
Begitu Sean keluar tak beberapa lama kemudian akhirnya Katerina sadar. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah kekhawatiran Zyano.
"Hubby." lirih Katerina terdengar lemah.
"Akhirnya kau sadar sayang." ucap Zyano tersenyum lega.
"Hubby, ini di mana?" tanya Katerina merasa asing dengan sekitarnya.
"Ini ruang pribadi ku sayang. Kita masih ada di kantor. Kau tiba-tiba pingsan makanya aku membawa mu ke sini." jawab Zyano.
Katerina mengangguk paham dan berkata. "Maaf, aku jadi merepotkan mu ya hubby."
"Jangan berkata seperti itu sayang. Kau sama sekali tidak merepotkan. Aku justru sangat khawatir dengan kondisi mu. Apa sekarang kau sudah merasa baikan?" tanya Zyano sambil mengelus kepala Katerina dengan lembut.
"Aku tidak apa-apa hubby." ucap Katerina tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu." ujar Zyano merasa lega mendengarnya.
"Hubby, aku ingin bersandar." pinta Katerina.
"Baiklah, ayo bangun pelan-pelan." ujar Zyano membantu Katerina untuk bangun. Ia meletakkan bantal sebagai penyangga agar Katerina bisa bersandar lebih nyaman. Sementara Zyano duduk di sampingnya dan menarik Katerina dalam pelukannya.
"Hubby."
"Iya sayang?"
"Apa yang terjadi tadi? Mengapa aku merasa kau seperti orang lain. Atau itu hanya perasaanku saja? Tolong katakan dengan jujur hubby." ucap Katerina meminta penjelasan rinci terkait apa yang terjadi tadi.
Zyano terdiam. Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Katerina. Haruskah dia jujur tentang masa lalunya? Tapi bagaimana kalau seandainya saat Katerina tahu dia malah membencinya? Zyano tidak ingin itu terjadi. Tapi di satu sisi dia tidak ingin berbohong terlebih mereka sudah berjanji agar saling terbuka satu sama lain.
"Hubby." Zyano tersentak saat merasakan tangannya di genggam Katerina.
"Iya?"
"Apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui tentang mu?" tanya Katerina to the poin.
"Em itu......." Zyano sedikit ragu untuk mengatakannya. Ia di landa kebimbangan antara menceritakan atau tidak.
"Hubby, kalau kau tidak mau menceritakannya tidak masalah. Aku paham kau belum siap dan aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan hal itu." ucap Katerina tersenyum membelai rahang kokoh suaminya.
"Bukan begitu sayang. Hanya saja aku takut kalau kau akan membenciku setelah tau kebenarannya." ujar Zyano mengungkapkan kekhawatirannya.
Katerina mengernyit. "Loh kenapa aku harus membencimu? Memangnya apa yang terjadi? Apa kau melakukan kesalahan besar?"
"Yah, ini tentang masa laluku."
"Masa lalu?"
"Iya sayang."
"Sepertinya itu cukup berat untuk diceritakan."
"Tidak juga." Zyano menggenggam tangan istrinya dan menatapnya dalam. "Tapi aku mohon padamu. Tolong jangan membenciku setelah aku memberitahu mu. A-aku tidak ingin kau membenciku sayang. Aku takut kau akan meninggalkan ku setelah tau kebenarannya." ujar Zyano terdengar getir.
Katerina tersenyum. "Aku tidak mungkin meninggalkan mu hanya karena masa lalu mu, hubby. Jadi, kau tenang saja okey?"
Zyano menghela nafas lega. "Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu."
Katerina mengangguk paham dan memasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan cerita Zyano.
"Ini dimulai sejak aku berusia 12 tahun. Dulu saat aku masih kecil Daddy sering mengatakan padaku kalau aku jadi pewaris maka aku harus lebih kuat. Daddy juga mengatakan kalau kedepannya akan ada banyak bahaya yang menimpaku. Untuk itu sejak kecil daddy sudah mengajari ku ilmu bela diri. Tidak hanya itu bahkan dia juga sampai mengajariku caranya menggunakan pistol sungguhan."
