MENYIMPAN RAHASIA (MAMPUKAH?)

MENYIMPAN RAHASIA (MAMPUKAH?)
Eps. 43 Aura Maskulin


__ADS_3

Cuplikan Eps. sebelumnya…


“Dengan bikini model string triangle ini pasti akan membuat Diva dan Cherry iri melihatku yang punya tubuh  slim seperti ini.” Monolog Bella sambil melihat kebawah kearah bentuk tubuhnya sendiri. Lalu dia cekikikan  sendiri membayangkan yang diomongkannya barusan.


Bella kembali menyesap jus jeruknya hingga tandas, dan bunyi srop panjang beberapa kali terdengar dari  suara sedotan yang menyesap sedikit air dari lelehan es batu.


Tiba-tiba terdengar teriakan ceria. Dan Cherry berlari diikuti Diva. Cherry langsung melompat kedalam kolam  seperti seorang atlit renang profesional. Disusul oleh Diva yang juga langsung melompat seperti orang yang  terjun dari jurang yang tinggi.


Bella yang melihat kedua sahabatnya itu berlari keluar dari pintu dan kemudian melompat kedalam air itu  hanya tersenyum kecut. Dilihatnya pilihan Diva sebuah tankini swimswit. Sebuah model baju renang seperti  kemben dengan tali yang terkait dileher bermotif bunga ceria berwarna dominan pink ditunjang dengan boxer hitam. Jika saja Diva tidak melompat seperti orang yang jatuh dari ketinggian maka boxer hitam itu tak akan  terlihat karena baju renang yang Diva pilih sampai menutup dibawah pinggulnya dan berbentuk seperti  kembang mekar.



Sementara Cherry memilih model skirtini berwarna pink untuk bra dan full black dibawah bra sampai  menutupi seluruh pinggulnya. Model celana yang dipilih Cherry juga sama dengan dipilih Diva sebuah celana  boxer warna hitam.



Bella yang sedari tadi sudah merasa sangat percaya diri kini tiba-tiba merasa tidak nyaman. Saat dia melihat  Diva dan Cherry berlari keluar dari pintu yang dia lihat adalah dada kedua sahabatnya itu yang melambung  seirama gerak lari mereka. Tanpa sadar Bella memegangi kedua buah dadanya yang ukurannya tidak ada  setengah dari ukuran dada Diva ataupun Cherry.


Cherry dan Diva muncul dari dalam air dan lalu mendekat kearah Bella. Senyum lebar terkembang diwajah  mereka. Bella dengan tanpa sadar menenggelamkan dirinya hingga air kini sebatas bibir bawahnya.


‘Aduuuh, kenapa sekarang aku jadi minder saat bersama mereka dengan pakaian renang ini?’ Keluh Bella dalam hati.


“Kehidupan seperti ini yang aku impikan. Penuh kemewahan, penuh kenyamanan. Hmmm… Aku harus bisa  menjadi kaya-raya seperti ini. Entah karena usahaku sendiri atau mendapat suami yang super kaya seperti  dalam novel-novel online.” Ujar Cherry lalu tanpa menunggu komentar dari dua sahabatnya dia pun  berenang gaya punggung.


‘Whooaa…dua pelampung Cherry sampai segitunya muncul diatas air.’ Jerit hati Bella. Rasa iri akan bentuk tubuh indah seperti dua sahabatnya membuat dia inferior dihadapan mereka. ‘Pantas saja kak Betho lebih  memilih Diva, lalu sekarang Julian juga sedang pedekate sama Cherry. Itu pasti karena bentuk tubuh mereka yang bagus.’


Beberapa lama kemudian mereka bertiga sudah puas berenang. Perut mereka keroncongan minta untuk  diisi. Ketiganya lalu naik dari kolam renang dan kemudian duduk dikursi santai dipinggir kolam.

__ADS_1


Sementara itu diluar gerbang rumah Bella.


“Beruntung aku kemarin bisa mengelabui Diva dengan memasang aplikasi pemantau di ponsel Diva. Jadi  saat ini aku bisa tahu dimana rumah Bella berada.” Kata Bethoven sambil memencet bel rumah.


Beberapa saat kemudian datang seorang wanita paruh baya datang menghampiri Bethoven. Dia menanyakan keperluan Bethoven. Setelah berunding beberapa saat, Bethoven akhirnya bisa meyakinkan  wanita paruh baya itu untuk mempersilahkan masuk tanpa harus memberitahu Bella terlebih dulu.


Ketiga gadis remaja itu masih berselonjoran dikursi malas. Mereka merasa nyaman meski terik matahari  telah tepat diatas kepala karena ada payung besar melindungi mereka dari sengatannya. Sesekali mereka terkikik karena candaan yang mereka katakan.


