
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
Sebuah motor scoopy berwarna hitam dan agak kusam berdebu, melaju pelan di jalanan yang agak sepi tak begitu ramai. Bukannya jauh dari pusat kota, bukan. Namun, kondisi itu memang sudah tercipta sejak dulu, di mana tempat ini merupakan wilayah bermukim kaum konglomerat.
Kawasan para pejabat dan pembesar ini, tidak memperkenankan lalu lintas umum melewatinya. Tingkat keamanan kawasan ini pun begitu ketat dan sudah pasti sangat menjamin kenyamanan segenap penghuni.
Tampak seorang wanita cantik dengan perut membesar, mengendarai kendaraan beroda dua tersebut mengelilingi kawasan mewah ini. Raut ceria terlukis jelas di wajahnya yang berpeluh terpapar hangat mentari pagi.
Sesekali ia akan memejamkan matanya sejenak sambil menghirup segarnya udara pagi memanjakan paru-parunya.
"Untuk saat ini saja, aku cukup bahagia." Senyumnya mengembang mengucapkan itu. "Rasanya seperti mengulang masa lalu." Lagi senyum itu semakin melebar.
"Aku rindu hidupku yang dulu, bebas seperti saat ini. Menyusuri waktu dan perjalanan bersama mereka berdua. Akh, apa kabar kalian? Rindu ini tak pernah bisa menepi barang sejenak."
Asik bermonolog hingga ia tak menyadari telah berkendara melewati kawasan mewah ini. Baru beberapa meter jauh dari gerbang wilayah itu, sebuah mobil yang berlawanan arah menghentikannya. Ia pun berhenti.
"Kak," ucap gadis itu pelan. Ia mengenali mobil dan juga pengemudinya.
Seorang pemuda menepikan mobilnya sebentar lalu keluar dari sana, menghampiri gadis manis dengan perut besarnya.
"Hei, mau ke mana? Kenapa harus bawa motor sendiri? Siapa yang ngizinin ini sih? Vino mana?" cecar pemuda itu tanpa jeda.
"Selamat pagi dulu, Kak. Jangan langsung marah-marah, ini masih pagi! Gak baik marah-marah." Tertawa kecil.
"Iya, Selamat pagi Nyonya Alvino! Suami sama mertua kamu mana, hah? Kenapa kamu bisa ke luar dengan motor sendirian? Pasti kabur diam-diam kan?" Jelas saja dia tahu hal itu.
Rossa tertawa lepas begitu cantik dipandang, dan itu merupakan hal pertama kali sepanjang pernikahannya dengan Alvino. Ia merasa lucu melihat wajah marah yang dibuat-buat teman suaminya.
Sepertinya dia bahagia sekali pagi ini. Ikut tersenyum jadinya kan?
"Kok Kakak tau sih?"
Wajahku seperti orang yang sedang melarikan diri kah? Batinnya sambil meraba-raba sisi wajahnya.
"Mami sama Kak Vino di rumah. Rossa cuman muter-muter bentar aja, Kak. Bosen di rumah terus." lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Ya ... tetap saja harus izin dulu. Pasti yang lain lagi panik nyariin kamu. Ayo, pulang!" ajak pemuda itu.
"Kakak duluan saja, Rossa masih pengen jalan-jalan sebentar lagi. Jangan kasih tau mami yah!" pintanya dan hendak menyalahkan motor.
"Gak bisa. Suamimu bisa marah, Sa!" cegah pemuda yang merupakan teman suaminya.
"Gak bakal, Kak. Dia gak akan peduli sama aku." Rossa tersenyum sendu. "Udah, Kakak pergi aja, sana jemput bos Kakak yang pemarah itu." Keduanya tertawa berbarengan.
Tin!
Tin!
Tin!
Bunyi klakson panjang menghentikan tawa keduanya bersamaan.
Mampus gue ….
"Orangnya datang, Sa. Pulanglah, jangan membuatnya semakin marah!" saran Alex, teman baik Alvino.
Rossa tak menjawab ataupun bergerak sedikit saja dari tempatnya. Tubuhnya mendadak kaku begitu mendapati Alvino di sana. Mata yang berkedip pun tidak, hanya hembusan nafasnya yang juga tak terdengar.
