
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
Rossa yang kala itu tengah duduk santai, terperanjat bukan main. Buku yang masih berada di tangannya, terlepas dan membentur ubin begitu saja. Kedua bola matanya membulat, manik hitam itu berkilat rindu yang kental.
Tubuhnya bergerak sedikit payah untuk berdiri, tetapi geraknya kaku dan terlihat kesulitan. Akhir-akhir ini, bumil cantik itu tertawan oleh usia kehamilan yang hanya tinggal menghitung hari.
"Eits, duduk saja Nona Muda, saya yang akan ke situ," ucap dia yang bertamu saat itu.
Melihat Rossa yang hendak berdiri saja kewalahan, ia pun berinisiatif untuk menghampirinya.
"Za!" pekik Rossa kesenangan.
Meskipun mata indah itu kini tergenang, tetapi binar bahagia berpadu rindu, tak dapat tersembunyi. Ada rasa yang meluap-luap dalam benak calon ibu muda itu. Senyum manis terlukis di wajahnya dalam bingkai haru.
Dia yang dipanggil Rossa, langsung mendekat dengan kedua tangan yang terentang, siap merengkuh tubuh padat dan berisi. Namun, langkahnya tiba-tiba berhenti dengan suara dua perempuan berbeda generasi itu.
"Eh, mau ngapain?" tanya mami Lusy dan Rossa berbarengan.
Dia yang masih berdiri saat itu, bingung sendiri. Sebelah alisnya terangkat mengatasnamakan pertanyaan.
"Jangan bertanya apapun! Cukup, duduk diam di samping menantu tante, tanpa menyentuhnya sedikitpun!" ucap mami Lusy dengan tegas.
Rossa yang tadinya hampir menangis melihat kedatangan Reza, kini tertawa kecil. Kehadiran lelaki itu selalu berhasil menghiburnya sedari dulu.
"Maksudnya apa ini? Aku kangen sama dia Tan, masa duduk diam tenang aja kek patung gitu? Orang kangen mah peluk …."
__ADS_1
"No!" pekik Rossa. Tangannya terangkat dan langsung menahan langkah Reza yang mendekat.
"Apa sih, Sa? Lo juga jadi ikutan halangin gue? Lo gak kangen sama gue?" Reza gusar sendiri.
Rossa nyengir melihat teman yang merangkap sebagai adik iparnya itu.
"Kangen, Za. Kangen banget," ucap Rossa begitu tenang. Air mukanya kini berganti sendu.
Baik Reza maupun mami Lusy, sudah bisa membaca ayat-ayat rindu yang tersirat pada rona wajahnya.
"Mami tinggal sebentar yah, Sayang," ucap mami Lusy pada menantunya. Kembali ia berbalik menatap Reza. "Tante titip mantu tante. Jagain baik-baik, awas kalo sampe kenapa-napa!"
Wanita paruh baya yang masih saja cantik itu, berjalan meninggalkan menantu dan keponakannya. Ia sengaja memberikan ruang dan waktu, untuk dua teman yang lama tak bersua. Terlebih, mami Lusy tahu bahwa Rossa butuh privasi tuk menanyakan tentang dua sahabatnya.
Ibu satu anak itu memahami betul, jika saja putranya berada di sana saat itu, Rossa mungkin tidak akan bisa bersua dengan Reza, apalagi menanyakan sahabat-sahabatnya. So, this is chance.
"Are you, ok?" tanya Reza memastikan keadaan Rossa.
Lelaki ramah dengan positive vibes itu, sudah memprediksi tentang hal ini selama perjalanan tadi. Apa reaksi bumil itu nantinya? Pertanyaan apa yang akan mendominasi perbincangan mereka? Reza tahu pasti.
Ia tersenyum kecil sebelum akhirnya menjawab pertanyaan ibu hamil satu itu. "Mereka baik, sangat baik. Mereka … ah, lo sendiri gimana kabar?"
Kasih tau, jangan yah?
Reza ragu untuk memberitahukan keberadaan dua sahabatnya itu. Tidak semudah yang dibayangkan orang-orang, tidaklah segampang yang Reza dan timnya pikirkan.
"Please, jangan tanyakan tentang gue dulu, Za! Ceritakan tentang mereka, gue kangen banget, pengen tau kabar mereka. Apa saja yang sudah mereka lalui tanpa gue? Udah pada selesai wisuda belom? Putri udah punya gandengan belom? Jenn sama kek Kenn gimana? Dia udah hamil lagi kah? Cerita, Za, ayo!"
Bumil cantik itu menghujam Reza dengan rentetan tanya tanpa spasi. Ia bahkan sampai harus bergeser di sebelah lelaki itu agar lebih dekat.
"Satu-satu dulu dong, Bumil. Pusing mo jawab yang mana dulu." Reza terkekeh melihat antusiasme kakak iparnya.
"Iiiih, cepetan cerita! Gue gak bakal punya waktu buat nanya gini lagi, kalo tuan pemarah itu pulang," ucap Rossa sambil melirik ke arah pintu. Ia tahu bahwa sebentar lagi si pemarah itu akan kembali dari kantor.
__ADS_1
Lagi Reza tergelak. "Justru gue yang penasaran sama hubungan kalian. Gimana perkembangannya? Ada kemajuan?" tanya Reza sembari menarik turunkan alisnya.
Plakkk ….
Tangan mungil itu mendarat di lengan Reza, bersamaan dengan kehadiran seseorang yang baru saja masuk dan menyaksikan apa yang dilakukan si bumil.
"Glyn!"
Suara berat itu menggemakan nada-nada ketidaksukaan. Reza dan Rossa lantas menoleh dan dibuat mati kutu.
Mampus gue! Reza membatin.
Tuh kan, dia pulang. Huaa, aku gak bisa lagi nanyain kabar mereka. Awas lo Reza. Rutuk Jenn dalam hati.
..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Selanjutnya …....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Halo semuanya 👋 ketemu lagi 🤗
Jangan lupa like dan komen yah 😍
Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗
__ADS_1