
Dentuman musik serta kerlap kerlip lampu diskotik membuat banyak orang bergoyang gembira. Diantara banyaknya pengunjung salah satunya ada Olivia. Hari ini merupakan hari bahagia karena Olivia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai model terbaik.
"Ayo bersulang untuk kemenangan pertama mu, Olivia." ujar seseorang berteriak kegirangan sambil mengangkat gelas berisi alkohol.
"Iya, terima kasih banyak semuanya." balas Olivia tersenyum. Ia meneguk minumannya sampai habis.
"Selamat ya, Olivia. Aku turut bahagia untuk kemenangan mu." ucap bos Olivia yang bernama Nathan.
"Iya, ini juga berkat bantuan mu, bos." balas Olivia tersenyum manis.
"Olivia, kau memang yang terbaik." sahut yang lain memuji.
"Ayo, minum lagi." ujar Nathan menuangkan alkohol ke cangkir Olivia. Ia sengaja melakukan itu agar Olivia mabuk.
Olivia hanya bisa pasrah meminum alkohol. Kepalanya juga mulai terasa pusing. Sebenarnya Olivia tidak begitu tahan minum alkohol. Tapi karena dia sedang bahagia jadi ia tidak begitu mempermasalahkan nya.
Nathan tersenyum licik saat melihat Olivia yang sudah mabuk. Tanpa Olivia sadari Nathan memasukkan sesuatu ke dalam minumannya.
"Olivia, ayo bersulang untuk yang terakhir." ucap Nathan tersenyum penuh arti.
"Cheers." ujar Olivia meneguk minumannya sampai habis tanpa tahu kalau itu sudah di campur obat perangsang.
"Bagus, dia meminumnya sampai habis. Malam ini pasti akan jadi malam yang luar biasa." batin Nathan menyeringai licik.
Melihat Olivia yang mabuk, Nathan semakin mendekat. Ia duduk di samping Olivia.
"Olivia." panggil Nathan.
"Iya, bos?" tanya Olivia setengah sadar.
"Kau sangat cantik, Olivia." ujar Nathan membelai wajah cantik Olivia.
Olivia terkekeh. "Bos, bisa aja."
"Aku serius, Olivia. Dari semua model yang pernah bekerja dengan ku. Kau lebih cantik dan menarik." ungkap Nathan.
"Benarkah?"
"Iya, Olivia."
"Bos juga sangat tampan." ujarnya merancau.
Nathan hanya tersenyum. Tatapan matanya terkunci pada bibir Olivia yang terlihat sangat menggoda. Tanpa sadar tangan Nathan menyentuh bibir itu dengan sensual.
"Olivia, bolehkah aku mencium mu?" tanyanya pelan.
"Bos, mengatakan apa?" tanya Olivia tidak begitu mendengar ucapan Nathan karena suara musik yang terlalu keras. Ditambah kepalanya juga berputar-putar akibat pengaruh alkohol.
Cup
__ADS_1
Olivia terkejut saat merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Tanpa aba-aba Nathan langsung mencium nya. Ia tidak dapat menahan diri lagi saat melihat bibir Olivia yang sangat menggoda imannya.
Ciuman itu sedikit kasar karena Olivia tidak berpengalaman tapi dia bisa menyeimbangi permainan bibir Nathan. Merasa tidak ada penolakan Nathan semakin gencar. Ia menahan kepala Olivia untuk memperdalam ciuman.
Nathan semakin bergairah. Bibirnya mulai turun dan bergerilya di sekitar leher Olivia hingga meninggalkan bekas keunguan di sana. Sementara Olivia mengigit bibir bawahnya menahan *******. Tubuhnya terangsang karena sentuhan Nathan.
"Ahh, cukup!" Olivia mendorong tubuh Nathan. Ia tidak bisa melakukan hal itu. Tiba-tiba saja Olivia teringat dengan Rei.
Olivia hendak pergi tapi kepalanya sangat pusing. Ia juga merasa tubuhnya memanas dan tidak nyaman. Ada gejolak aneh yang dia rasakan. Tanpa dia ketahui obat itu sudah mulai bekerja.
"Apa yang terjadi dengan ku? Mengapa tubuh ku terasa tidak nyaman?" tanya Olivia dalam hatinya. Ia berusaha pergi dari sana tapi Nathan lebih dulu menarik tubuhnya hingga Olivia jatuh di pangkuan Nathan.
"Kau mau pergi ke mana sayang? Kita belum selesai. Kau harus memuaskan ku terlebih dahulu." ujar Nathan kembali mencium bibir Olivia bahkan tangannya juga mulai menyentuh perut rata Olivia.
"Ahh, lepaskan aku brengsek!" ucap Olivia berusaha melepaskan diri dari Nathan. Tapi tetap saja tenaganya tidak sekuat itu. Di tambah obat itu juga bereaksi.
"Jangan galak-galak, sayang. Nikmati saja." ujar Nathan menyingkap dress Olivia ke atas. Tangannya juga mulai bergerak ke sana kemari menyentuh area sensitif Olivia. Bibirnya tak pernah lepas mencium leher Olivia.
Sedangkan Olivia benar-benar merasa terbang akan sentuhan Nathan. Tak bisa di pungkiri obatnya membuat Olivia tak berkutik. Tubuhnya bereaksi terhadap sentuhan.
