Metamorfosa Rasa (My Glyn)

Metamorfosa Rasa (My Glyn)
Pemecatan


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


..._________________...


...*...


...*...


...*...


Waktu terus berputar tak mengenal lelah apalagi berhenti barang sejenak. Beberapa kali mata indah itu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jarum jam telah melewati angka 10, mengartikan bahwa sudah sejam lebih Rossa menunggu.


Bibir mungil itu selalu saja terkatup rapat, seolah menekan jenuh yang mulai berontak. Rasa lelah sudah memberi sinyal dan mengusiknya sejak setengah jam lalu, tetapi rasa sabar masih bersikukuh tuk bertahan.


Hilir mudik beberapa karyawan yang melintas di sana, menatapnya dengan sorot yang berbeda-beda. Ada yang meliriknya sinis dengan bisik-bisik berujung gosip. Ada yang menatapnya biasa saja, dan ada pula yang tetap bersikap santun seperti mereka memperlakukan tamu lain.


Rossa menanggapi itu biasa saja, bahkan justru ia yang merasa malu dengan kehadirannya di kantor suami sendiri. Lucu bukan?


Dug ….


Rossa sedikit meringis saat guncangan di perutnya mengagetkan.


"Sayang, bosen nungguin papi yah?" Jemari lentik itu mengusap lembut perut besarnya, sambil mengajak sang bayi berbicara.


Satu lagi cara ia membunuh waktu, dari sekian banyak yang sudah ia lakukan sejam lebih tadi. Mengajak bicara baby boy-nya di dalam sana.


Rossa sibuk dengan dunia kecilnya, dan tidak lagi memperhatikan sekitar. Kantor yang sedari tadi sedikit berisik, tiba-tiba saja menjadi tenang. Semua karyawan yang ada di sana menunduk hormat, kala melihat dua pria tampan yang berjalan masuk.


"Selamat pagi, Tuan!"


Seperti biasa, salam dan sapaan karyawannya tidak pernah dibalas. Sekretarisnya yang selalu saja membalas itu, tetapi hanya dengan anggukan kepala tanpa suara. Ah, tidak ada bedanya. Sungutan itu sudah menjadi makanan karyawan di sana.


"Selamat pagi, Tuan …."


Reception di sana terlihat ingin mengatakan sesuatu, tetapi atasan dingin itu terus saja melangkah tanpa melirik ke kiri maupun kanan. Beruntung sekretaris setianya tanggap akan hal itu.


Ia menoleh dan bertanya dengan bahasa tubuh yang langsung terbaca oleh sang reception.


"Maaf, Tuan! Ada seorang wanita hamil yang menunggu Tuan Alvino sedari tadi."


Ucapan wanita itu membuat Alvino yang tadinya sudah melangkah melewati meja reception, kembali berbalik. Alex juga cukup kaget mendengarnya. Mungkin saja pikiran dua lelaki itu sama dalam menduga siapa gerangan.


"Siapa?" tanya Alvino singkat.

__ADS_1


Wanita yang berdiri di balik meja reception itu hampir saja terjungkal mendengar suara atasannya. Seumur-umur bekerja di kantor ini, baru pernah atasan dingin itu bersuara menanggapi ucapannya langsung.


"Hei, Tuan sedang bertanya padamu. Siapa yang datang mencari Tuan?" Alex menyentak wanita itu dari lamunannya. Ia larut dalam pesona sang atasan.


"E-em, ma-maaf, Tuan! Orangnya tidak memberitahukan nama, tetapi sedang menunggu di sana." Wanita itu menunjuk tempat duduk untuk tamu yang berkunjung.


Di sana seorang wanita cantik dengan rambut tergerai indah tengah duduk membelakangi. Entah apa yang ia lakukan dengan posisi yang menunduk.


Sejenak Alvino terdiam sembari mengerutkan keningnya. Matanya fokus menandai rambut, juga pundak mulus yang sedikit terekspos di sana. Sepertinya ia mengenali sosok yang tengah bersembunyi di balik sofa itu.


Alex yang baru saja hendak melangkah ke sana mendadak berhenti, saat wanita itu berusaha bangkit berdiri dengan sedikit kesusahan.


"Honey!" seru Alvino tak percaya.


Lelaki tampan itu terperanjat bukan main, begitu sosok cantik di sana berbalik hendak ke luar. Dengan langkah lebar, ia segera melangkah menuju tempat istrinya berpijak.


Sementara Alex tak lagi meneruskan langkahnya. Ia pun sempat terkejut, tetapi kemudian segera berbalik dengan tatapan mengintimidasi pada dua orang receptions di sana.


"Datang sama siapa?" Alvino mengedarkan pandangannya, mencari seseorang yang mungkin saja membawa istrinya ke kantor saat itu.


"Kenapa datang sendirian? Kalau terjadi apa-apa sama kalian berdua gimana?" Ia khawatir karena tak menemukan siapapun, melainkan istrinya sendiri di sana.


Rossa tak menjawab, melainkan menatap lelaki tampan di depannya dengan raut sedikit kesal, dan hebatnya Alvino memahami itu.


"Maaf, Honey! Jangan memarahiku di sini, hukum saja aku nanti di ruanganku," bisiknya lembut di telinga Rossa.


Adegan romantis itu terekam netra-netra haus akan informasi tentang atasan mereka selama ini.


Jadi dia istri si bos?


Benarkah dia istri Tuan Alvino?


Istrinya cantik sekali.


Biasa saja tuh, lebih cantikan aku.


Wah, Tuan Alvino ternyata bucin juga.


Akh, si bos tebar keuwuan.


Begitulah pendapat-pendapat yang tersampaikan lewat bisik-bisik dan cicitan di belakang layar.


Berbeda lagi dengan dua receptions yang dibuat mati kutu dengan tetapan Alex.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Kami tidak tahu …." Ucapan dua receptions itu terhenti saat Alex mengeram kesal.


Alex yang baru saja akan melayangkan peringatan pada dua wanita di balik meja itu, terlambat dengan suara Alvino yang sudah mendahuluinya.


"Kalian, saya pecat!" ucap Alvino tanpa tedeng aling. Lelaki tampan itu sudah berdiri sambil merangkul sang istri, tak jauh di belakang Alex.


Tidak hanya dua receptions itu yang kaget mendengar putusan atasan tampan mereka, bahkan Rossa pun demikian.


"Maafkan kami, Tuan, Nona! Kami tidak tahu jika Nona …." Lagi-lagi ucapannya terhenti karena suara sang atasan yang kembali melengking.


"Saya tidak menerima alasan apapun. Lex!" sela Alvino yang dilanjutkan dengan panggilan pada sekretarisnya.


"Iya, Tuan!" jawab Alex.


"Bereskan mereka!" tegas Alvino dan Alex mengangguk.


Rossa menatap suaminya dengan dua receptions di sana secara bergantian. Saat Alvino hendak menuntunnya untuk beranjak, Rossa mencoba menahan langkah. Ia mendongak menatap suaminya dengan datar.


"Bilang sama sekretaris Papi, jangan lakukan apapun, dan suruh mereka untuk kembali melanjutkan pekerjaan. Atau … mau aku saja yang berbicara dengan sekretaris Papi?"


..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...


...Selanjutnya …....


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Halo, semuanya 👋 Happy Sunday 😇


Maaf banget yah, absen lagi 🤭


Makasih buat yang selalu menunggu 🙏🤗


Jangan lupa like dan komen yah, sayangku 😘


Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗

__ADS_1


Ig author : @ag_sweetie0425


__ADS_2