Alvino keluar dari mobil dengan membanting pintu mobilnya kuat. Ia berjalan cepat mendekati istrinya.
Tanpa bertanya ataupun sepatah kata yang terucap, Alvino bergerak menarik tangan Rossa turun dari motor.
Mengerti bahwa lelaki di hadapannya ini sedang diliputi marah, Rossa pun bergegas turun meski gemetaran. Saat Alvino kembali ingin menariknya lagi untuk pergi, Rossa sedikit menahan langkahnya. Alvino menatapnya dengan kening yang mengerut.
"A-ak-aku harus mengembalikan motor …." Belum juga selesai bicara, langkahnya sudah kembali terseret tanpa bantahan ataupun penolakan lagi.
"Pelan-pelan aja, Vin! Dia …."
"Shut up!" Pelan tapi tersirat amarah terpendam yang hampir meledak.
Alex terdiam dan hanya bisa menggelengkan kepalanya menyaksikan perlakuan lelaki itu pada istrinya. Ia pun sudah tau apa yang harus ia lakukan selanjutnya, sebelum mengikuti pasangan suami-istri itu.
Begitu keduanya masuk ke mobil. Alvino langsung menginjak pedal gas dan melesat kembali ke rumah. Di dalam mobil, Rossa begitu merasa tegang. Jantungnya tidak bisa berdebar dengan normal. Entah itu debaran gugup ataukah takut, Rossa tidak dapat menikmatinya.
Tidak membutuhkan waktu lama, keduanya tiba di rumah. Di depan sana, mami Lusy dan suaminya sudah menunggu dengan tak sabar. Melihat mobil putranya yang memasuki gerbang, wanita paruh baya itu langsung berlari meski masih jauh di depan. Alvino memberhentikan mobil tepat di depan ibunya.
Mobil itu berhenti, tetapi salah satu dari keduanya tidak juga bergerak turun. Rossa yang ketakutan, sedangkan Alvino yang berusaha meredam emosi.
"Turunlah!" Satu kata itu begitu pelan dan terdengar lembut di telinga Rossa.
__ADS_1
Entah keberanian dari mana, Rossa menoleh pada laki-laki yang duduk di sampingnya. Giliran Alvino yang dibuat berdebar dengan tatapan teduh Rossa. Tidak ingin terlihat salah tingkah, Alvino membuang pandangannya ke luar jendela.
Rossa tersenyum kecil lalu segera membuka pintu dan turun. Sayangnya, Alvino tidak melihat senyum manis sang istri yang ditujukan untuknya. Begitu Rossa sudah ke luar dan menutup kembali pintu, Alvino menghembuskan nafasnya lega melepaskan gugup yang menawannya beberapa detik lalu.
"Huh, apa sih, bisa-bisanya dibuat gugup oleh gadis bodoh itu." Tertawa pelan. Lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri.
"Apa aku mulai menyukainya?" Menggelengkan kepalanya beberapa kali. "Tidak! Aku hanya peduli!" Masih membantah keras, rasa yang sebenarnya sudah tercipta sejak lama.
Dari balik kaca mobil, Alvino melihat kedekatan istri dan ibunya. Meski bibir itu berulang kali menyangkali rasa di hati, tapi sorot matanya tidak bisa menutupi, bahwa ia senang dengan tingkah serta tutur lembut gadis yang tengah mengandung darah dagingnya. Wait, apakah Alvino sudah mengakui kenyataan itu?
..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Cara dia melihat cinta akan berbeda semenjak patah hati itu....
..._Raditya Dika_...
...🦋...
...Selanjutnya …...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Holaaaaaaa 👋 ketemu lagi dengan AG 🤗
Terima kasih buat yang selalu menunggu 🙏
Jangan lupa untuk selalu like dan komen yah 😍
Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗
Ig author : @ag_sweetie0425
____________________
Ada lagi nih, guys 😘 karya teman aku. Keren banget pokoknya, ini juga banyak diincar pembaca loh 😍 Sambil nungguin ban selanjutnya, bolehlah mampir sebentar 🥰
__ADS_1