"Ternyata kau menikmatinya, Olivia." bisik Nathan di telinga Olivia.
"Apa yang kau masukkan dalam minuman ku?" tanya Olivia mengigit bibirnya agar tidak mengeluarkan *******. Ia tahu Nathan telah memasukkan sesuatu dalam minumannya karena setelah itu Olivia merasa tubuhnya tidak nyaman.
Nathan tersenyum. "Kau ingin tahu, hm?" tanyanya mengulur waktu.
"Tentu saja itu obat yang membuat mu semakin bergairah, sayang." bisik nya di telinga Olivia.
"Bajingan!" umpat kasar Olivia. Ingin sekali dia memukul wajah Nathan tapi sayang tenaganya tidak sekuat itu.
Cup
"Jangan marah-marah, sayang. Kau semakin cantik saat sedang marah, Olivia." ucapnya mencium bibir Olivia.
Olivia benar-benar merasa tidak bertenaga. Tubuhnya lemas karena obat itu. Dia tidak mampu melawan Nathan. Jadi Olivia hanya bisa pasrah menerima setiap sentuhan Nathan.
"Ku mohon, lepaskan aku, Nathan." pinta Olivia dengan suara bergetar.
"Maaf, Olivia. Kau terlalu nikmat untuk dilewatkan begitu saja."
Olivia mengigit bibirnya. "Kenapa? Kenapa harus aku, Nathan?!" tanya Olivia menahan isak tangis. Ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Nathan menyingkap helaian rambut Olivia. Ia menatap Olivia dengan dalam. "Karena aku mencintaimu, Olivia. Aku tergila-gila dengan mu. Kau gadis pertama yang membuat ku jadi seperti ini."
Olivia tertawa sarkas. "Cinta? Bullshit! Cinta tidak akan menyakiti. Kau melakukan ini bukan atas dasar cinta tapi karena nafsu!"
"Tidak, Olivia! Aku benar-benar mencintai mu."
"Tapi aku tidak mencintaimu, Nathan!"
__ADS_1
"Aku tidak peduli! Yang pasti malam ini kau akan jadi milikku seutuhnya, Olivia." ucap Nathan langsung mencium bibir Olivia. Tangannya juga masuk ke dalam dress Olivia.
Olivia berusaha melepaskan diri. Ia mengigit bibir Nathan sampai berdarah. Hal itu tentu saja membuat Nathan marah. Dia menarik rambut Olivia dengan kasar hingga membuat Olivia kesakitan. Nathan juga mengigit leher Olivia sampai berdarah.
"Ahh, sakit! Lepaskan!" Olivia menjerit kesakitan. Ia berusaha meraih botol kaca yang terletak di atas meja. Meskipun sulit tapi Olivia berhasil mengambil nya.
PRANG!
Tanpa banyak pikir Olivia langsung memukul kepala Nathan dengan botol kaca itu hingga pecah.
"Brengsek." Nathan mengumpat kasar sambil memegangi kepalanya. Darah segar perlahan keluar dari pelepisnya. Melihat Nathan yang kesakitan Olivia berusaha melepaskan diri darinya. Tapi sayangnya Nathan lebih dulu mencengkeram pergelangan tangan Olivia.
"Beraninya kau memukul ku, Olivia!" geram Nathan marah.
"Aughhh, sakit. Lepaskan aku, brengsek!" Olivia merintih menahan perih karena cengkraman kuat tangan Nathan. Pria itu meskipun sudah di pukul sampai berdarah tetapi tetap saja tenangnya seperti besi.
"Kau benar-benar membuat ku marah, Olivia! Kau harus di hukum!" ujar Nathan menyeringai licik.
Nathan menggendong tubuh Olivia dan membawanya ke sebuah ruangan yang sudah di pesannya untuk menikmati malam panasnya bersama Olivia. Pria itu benar-benar sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.
"Lepaskan aku, brengsek!" ujar Olivia memberontak.
"DIAM!" bentak Nathan menghempaskan tubuh Olivia ke kasur. Ia menindih tubuh Olivia. Satu tangannya menahan kedua tangan Olivia di dinding agar gadis itu tidak bisa melawan. Sedangkan satu tangannya lagi masuk ke dalam baju Olivia, meraba dua bukit kembarnya.
"Ahh." suara ******* lolos dari bibir Olivia. Tubuhnya menggelinjang kegelian. Sentuhan Nathan benar-benar membuatnya terbang. Tapi detik berikutnya Olivia lekas tersadar.
"Kau sangat nikmat, Olivia." ucap Nathan penuh sensual.
"Tidak! Ku mohon, jangan lakukan itu!" ucap Olivia memberontak. Ia berteriak histeris sambil menggelengkan kepalanya tidak ingin melakukan itu.
"DIAM! Kau hanya di perintah untuk mendesah, bukan untuk yang lain!" bentak Nathan.
"Kau brengsek, Nathan. Aku menyesal karena sudah mempercayai mu!" teriaknya marah.
"Iya, aku memang brengsek dan itu semua karena dirimu, Olivia!" ujar Nathan menyeringai.
"Aku membencimu, Nathan!"
Bersambung ๐
______________________________________________
Maaf author lama update yaa guys soalnya ini juga mepet nulisnya hehehe tpi author usahain buat update setiap hari๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Tunggu terus yaaa๐๐๐
Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)
^^^Coretan Senja โ๏ธ^^^
__ADS_1