"Apa? Mengapa harus sampai seperti itu?" tanya Katerina tidak habis pikir.
__ADS_1
"Awalnya aku juga tidak mengerti sayang tapi setelah kejadian memilukan itu aku akhirnya mengerti apa maksud dari ucapan daddy selama ini dan gunanya pelatihan keras yang sering dia berikan padaku. Itu semua tidak lain untuk menjaga diriku sendiri."
Alis Katerina mengerut. "Kejadian apa?"
"Penculikan."
"Maksudnya?" tanya Katerina tidak mengerti.
"Seperti perkataan Daddy kalau nyawaku pasti akan terus terancam setiap saat karena aku adalah seorang pewaris Brawitama yang dimana-mana banyak musuh Daddy yang ingin membunuhku. Dan benar saja saat aku berusia 12 tahun aku dan Ziva di culik."
"Diculik? Oleh siapa?"
"Yah, itu awal mula kejadiannya."
*******
...Flashback masa lalu...
"Saat itu aku sedang berlatih bela diri. Tapi tiba-tiba saja Ziva mengajakku untuk bermain dengannya."
"Kaka, ayo temani aku bermain yah." pinta Ziva dengan mata berbinar penuh harapan.
Aku berdecak. "Maaf, Ziva, kaka sedang berlatih. Kau bermainlah sendiri." ujar Zyano menolak.
"Tidak mau. Pokoknya aku mau main sama kaka." ucapnya tidak mau tau.
"Ziva, tolong jangan begini. Kaka sedang sibuk. Nanti saja ya?" pinta Zyano lembut.
"Tidak mau. Aku mau main sama kaka. Huaaaaa mommy, daddy kaka tidak mau menemaniku bermain." rengeknya menangis.
Zyano menepuk jidatnya pusing. "Oh astaga, diamlah, Ziva. Mommy dan Daddy kan sedang tidak ada di mansion. Berhentilah menangis!"
"Huaaaaa kaka jahat. Kan mommy bilang selama mommy dan daddy pergi kaka yang akan menemani aku bermain. Tapi ini apa? kaka tidak mau main sama aku. Huaaaaa kaka jahat." ucap Ziva terus saja menangis membuat Zyano makin pusing.
"Iya kaka." Ziva mengangguk paham dan memeluk Zyano. "Makasih, aku sayang Kaka."
"Hm, ayo."
Setelah itu Zyano menemani adiknya bermain di taman. Ziva bermain masak-masak dan Zyano yang akan membeli nya. Sungguh, Zyano sangat bosan tapi kalau dia menolak adiknya itu terus menangis dan itu membuat kepalanya pusing.
Zyano menoleh. Mengapa dia merasa seperti ada seseorang yang memantaunya dari jauh. Saat dia hendak pergi tangannya malah ditahan oleh Ziva.
"Kaka mau kemana?" tanya Ziva.
"Itu ada yang ingin kaka cek, Ziva."
"Cek apa emang?"
"Tidak apa-apa." ucap Zyano bohong. Sedangkan Ziva hanya angguk-angguk.
"Sebaiknya aku tidak memberitahu, Ziva nanti dia malah ketakutan." batin Zyano.
"Nah ini pesanan makanannya sudah jadi." ucap Ziva memberikan makanan mainan kepada Zyano.
"Hm." Zyano pura-pura memakannya.
"Eh, minumannya lupa. Aku ambil air dulu deh, tunggu bentar ya kaka." ujar Ziva langsung pergi.
"Eh, tunggu, Ziva. Astaga." decak Zyano.
Aaaaaaaaaa
Zyano tersentak saat melihat teriakan adiknya. Langsung saja dia pergi menyusul Ziva dan benar saja ternyata adiknya itu sedang disandera oleh seorang pria.
__ADS_1
"Siapa kamu? Lepaskan adikku!" pinta Zyano tegas.
