MENYIMPAN RAHASIA (MAMPUKAH?)

MENYIMPAN RAHASIA (MAMPUKAH?)
Eps. 37 BANGKRUT


__ADS_3

Kegiatan panas di kamar mandi itu masih berlanjut sampai keatas ranjang. Shenda seolah-olah ingin  melepaskan hasratnya bersama Ferdi karena esok hari belum tentu mereka akan bersama lagi.


Dengan dingin, Ferdi menuruti saja permainan yang dilakukan wanita bersuami ini. Dia hanya bersikap pasif  menerima semua perlakuan Shenda yang membangkitkan kejantanannya. Ferdi hanya akan bersikap aktif  ketika puncak kenikmatan itu akan meledak. Dan dia melakukannya dengan sangat kasar. Dia hujamkan  dengan hentakan yang sangat keras, menusuk dan merunjamnya lalu megoyak menyembilu. Seolah-olah  Ferdi ingin melepaskan kemarahannya kedalam pukas yang menggiurkan kejantanan.


Shenda hanya bisa pasrah menerima itu semua. Dia menerima apa saja perlakuan Ferdi dan  menganggapnya sebagai sensasi kenikmatan dari rasa cintanya yang menggelora. Meskipun terkadang dia  harus memekik menahan sakit dan perih yang dirasakan oleh celah sempitnya yang terhujam oleh sebuah  tonggak keras lelaki yang dicintainya itu.


Dua jam kemudian.


Ferdi meminum wine yang telah dia pesan sebelumnya. Lalu dia melihat kearah Shenda yang sedang  tertelungkung disebelahnya dengan mata terpejam dan tangan yang melingkar di perutnya.


“Rasakan itu pelacur. Jangan salahkan aku karena telah kasar. Kamu sendiri yang memintanya!” Maki Ferdi pelan.


Shenda yang hanya berpura-pura tertidur merasa perih yang mendalam dalam hatinya. ‘Aku bukan pelacur!  Aku bukan pelacur! Aku lakukan ini semua karena aku mencintaimu, sangat mencintaimu!’ Teriak hati  Shenda. Tanpa disadarinya sebulir air mata telah lolos dari sudut matanya.


Ferdi kembali merasakan kejengkelan dalam hatinya. Dia pejamkan matanya, sementara otaknya mencari-cari jawaban atas tindakan papanya yang secara sepihak menggagalkan usahanya.


\===o0o===


“Perkenalkan nama saya Virgos. Saya yang akan menjadi guru anda nona Diva.” Kata seorang pemuda  tampan memperkenalkan dirinya. Usianya baru dua puluh dua tahun dan baru saja lulus kuliah. “Saya  sangat senang bisa menjadi guru privat anda, dan saya akan berusaha yang terbaik agar anda bisa  memahami semua pelajaran dan akan lulus dengan nilai yang tinggi.” Katanya lagi.


“Senang bertemu dengan anda pak guru, tolong berikan bimbingannya.” Jawab Diva takzim.


Diva belajar dibawah bimbingan Virgos dalam home schooling ini. Dia akan mendapatkan bimbingan  selama lima kali dalam satu minggu dirumah Diva. Pada saat ada syuting yang mengharuskan Diva untuk  diluar kota, maka Virgos harus turut serta dan memberikan bimbingan disaat Diva rehat disela-sela kegiatan syuting.

__ADS_1


“Hmm… Baiklah nona Diva…”


“Panggil Diva saja pak, saya merasa seperti putri seorang CEO dalam novel-novel saja.” Diva memotong  kalimat gurunya itu seraya tersenyum manis.


“B-Baiklah. Diva.” Virgos sedikit terkesima dengan senyuman gadis belia, muridnya ini yang membuatnya  sedikit gelagapan. “Mari kita lihat sampai dimana pelajaran yang kamu dapatkan dari sekolah.”


Dua minggu telah berlalu. Diva mulai merasa nyaman dengan home schooling nya. Dia juga mulai membuat  konten video bersama tim kecil yang dibentuk Adli.


“Diva.” Panggil Adli.


“Iya om.”


“Hmm.. Bagaimana dengan home schooling kamu?”


“Syukurlah kalau begitu. Terus, bagaimana dengan tim kreatifnya. Apa sudah upload video lagi minggu ini?”


“Kata Andi proses editing sudah selesai. Mungkin nanti siang diperlihatkan kepadaku apakah sudah sesuai  dengan yang Diva inginkan atau belum. Kalau sudah sesuai sore nanti pasti sudah di upload om. Oh ya  jumlah subscribe sudah lima ratus om minggu kemarin.” Jawab Diva dengan sangat antusias.


