
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
Raja siang merangkak cepat mencapai batas cakrawala. Langit biru teralihkan dengan kawanan awan berbentuk domba berwarna jingga. Jejak-jejaknya menyeret semburat yang berpadu dengan kentalnya tinta keemasan dari pantulan sang raja siang.
Hari petang mempersembahkan vista khas yang tak pernah luput dari kekaguman setiap insan. Ending suatu perjalanan dari rumitnya hari yang selalu menakjubkan.
Sebuah kendaraan beroda dua, terlihat melaju di tengah jalanan yang ramai. Menyelip di antara padatnya kendaraan lain. Berhenti beberapa kali di persimpangan, saat lampu jalan berwarna merah menyorot di sebagian titik.
Saat berhenti di persimpangan terakhir, pengendaranya iseng melepas masker yang sedikit mengganggu laju nafasnya, menyisakan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Sejenak ia melepas lelah lewat hembusan nafas yang sedikit berat.
Merasa sedikit gerah, ia lalu melepas helm sebentar dan menyugar rambutnya dengan begitu cool. Setelah merasa sedikit sejuk, ia kembali memakai helm dan bersiap menjalankan motornya lagi.
"Kenn …."
Nama itu terucap dari bibir seksi seorang gadis cantik, yang tengah duduk di balik kemudi sebuah mobil mewah.
Mobil yang terparkir tepat di samping motor yang pengendaranya ternyata adalah Kenn. Dari balik kaca mobil yang gelap, gadis di dalam sana terus memperhatikan gerak-gerik Kenn. Seulas senyuman penuh arti, tercetak di wajah cantiknya yang didominasi kejudesan.
Lampu lalu lintas bertukar wanrna menjadi hijau. Kenn dengan cepat melajukan motornya kembali. Namun belum juga sampai di rumah, bunyi benturan yang cukup keras dari arah belakang menyita perhatiannya untuk berhenti. Kebetulan saat itu Kenn melewati jalur sunyi yang sedikit lengang.
Dilihatnya dua buah mobil terhenti di sana karena saling bertabrakan. Tampak seorang pria yang mobilnya menjadi sasaran hantaman mobil di belakangnya, keluar dan marah-marah sambil menggedor-gedor pintu mobil si pelaku.
"Keluar! Keluar gak?"
Seorang gadis cantik keluar dari sana dengan gerakan pelan dan terseok-seok, juga tampang yang acak-acakan.
"Maaf, Bang. Gak sengaja," ucapnya dengan nada berat serta serak.
"Bisa nyetir gak sih? Kalau belum bisa nyetir, belajar yang benar dulu. Nih, liat. Mobil saya lecet. Harus tanggungjawab pokoknya."
"Jangan ngegas dulu lah, Bang. Kan saya sudah minta maaf, gak sengaja juga."
__ADS_1
"Saya gak butuh maaf, yang saya butuh pertanggungjawaban anda."
Gadis itu sedikit mengintip, melihat kondisi mobil di depan sana.
"Aih, gak parah amat itu kok, Bang. Masa gitu doang minta ganti rugi." Gadis itu seolah tak menggubris.
"Apa katamu? Gak parah? Sini." Pria itu menarik tangan sang gadis. "Sini …."
"Maaf, Bung. Ini ada apa? Bisa gak, gak usah kasar juga?"
Tiba-tiba Kenn datang dan menghentikan aksi pria itu.
"Anda jangan ikut campur yah. Nih, ini mobil saya lecet gara-gara ini cewek. Gak bisa nyetir, sok banget ngebut."
"Ya saya gak sengaja, udah minta maaf juga, marah-marah mulu. Lagian gak parah kok itu." Sang gadis menggerutu.
"Mau parah atau gak, lecet dikit atau banyak, tetap saja anda harus tanggung jawab." Sang pria ngotot.
"Saya gak bawa dompet. Gimana kalo saya bayar pake ciuman aja?"
Kenn terkejut mendengar itu, dengan refleks menoleh tak percaya pada sang gadis. Sedikit penciumannya menangkap bau alkohol yang menguar dari terpaan nafas gadis itu.
Pantesan mabuk. Ck, gampang banget nawarin diri.
"Gini aja, mobilnya dibawakan saja ke bengkel tempat kerja saya. Biar saya yang nanti memperbaikinya."
Kenn menengahi perdebatan antara pelaku dan korban. Ia memberikan alamat bengkel tempat kerjanya, dan segera berbalik hendak pergi.
"Aaakh …."
Gadis tadi terjatuh. Kenn berbalik lagi dan melihat pria tadi sudah buru-buru masuk ke mobilnya.
"Bung, sebentar."
Kenn memanggil pria tadi lebih dulu. Ia tak langsung membantu sang gadis.
"Karena saya yang akan bertanggung jawab atas kerusakan mobil anda, bagian anda tanggug jawab dia nih. Maaf, saya membantu urusan perbaikan saja. Dia, anda yang urus. Tolong antarkan, jangan ditinggal."
Setelah itu Kenn langsung beranjak pergi tanpa berbalik lagi. Meninggalkan dua orang yang tadi berseteru itu dalam kondisi melangap.
"Ih, apaan sih? Gak usah pegang-pegang. Sana awas, gue bisa sendiri."
__ADS_1
Gadis itu menepis tangan sang pria yang hendak membantunya berdiri.
"Acting Lo dah bagus, sayangnya salah target."
Lelaki itu terbahak dan membuat sang gadis semakin kesal. Ia bergegas masuk ke mobil dan meluapkan kekesalannya di dalam sana.
"Aaarrrrggggghhhh, brengsek! Kok dia lebih milih rawat mobil jelek itu dari pada gue? Kurang cantik apa sih gue? Apa masih kurang seksi?" Gadis itu memukul kemudi dengan kesal.
"Reen, dia siapa sih? Oke juga tuh kayaknya. Ganteng, sopan banget lagi. Tipe-tipe good boy. Lo kenal orangnya?"
Pria tadi mendekati mobil si gadis, bersandar di sana sambil pandangannya menatap Kenn yang sudah menjauh dengan motornya.
"Namanya Kenn. Suami dari salah satu the most wannted di kampus. Makin hari makin ganteng aja," ucap sang gadis.
Apa kabar, Jenn? Lama gak ngusik hidup Lo ….
Sudut bibir gadis itu terangkat sempurna menggambarkan aura sinis.
..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Selanjutnya …....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Holaaaaaaa 👋 Telat yah up-nya 😁
Tenang, otor kasih 2 bab ✌️
Ingat ….
Like
Komen
__ADS_1
Dan jangan pada bosen.
See you next part 😁