
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
"Jadi itu yang bikin gak tidur semalaman, terus bangun kesiangan? Iya?" tanya Filen pada kakaknya.
"Come on, Fil. Kakak pria dewasa yang normal," jawab Felix.
Keduanya kini sedang berada di dapur. Filen yang duduk manis pada meja bar, hanya menyaksikan sang kakak yang mulai berkutat dengan alat masak.
"I know, i see. Seenggaknya, carilah wanita yang bermoral. Jangan tampilan model PSK gitu dong, Kak. Gak banget deh, iyuuuuuhhh."
Filen masih jijik mengingat busana yang dikenakan perempuan tadi. Beda halnya dengan Felix yang hanya terkekeh mendengar ocehan sang adik.
"Gimana yah ... dia jual ya aku beli. Dia sendiri yang nawarin, mana mau nolak aku."
Lelaki itu masih tertawa sambil tangannya tak berhenti memainkan spatula.
Filen mencebik. "Duh, seleranya, Baaaanggg, Bang! Murah amat."
Wanita bertubuh ramping itu menurunkan sedikit bibirnya seolah mengejek sang kakak.
"Dah ah, kakak gak serius juga, Sayaaaaaanggg! Cuman buat senang-senang aja."
Lelaki itu tampak memasukkan beberapa bahan serta bumbu ke dalam wajan, lalu terlihat ia mengaduk-aduk sesuatu di dalam wajan tersebut.
Beberapa menit kemudian, tangannya bergerak mematikan kompor. Ia beranjak mengambil wadah dan menuangkan sesuatu dari wajan ke dalam wadah tersebut.
Dengan penuh cinta ia menyajikan hasil masakannya untuk wanita kesayangannya.
"Taraaaaaaa!!! Teriaki salmon ala chef Felix. Selamat menikmati, Tuan Putri!"
Ia menunduk dan mempersilahkan sang adik, layaknya seorang pelayan sungguhan. Filen tergelak melihat tingkah kakaknya, tetapi tak dipungkiri bahwa ia bahagia.
Teruslah tersenyum, hingga bahagia dapat kau genggam kembali.
Batin Felix ikut bahagia melihat senyum yang lama pudar di wajah cantik adiknya.
"Thank you, my lovely brother!" ucap Filen.
__ADS_1
Sebelum menyantap semua itu, ia berdiri dari duduknya dan menghadiahkan satu kecupan kecil di pipi Felix.
"Sama-sama, Sayang!"
Felix mengusap lembut kepala wanita yang selalu dianggapnya seperti anak kecil. Ia pun duduk, lalu keduanya menikmati makan siang bersama.
...🦋🦋🦋...
Kediaman Dharmawan.
Alvino benar-benar melewati hari ini bersama istrinya dengan baik. Setelah berbagi cerita bersama dengan orangtuanya, Alvino dan Rossa kembali ke kamar.
Laki-laki tampan dengan senyum manis itu berusaha untuk membahagiakan istrinya. Seperti saat ini, ia tengah memijat kaki Rossa.
Awalnya Rossa menolak. Alasannya, ia tidak ingin Tuan muda keluarga Dharmawan itu terlihat seperti pelayanannya.
Hal penting yang di pikirannya, tidak pantas seorang suami menyentuh kaki istrinya. Selain sadar diri, Rossa juga tahu aturan dan batasan.
Bukan saja menjadi seorang wanita yang kodratnya memang di bawah lelaki. Namun, Rossa juga menganggap dirinya bukan siapa-siapa yang pantas diperlakukan spesial oleh seorang Alvino.
Perbedaan kasta di antara mereka sangatlah berbeda jauh. Rossa merasa tidak ada artinya sama sekali. Alvino yang terlalu sempurna untukku dimiliki, dan terlalu tinggi untuk digapai. Bagaimana mungkin bisa menyentuh kaki wanita dari kalangan rendah seperti dirinya? Pikir Rossa seperti itu.
"Kakak tahu perbedaan langit dan bumi kan?" tanya Rossa dan Alvino mengangguk.
