Metamorfosa Rasa (My Glyn)

Metamorfosa Rasa (My Glyn)
Pasutri Kompak


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


...________________...


...*...


...*...


...*...


Keesokan harinya, Rossa bangun pagi dan sudah tak mendapati Alvino di sampingnya. Dengan kelopak mata yang masih tertutup, jemari lentik bumil cantik itu merayap di bawah selimut, meraba-raba, mencari sosok yang selalu menghangatkannya akhir-akhir ini.


Namun, malah kekosongan yang disentuhnya. Bukan sosok suami yang ia cari. Seketika, netra indah itu pun terbuka sempurna.


Tatapannya langsung tertuju pada jam dinding yang terpatri manis di dinding kamar. Rossa memicingkan matanya demi bisa melihat dengan jelas. Waktu menunjukkan pukul 06:15.


"Sepagi ini, dan ... kakak udah gak ada?" Rossa tak percaya. Ia menoleh ke arah walk ini closet. "Hoam, pasti di sana."


Bumil cantik itu menyingkap selimut yang masih membalutnya, lalu turun dengan perlahan dari ranjang. Ia menyeret langkahnya menuju kamar ganti, hendak mencari Alvino di sana.


Belum juga sampai di sana, bunyi deritan pintu yang bergesekan dengan lantai begitu pelan, menghentikan langkah berat Rossa.


Sesosok tampan keluar dari dalam sana dengan penampilan yang sudah sangat rapi.


"Good morning, Honey." Alvino mendekat dan langsung memberikan kecupan di bibir istrinya. "Udah bangun yah?" Membelai wajah ayu itu dengan sangat lembut.


Rossa diam dan terus menatap manik pekat Alvino. Tatapan datarnya bagai busur yang mengantarkan beberapa panah pertanyaan.


Alvino tersenyum melihat pantulan wajahnya di dalam manik kecoklatan sang istri. Tangannya terulur menarik tubuh padat berisi itu dalam pelukannya.


"Kenapa hmm? Masih ngantuk? Tidur lagi kalo gitu." Alvino bergerak ingin mengangkat tubuh Rossa, tetapi perempuan itu menepis tangannya.


"Ad …."


"Mau kemana?" tanya Rossa dengan wajah datar.

__ADS_1


Alvino mengernyit. "Ke kantor, Hon. Emang mau kemana lagi?"


"Sepagi ini?" tanya Rossa sekali lagi.


"Memang kenapa kalo sepagi ini? Kamu mencurigaiku?" Alvino balik bertanya. Laki-laki itu bahkan sedikit membungkukkan tubuhnya, agar bisa memandang jelas netra coklat sang istri.


Rossa tak bergeming. Tatapannya pun tak berubah, masih sama seperti tadi. Sedetik kemudian, ia memutuskan tatapan itu dan langsung membalikkan tubuhnya.


"Enggak, Kak. Heran aja, gak biasanya." Rossa lalu bergegas merapikan tempat tidur mereka.


"Kemarin aku gak masuk, Honey. Jadi …."


Ucapan Alvino terpotong dengan kata-kata Rossa. "Jadi Kakak harus masuk lebih awal dari karyawan. Kakak harus menyelesaikan pekerjaan kemarin, dan aku terlalu bodoh untuk urusan kantor seperti itu." Rossa terkekeh merasa bodoh


Entah mengapa kata-kata itu meluncur dari mulutnya begitu saja. Padahal Rossa tak seperti itu. Bumil cantik satu ini terkenal sangat irit bicara. Alvino sampai melongo mendengarnya.


Lelaki itu mendekat dan langsung membalikkan tubuh Rossa sedikit kasar.


"Kamu kenapa sih? Ada apa?" Alvino menyorot tajam bola mata indah istrinya.


Lagi-lagi Rossa menepis tangannya. "Gak ada apa-apa, Kak. Ayo, sarapan! Nanti Kakak telat."


"Honey, hey! Ngomong dulu ada apa? Aku gak tenang kalo kayak gini. Maafin aku kalo ada salah. Jangan giniin aku, Hon! Honey!" Alvino berucap sedikit kencang karena tubuh Rossa yang sudah menjauh, bahkan hampir menghilang di balik pintu.


Alvino yang tidak bisa marah, hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah berbeda sang istri pagi ini.


Langkah kaki mengajaknya keluar menuju ruang makan, menyusul Rossa yang sudah lebih dulu ke sana.


Di ruang makan, sepasang suami-istri itu saling mendiami. Alvino hanya mengikuti suasana hati istrinya saja. Pikirnya, mungkin mood ibu hamil satu itu sedang tidak bagus kali ini.


"Kalian kenapa?" Tuan Dharma menangkap hal seperti dulu lagi pagi ini.


"Gak kenapa-kenapa, Pi." jawab keduanya berbarengan.


Mami Lusy yang mendengarnya pun jadi senyum-senyum sendiri. Ia sempat ingin menanyakan pertanyaan yang sama, tetapi sudah lebih dulu di dahului suaminya.

__ADS_1


"Pasutri kompak banget. Orang yang saling cinta selalu sehati yah, Pi?" Wanita berusia senja itu menggoda anak dan menantu.


Rossa dan Alvino saling melemparkan pandangan, tetapi bumil itu lebih dulu memalingkan wajahnya. Sedangkan Alvino tetap menanggapi dengan senyum kecil. Ia sangat memaklumi kondisi istrinya.


Selesai sarapan, Rossa kembali ke kamar mengambil tas dan jas Alvino. Setelah itu ia mengantar calon ayah dari anaknya sampai di depan. Meskipun sedikit kesal dengan suaminya, Rossa tetap melakukan tugasnya sebagai istri yang baik.


"Marahnya jangan lama-lama, Mami," bisik Alvino pelan. Ia lalu mencium seluruh wajah istrinya sebelum masuk ke mobil.


Pandangan Rossa mengantarkan kepergian Alvino hingga menghilang ditelan gerbang. Setelah itu ia masuk dan menemui ibu mertuanya.


"Mi, Rossa boleh minta sesuatu gak sama Mami?" tanyanya.


"Apa sih yang tidak untuk kamu, Sayang? Katakan, apa yang kamu mau?" Mami Lusy bertanya balik dan itu membuat Rossa terkekeh pelan.


"Rossa mau ke kantor kakak. Boleh gak, Mi?"


..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...


...Selanjutnya …....


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Hai, masih ada lagi 🤭


Oh iya, Rossa dan Alvino mau ngucapin Happy Valday buat semua kesayangan Rossa di sini ❤️😍


Terima kasih buat yang selalu setia menunggu 🙏

__ADS_1


Jangan lupa dukung Rossa dan Alvino lagi yah 🥰


Sampai jumpa di bab selanjutnya 🤗🤗


__ADS_2