Metamorfosa Rasa (My Glyn)

Metamorfosa Rasa (My Glyn)
Thank You for Loving Me


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


...________________...


...*...


...*...


...*...


"Tunda dulu mesra-mesranya, Papi! Aku ingin mendengar lebih dulu alasan Papi membohongiku sejak semalam sampai pagi ini."


Alvino terpaku dengan ucapan istrinya. Padahal ia sudah mencoba menghindari akan hal itu. Sudah bisa ia tebak maksud kedatangan sang istri yang tiba-tiba.


Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana tanggapannya nanti terhadapku? Gak mungkin aku jujur sekarang. Gak!


Alvino berperang dengan perasaan bimbangnya.


Mata elang lelaki tampan itu terkesan menghindar dari sorotan teduh istrinya. Alvino tidak kuat melihat tatapan lembut Rossa, karena hanya akan melemahkan keteguhannya. Ia telah berjanji untuk merahasiakan hal itu sementara waktu dari istrinya.


"Kenapa diam, Papi? Masih memikirkan alasan untuk membohongiku lagi?" Pertanyaan-pertanyaan gadis itu selalu tepat sasaran dan berhasil menggalaukan Alvino dalam pilihan.


"Ah, bu-bukan begitu, Honey." Alvino terbata. Ia menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan dengan perlahan. Mencoba lebih tenang menghadapi sosok lemah lembut di hadapannya.


"Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini dari kamu, Honey. Tapi … sebaiknya memang kamu gak harus tau sekarang." Kali ini Alvino menguatkan hati dan memberanikan diri membalas tatapan istrinya.


"Why?" Suara lembutnya bagai gedoran yang mengguncang jiwa Alvino.


Tidak langsung menjawab. Alvino meraih tangan sang istri, dan menuntunnya menuju sofa. Rossa pun patuh dan mengikuti seperti biasa. Tidak pernah membantah apa-apa yang diatur suaminya.


Alvino lebih dulu duduk di sana. Ia lalu menarik lembut tubuh Rossa, membawa bumil cantik itu duduk di pangkuannya.


"Dengarkan aku, Glyn! Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, untuk tidak akan pernah membohongi atau menutup apapun darimu. Aku tidak ingin cintaku menyakitimu. Kebohongan untuk sebuah kebaikan pun aku tidak ingin mengulanginya lagi …." Alvino menjeda ucapannya.

__ADS_1


Ia teringat akan kesalahannya dulu yang tidak mau berterus terang, pada akhirnya menjadi jurang pemisah antara dirinya dan Jenn. Alvino tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dalam kisah cintanya yang baru.


Berkaca dari pengalaman, membuat Alvino lebih berhati-hati dalam hubungannya sekarang. Banyak hal yang ia pelajari dan kini mengubah dirinya. Ia tidak ingin kehilangan dan terluka lagi. Apalagi sekarang ia sangatlah mencintai sosok lembut yang tengah berada dalam dekapannya itu.


Alvino akan belajar agar lebih bijak dalam setiap langkah dan tindakannya.


"Tapi kali ini izinkan aku merahasiakannya, karena semua hanya demi kamu, dan demi dia juga." Tangan Alvino mengusap perut besar istrinya dengan tatapan yang tidak lepas dari wajah cantik Rossa.


"Aku pasti akan memberitahukannya sama kamu, tetapi tidak untuk sekarang, Honey!" imbuhnya.


Bumil cantik yang tengah duduk di atas pangkuan suaminya itu, menunduk dan membalas tatapan sang suami. Ia mencoba mencari satu kebohongan atau alasan yang bisa saja mengelabuinya. Namun tidak. Binar di netra pekat Alvino memancarkan keseriusan dan kesungguhan.


"I'm sorry," lirih Alvino. "But trust me, Honey! Jika semuanya sudah membaik dan kondusif, aku akan mengatakannya." Kedua tangannya semakin erat dan posesif memeluk sang istri.


Rossa mencoba tersenyum dan menerima alasan suaminya.


Kenapa masalah ini ada hubungannya denganku? Wajah tampan ini bahkan terlihat banyak tekanan. Ada apa sebenarnya?


Rossa membatin. Sesungguhnya ia sedikit khawatir melihat gurat lelah yang tampak jelas di wajah sang suami.


"No …." Ucapan Alvino tertahan.


Sapuan lembut benda mungil dan kenyal di bibirnya, menahan semua ucapan yang sudah hampir terlontar. Alvino mendadak bungkam dengan sudut bibirnya yang sedikit terangkat.


Ia selalu menyukai ini, ketika sang istri berinisiatif untuk melakukannya lebih dulu.


"Are you teasing me, Honey?" tanya Alvino begitu Rossa menghentikan ciuman singkatnya.


Rossa tertawa pelan dan itu tampak indah di mata Alvino. Bumil itu menggoyangkan kepala serta tangannya.


Ia mengalungkan tangannya di leher Alvino sambil menunduk dan menyatukan kening mereka.


"I just wanna say thank you … thank you for loving me, Papi." Rossa berbisik begitu merdunya.

__ADS_1


"You know that ... i love you so much, Papi. Then, now, and forever will never change!" Lagi katanya membuat Alvino seolah terbang menembus nirwana.


Jika tidak mengingat pesan dokter, rasanya Alvino ingin sekali menyeret perempuan itu ke dalam ruang pribadinya, dan menerjangnya saat itu juga. Semua yang melekat pada sosok anggun itu sungguh membuatnya tergila-gila.


Ia hanya bisa melakukan hal kecil seperti saat ini. Menarik tengkuk gadis itu dan mencecap bibir ranum yang sedari tadi membuatnya melambung berkali-kali.


"I love you too, Glyn! More than you know even more than my old feelings!" balas Alvino tak kalah indah. Hal itu pun berhasil menerbangkan ribuan kupu-kupu mengelilingi Rossa.


Bumil itu tersenyum lalu turun dari pangkuan suaminya, setelah mendaratkan satu kecupan di hidung bangir lelaki tampan itu.


"Sekarang lanjutkan saja dulu kerjaan, Papi. Aku mau pulang," ucap Rossa dan Alvino tersentak.


Perkataan itu serta merta ditolak keras oleh lelaki berlesung pipi itu.


"No, Honey!"


..._____πŸ¦‹πŸ¦‹ MR πŸ¦‹πŸ¦‹_____...


...Selanjutnya …....


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Udah kan?


Nah, jangan lupa Vote-nya juga yah 😁

__ADS_1


Makasih buat keantusiasan dan dukungan kalian semua sayangΒ²ku πŸ˜˜πŸ™


Sampai jumpa di episode berikutnya πŸ€—


__ADS_2