“Selamat siang semuaaaaa…..” Teriak Bethoven yang kini sudah bertelanjang dada dan hanya memakai  celana renang selutut berwarna hitam sambil berlari dan menceburkan dirinya kekolam renang.


“Whoaaaaa….” Teriak ketiganya serempak. Mereka bertiga sangat terkejut dengan kehadiran Bethoven yang  tak diundang. Langsung saja mereka bertiga meraih handuk lebar yang tersampir dikursi malas masing-masing dan menggunakannya untuk menutupi tubuh mereka yang hanya terbalut baju renang.


Mereka bertiga terpaku dikursi malas masing-masing. Lalu mata mereka seakan ingin meloncat keluar. Dari  arah kolam renang terlihat Bethoven keluar dari kolam dengan bertumpukan kedua tangannya menekan  tepian kolam renang. Setelah keluar dan berdiri ditepian kolam renang Bethoven mengibas-ngibaskan  rambutnya yang hitam dan sedikit panjang itu.


Lengan Bethoven yang kekar, dada bidang Bethoven, juga perutnya yang sixpack terlihat begitu menggoda  bagi mata para gadis remaja yang kini memandangnya tanpa berkedip. Apalagi wajah Bethoven yang  tampan ditunjang kulitnya yang putih. Bulir-bulir air masih menempel ditubuhnya dan itu menambah kesan  seksi dimata genk BCD.


‘Glek, aku ingin bisa menempel seperti bulir-bulir air itu.’ Kata batin Bella.


Diva langsung berdiri dan mengambilkan handuk lalu menghampiri Bethoven. Dengan tubuh terlilit handuk  putih lebar, Diva memberikan handuk itu pada Bethoven. Dia tak bisa menutupi rasa kagumnya pada aura  maskulin yang ditebakan Bethoven. Tapi dia juga jengah karena melihat dua sahabatnya sampai saat ini  masih melotot dengan mulut terbuka lebar melihat Bethoven.



\===o0o===


Siang itu dikantor Adli.


“Bang…” Panggil Nabila pelan.

__ADS_1


“Hmmm… apa?” Jawab Adli tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.


“Aku ingin mulai usaha diluar dunia hiburan ini bang.”


“Bagus itu. Tapi kamu harus pikirkan secara matang ya.” Sahut Adli masih belum mengalihkan pandangannya dari laptop.


“Tapi usaha apa bang?”


“Lhoooo…” Kini Adli baru menolehkan pada Nabila yang duduk didepannya.


“Aku bingung bang.”


“Kenapa? Karena kejadian beberapa hari yang lalu itu? Kamu jadi memutuskan ingin merintis usaha  sendiri?” Tanya Adli lalu berdiri dan mengamit Nabila untuk duduk disofa.


“Salah satunya sih itu juga bang.” Jawab Nabila setelah duduk di sofa didepan Adli. “Tapi beberapa hari ini  aku mulai berpikir agar aib yang kusimpan selama ini tetap tersimpan. Dan Diva yang terlahir sebagai anak  haram yang tak diharapkan papanya bisa tertutup rapat. Yaitu tidak terlalu exist lagi di dunia hiburan ini. Lebih baik lagi kalau aku menghilang sepenuhnya dari sana.”


“Hmm… Jangan terburu-buru. Itu saja pesan aku. Pelajari terlebih dulu, mantabkan hatimu untuk berwira  usaha, karena berwira usaha selain keahlian juga diperlukan keuletan, ketekkunana dan kesabaran saat  menghadapi masalah.” Nasihat bijak Adli. “ Bisnis apapun yang nantinya kamu pilih untuk kamu jalani, aku  pastikan akan berusaha untuk membantumu sepenuhnya.”


“Iya bang. Aku tidak akan terburu-buru melangkah.”


“Baguslah kalau begitu.” Ujar Adli. “Minggu ini kamu akan menghadiri lagi beberapa acara gathering dengan  sebuah produk mobil. Schedule lengkap sudah kuserahkan ke asisten kamu untuk diatur waktu dan  akomodasinya. Dan untuk kali ini dan kedepannya kamu tenang saja, karena aku pastikan kamu tidak akan  mengalami kejadian seperti tempo hari.”


“Iya bang. Terima kasih, abang memang abangku yang terbaik.” Jawab Nabila dengan senyum lebarnya.


Bersambung…


________________________________________________________

__ADS_1


Author note :


Foto-foto diatas hanya ilustrasi bukan penggambaran sebenarnya dari tokoh-tokoh  dalam karya ini. Hanya sebagai penunjang author untuk menyampaikan maksud  tulisan.


__ADS_2