“Baguslah, coba kamu kembangkan ide-ide yang lebih fresh untuk isi konten kamu. Oh ya, ini jadwal dan PH  untuk syuting kamu yang sempat tertunda. Dan meski baru selesai beberapa episode, pihak televisi sudah bersedia untuk menayangkannya.” Jelas Adli sambil menyerahkan jadwal proses syuting. “Dan ini naskah  untuk kamu pelajari. Beberapa hari kedepan kamu akan menjadi super sibuk Diva. Persiapkan fisik dan  mental kamu.”


“Siap om. Diva akan berusaha keras, sekolah tetap jalan, syuting lancar, dan konten fresh update terus. Diva  akan selalu bersemangat om.”


“Bagus. Tapi jangan lupa vitamin dan istirahatnya. Jangan terlalu diforsir tenaga dan pikiran kamu.” Nasihat  Adli.

__ADS_1


“Siap om.”


Diva sangat senang bisa kembali syuting. Karena memang passion dia adalah didepan kamera  menunjukkan bakat aktingnya pada dunia. Lagipula saat di lokasi syuting dia akan bisa bertemu setiap hari  dengan Bethoven sebagai salah satu lawan mainnya.


\===o0o===


“… Hmmm.. Silahkan tuan Rudi memeriksa semua dokumen akuisisi grup perusahaan anda. Semuanya  sudah tertulis disana. Anda hanya perlu untuk membubuhkan tanda tangan saja disana. Dan kesepakatan  ini akan terlaksana.” Kata Johan mengakhiri kalimat panjangnya.


Hari ini adalah keberhasilan Bram untuk menghancurkan orang tua Ferdi. Pada dasarnya Bram tidak  menaruh dendam pada keluarga ini maupun usahanya. Hanya karena persoalan sepal membuat Bram  berniat menghancurkannya.


“Johan, nilai yang tertera dalam akuisisi ini sangatlah murah. Hanya dua ratus milyar? Apakah tuan Bram tak  bisa lebih bermurah hati lagi?”


“Maaf tuan Rudi, tapi memang value dari seluruh perusahaan anda dan seluruh lini usaha anak anda hanya  itu. Hasil dari audit kami, menyatakan bahwa hampir seluruh proyek yang dikerjakan anak perusahaan anda  tidak terlalu menguntungkan. Belum lagi hutang yang menumpuk pada pihak ketiga.” Jelas Johan. “Semua  sudah kami jelaskan dalam pertemuan-pertemuan kita sebelumnya. Bahkan perlu diingat kami juga sudah  berinvestasi sangat besar pada perusahaan ini. sebenarnya ini seperti kami membeli perusahaan kami  sendiri.” Johan berhenti sebentar lalu melanjutkannya lagi. “Dan mohon maaf, jika dalam satu jam lagi anda  tidak menyetujuinya. Maka saya mendapat perintah dari tuan Bram untuk membatalkan ini. Sekarang bolanya  ada ditangan anda. Terserah anda memilih tanda tangan atau sengaja mengulur waktu.”


“Hehhh…” Rudi menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar. “Baiklah, aku akan  menanda tanganinya. Daripada aku tidak mendapatkan  apa-apa untuk masa tuaku.” Kata Rudi mendongkol.


‘Sial kamu Bram, semua investasi kamu dan semua gerakan perusahaan kamu hanya menjebakku dalam  kehancuran seluruh perusahaanku.” Geram hati Rudi.


Dan setelah lima bulan berlalu dari peristiwa itu.


Meski telah menjual semua usahanya dan mendapatkan uang dalam jumlah yang lumayan besar, pada  akhirnya Ferdi dan orang tuanya tak mampu terlepas dari kebangkrutan yang lebih dalam lagi. Post power  syndrome atau kondisi kejiwaan yang dialami oleh orang-orang yang kehilangan kekuasaanya membuat  mereka tetap bergaya hidup mewah dan glamour. Uang hasil penjualan perusahaan mereka pun habis  dalam waktu cepat. Dan membuat Rudi, papanya Ferdi terkena serangan jantung lalu meninggal. Yang mana  hal ini membuat Ferisa, mamanya Ferdi semakin depresi dan akhirnya bunuh diri karena over dosis  pil tidur.


“Aku bangkrut! Apa yang harus kulakukan?” Rinth Ferdi. “Semua yang mendukungku telah tiada. Mama, papa  apa yang harus aku lakukan?” Lanjutnya lagi sambil memandangi botol wishkey yang tinggal separo.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2