Alvino menggelengkan kepalanya lalu meraih jemari tangan Rossa.
"Dan pernahkah kamu mendengar tentang langit dan bumi yang saling merindu? Hujan ada di antara mereka. Bumi tidak pernah mendorong hujan supaya bergerak naik menyentuh langit. Namun, sebaliknya langit yang dengan ikhlas menjatuhkan hujan menyentuh bumi. Serendah-rendahnya bumi, ia tidak pernah duluan menyapa langit. Dan setinggi-tingginya langit, dia yang selalu mengalah menunduk menyapa bumi terlebih dulu."
Alvino menatap lekat wajah cantik yang baru-baru ini telah menempati hampir seluruh ruang dalam hatinya.
"Kamu tahu, dirimu yang seperti bumi, adalah tumpuan yang menopang aku. Aku tidak akan pernah bisa berdiri sekuat dan setegar sekarang, jika bukan karena topanganmu. Sejak berpijak di atas cintamu, kakiku semakin kuat. Dan tanpa orang lain tahu, aku yang katamu seperti langit, hampir saja runtuh, jika bukan kamu yang tetap berdiri menahan semua rasa sakit sehingga aku sekokoh ini."
Alvino mengangkat jemari Rossa yang masih dipegangnya. Dikecupnya punggung tangan halus itu begitu dalam.
"Jangan pernah merendahkan dirimu lagi. Jangan dengarkan kata orang. Mereka tidak tahu sehebat apa kamu berjuang menyembuhkan lukaku, menata duniaku yang hancur dan porak-poranda. Kamu wanita terhebat, Glyn. Aku menjadi manusia yang sangat beruntung memilikimu. Kamu lebih dari indah, kamu berharga."
Kata-kata Alvino seperti hembusan angin yang meniupkan perih di manik coklat milik Rossa. Angin itu berhembus semakin kuat dan menggugurkan setetes cairan bening dari pelupuk mata indahnya.
Aku pernah bahagia, tapi tidak sebahagia ini, Tuhan. NikmatMu mana lagi yang dapat aku dustakan?
Batin Rossa sambil tersenyum kecil di balik tangisnya.
"Don't cry, Honey!"
Alvino tersenyum dan menghapus lelehan penuh perasaan yang membasahi pipi mulus istrinya.
__ADS_1
"Jangan pernah meremehkan dan merendahkan dirimu lagi. Sebab aku bukanlah apa-apa tanpa dirimu. Aku hanyalah seorang Alvino yang menyedihkan, lalu didaur ulang dan dipoles oleh kamu menjadi indah serta lebih berarti seperti sekarang ini. Jadi, biarkan aku membalas semua yang sudah kamu lakukan. Biarkan aku mengabdikan seluruh cintaku untuk kamu seorang."
"Kak …." Rossa merengek manja.
Ia tak tahan lagi mendengar banyaknya kata-kata cinta yang begitu puitis dari lelaki kesayangannya.
"Apa, Honey?"
Alvino tertawa dan membawa gadis manis itu dalam pelukannya. Dihujamnya seluruh wajah gadis itu dengan ciuman penuh cinta.
"Sekarang duduk dengan tenang, biarkan aku melakukan tugasku." Alvino berpindah duduk di bawah kaki Rossa.
"Tapi, Kak …."
"No, no! Tidak ada penolakan. Lagian kamu buncit gini juga karena perbuatan aku kan?"
Alvino menaik-turunkan alisnya menggoda Rossa. Gadis itu malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Kakaaaaakkk!!!"
Tak bisa lagi menolak, Rossa membiarkan Alvino memijat kakinya. Ia menikmati semua itu dengan perasaan bercampur aduk. Ada malu, ada bahagia, juga ada tak tega. Berbeda dengan Alvino sangat menikmatinya.
..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Selanjutnya …....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Hai semuanya 👋 ketemu lagi 🤗
Like dan komen jangan lupa.
Thank you banget buat yang selalu menyempatkan waktu mampir dimari 🙏
Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗
Ig author : @ag_sweetie0425
__ADS_1