"Siapa pun aku itu tidak penting."
"Lalu, apa mau mu dan bagaimana bisa kau masuk kedalam mansion ini? Harusnya para penjaga tahu kalau ada penyusup!" tanya Zyano heran.
"Ah soal itu, ku beritahu ya, kalau semua penjaga dimansion mu ini sudah aku bunuh!" ungkap nya mengejutkan.
Deg
"Apa katamu? B-bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Zyano tidak percaya kalau para penjaga langsung tewas begitu saja. Ini tidak masuk akal baginya. Sepertinya mereka memang sudah mengincar lama.
"Hei bocah, asal kau tahu ya. Penjagaan dimansion mu ini sangat lemah. Tinggal ku tembakan satu peluru saja eh langsung mati semua hahahaha. Dasar lemah!" ejeknya tertawa renyah.
Zyano berdecak. "Sialan." umpatnya kasar.
"Tangkap bocah laki-laki itu!"
BUGH
Zyano menendang orang yang hendak mendekati nya. Melihat adanya peluang dia langsung melompat lalu mengayunkan kakinya dan menendang wajah pria itu sehingga membuat Ziva terlepas. Langsung saja Zyano menarik tangan adiknya dan melindunginya dari belakang.
"Cih, berani-beraninya kalian! Sini kau bocah!" teriak pria tadi tak terima dan langsung menyerang Zyano. Untungnya Zyano lihai menghindari setiap serangan pria itu. Tidak sia-sia dirinya berlatih bela diri setiap harinya. Ternyata ada manfaatnya juga.
BUGH
Pukulan terakhir membuat pria tadi jatuh. Sedangkan Zyano tersenyum puas melihat pria itu kalah. Namun, pria itu justru menyeringai.
"Ini belum seberapa bocah!"
Tiba-tiba entah dari mana datang segerombolan pria bertubuh besar. Jumlah mereka ada 5 orang. Mereka mulai mengepung Zyano dari depan, belakang, samping kiri dan kanan. Zyano benar-benar tidak bisa bergerak bebas. Ditambah dia juga harus melindungi Ziva.
"Gawat kenapa mereka tiba-tiba jadi banyak begini. Tidak ku sangka ternyata pria itu sudah menyiapkan segalanya." batin Zyano.
"Ayo lawan kami bocah. Apa kau takut hah?!" tanya salah satu diantara pria yang mengepung Zyano.
"Aku tidak mungkin bisa melawan mereka semua tapi demi, Ziva aku harus bisa melakukan itu untuk melindunginya." batin Zyano yakin.
Zyano mulai menyerang mereka. Ia berusaha menghindar dan menangkis dari setiap pukulan yang ditujukan padanya bahkan dirinya juga beberapa kali menyerang musuhnya dan memukulnya tapi anehnya mereka semua terlihat baik-baik saja. Zyano mulai kewalahan. Nafasnya turun naik tidak teratur.
"Aneh, padahal aku sudah menyerang mereka habis-habisan tapi kenapa mereka belum tumbang juga?" tanya Zyano dalam hatinya heran.
"Hei bocah! Apa segini saja kemampuan mu? Ayo serang lagi!" ujar mereka sengaja memprovokasi.
"Diamlah kau pak tua." kali ini Zyano menyerang dengan membabi buta. Ada beberapa diantara mereka mulai kesakitan. Zyano tersenyum tipis setidaknya usahanya berhasil.
BUGH
Kesenangan itu hanya sementara. Zyano lengah dan akhirnya tekena pukulan di punggung belakangnya hingga membuatnya langsung pingsan.
"Kakaaaaaaaaaaaa." Ziva berteriak histeris saat melihat kakaknya pingsan.
Bersambung 😎
______________________________________________
Hayooo apa yang terjadi selanjutnya??
Maaf otor telat update nya karena otor sibuk ngerjain tugas hahahaha 😩
Jangan lupa, Like, Vote dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰🥰🥰
^^^Coretan Senja ✍️^^^
__ADS_1