yang sedang marah justru dirinya yang malah terluka.


"Lepas!" ujar Zyano dingin. Saat ini Zyano hilang kendali atas dirinya. Ia hanya diselimuti amarah yang membara.


Katerina menggeleng. "Tidak mau."


"Ku bilang lepas!"


"Aughhh." Katerina meringis karena didorong kasar oleh Zyano. Semua orang kaget melihat sikap Zyano apalagi Maya. Ia pun bergegas menghampiri Katerina dan membantunya berdiri.


"Kate, apa kau baik-baik saja?" tanya Maya khawatir.


"Aku tidak apa-apa, Maya."


"Apa yang terjadi dengan suamimu, Kate? Mengapa dia terlihat seperti orang lain?" tanya Maya kebingungan.


Katerina menggeleng. "Aku juga tidak tahu, Maya. Tapi aku harus menghentikan, Zyano sebelum kedua satpam itu mati."


"Tunggu, Kate. Astaga." decak Maya pusing.


Saat Zyano hendak memukul untuk yang terakhir kalinya lagi-lagi Katerina menghalangi nya.


"Lepas!"


Katerina menggeleng. "Zyan, a-aku takut." lirihnya terbata-bata sambil terisak.


Seketika Zyano langsung tersadar. Hatinya terhenyak mendengar Katerina menangis.


"Astaga, aku hilang kendali lagi." batin Zyano dalam hatinya. Ia mengusap wajahnya gusar. Zyano dapat merasakan tubuh Katerina bergetar karena ketakutan.


"Maaf, sayang." ujar Zyano mengelus kepala Katerina lembut.


Katerina mendongak. "Hubby, kau sudah sadar?" tanya Katerina menatap suaminya lekat. Tangan kanannya terangkat membelai wajah Zyano.


"Iyaa sayang."


Katerina tersenyum lega. "Syukurlah." dan setelah mengatakan itu Katerina jatuh pingsan.


"Sayang, hei buka matamu, Kate." ucap Zyano panik. Ia menepuk-nepuk pipi Katerina agar wanita itu sadar tapi tetap tidak ada respon.


"Dave, tolong hubungi Sean dan suruh dia kemari! Jangan lupa juga bereskan semua kekacauan ini!"


"Dan kau, Maya tolong urus klien kita itu. Aku percayakan semuanya pada kalian berdua." ujar Zyano memberi perintah.


"Baik tuan." jawab keduanya bersamaan.


Zyano pun langsung menggendong Katerina dan membawanya ke ruangan pribadinya. Sedangkan Dave segera menghubungi Sean dan setelah itu memecat semua karyawan yang seharusnya dipecat. Sementara Maya melakukan tugasnya yaitu mengurus klien yang tampak shock setelah kejadian tadi.


*****

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istriku, Sean? Apa dia baik-baik saja?" tanya Zyano.


"Yah, kau tenang saja. Istrimu hanya kelelahan dan sebentar lagi juga sadar."


"Syukurlah kalau begitu." ujar Zyano lega mendengarnya. Setidaknya istrinya tidak apa-apa. Zyano tidak begitu mengingat apa yang terjadi saat dirinya hilang kendali.


"Zyan, apa kau hilang kendali lagi?" tanya Sean.


"Hm."


"Apa kau masih sering hilang kendali?"


"Tidak. Ini pertama kalinya aku hilang kendali setelah menikah dengan, Katerina." ucap Zyano jujur.


"Apa sebelum itu kau sering?"


"Tergantung. Saat aku tidak bisa mengendalikan emosi ku maka aku akan hilang kendali lagi."


"Apa kau masih suka menyiksa orang?"


"Akhir-akhir ini tidak karena aku sangat sibuk."


"Baiklah, tapi aku salut karena kau bisa sadar setelah Katerina memeluk mu. Itu artinya hanya didekat nya kau bisa mengontrol emosi mu, Zyan. Tapi itu hanya kesimpulan sementara dan aku juga tidak tau pasti. Apakah itu memang benar atau hanya sebuah kebetulan." ujar Sean.


"Aku juga tidak tahu, Sean. Tapi ini memang belum pernah terjadi sebelumnya. Hanya Katerina yang bisa membuat ku sadar saat aku hilang kendali." ucap Zyano juga sedikit heran.


"Hm, aku akan memikirkannya lagi. Ya sudah, kalau begitu aku pamit dulu. Hari ini jadwal ku sangat padat." ujar Sean menghela nafas lelah.


"Yaaaa."


"Apa hanya itu saja yang ingin kau katakan padaku?"


"Iya, memangnya apalagi."


"Oh astaga, kau memang kulkas 7 pintu, Zyan. Tidak bisakah kau berterima kasih padaku yang sudah datang jauh-jauh untuk memeriksa keadaan istrimu. Apa kau tidak merasa berhutang budi padaku?"


Zyano menghela nafas. "Baiklah, terima kasih dokter, Sean yang terhormat." ucapnya menekankan setiap perkataannya.


Sean terkekeh. "Oh astaga, aku tidak percaya ini. Kau mengatakan terima kasih? Hohoho, ternyata kau sudah banyak berubah, Zyan. Tapi aku senang melihat perubahan besar dari dirimu. Itu artinya, Katerina benar-benar membawa pengaruh positif untukmu."


"Diamlah kau sangat berisik seperti tante-tante. Cepat pergilah!"


Sean berdecak. "Dasar sepupu tidak tahu diri! Ingat, jangan lupa transfer bayarannya ke rekening ku."


"Hm, sana pergi!"


"Iya-iya. Aku pergi dulu by." ujar Sean melangkah pergi.


Tanpa mereka sadari Maya mendengar semua pembicaraan mereka. Saat Maya hendak mencek keadaan Katerina dia justru tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Sean dan Zyano.


"Jadi, mereka itu sepupu? Lalu, apa maksud perkataan dokter Sean tadi? Zyano sering menyiksa orang? Apa itu maksudnya?" gumam Maya bingung.


"Aku harus mencari tahu soal ini." batin Maya jadi penasaran. Ia yakin pasti ada rahasia besar yang disembunyikan.


Bersambung 😎


______________________________________________


Waduhhh ada apa nih sebenarnya??


Kalau mau tunggu kelanjutannya 🤣🤣


Maaf kalau author ga update berarti lagi sibuk hihihi

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2