
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
Dentingan sendok, garpu, dan piring, memecah keheningan yang mendominasi di ruang kerja Alvino. Tampak sepasang suami-istri tengah menikmati makan siang di sana.
"Aaaa …." Rossa mengarahkan sesendok penuh makanan ke arah suaminya. Alvino pun membuka mulut menerima suapan dari sang istri dengan senang hati.
"Habis ini aku balik yah, Kak." Dengan mulut yang penuh tidak dapat berbicara, Alvino menggoyangkan tangannya.
"Temani aku sampai selesai, nanti kita pulang bersama." Tidak ada lagi bantahan.
Rossa yang tadinya hendak pulang, ditahan Alvino. Tidak mudah bagi lelaki satu itu untuk melepaskan sang istri dengan mudah, apalagi membiarkannya pergi sendiri. Rossa sudah menjelaskan bahwa ia tidak sendirian ke kantor, tetapi diantarkan supir keluarga. Alvino sedikit tenang, tetapi tidak lantas merasa puas.
Bagi Alvino, setiap rencana sang istri jika ingin ke luar rumah, harus melalui izinnya terlebih dulu. Dengan begitu, ia bisa memastikan segala yang baik, dan semestinya bagi perempuan cantik itu.
Kedatangan perdana Rossa di kantor sang suami, tentu membuat Alvino senang. Lelaki itu tidak mau membiarkan istrinya pulang dengan cepat. Rayuan Alvino berhasil menahan sang istri.
Setelah makan siang, Rossa masih tetap di sana menemani suaminya menyelesaikan pekerjaan. Sore hari, keduanya kembali ke rumah bersama. Hari itu berlalu dengan damai di hati Alvino, tetapi Rossa tidak demikian.
Bumil cantik itu masih memikirkan hal apa yang sebenarnya disembunyikan Alvino. Rasanya ia tak sabar lagi menunggu kesiapan sang suami untuk memberitahukan. Penasaran memeras habis kesabarannya, membuat ia tak dapat terpejam dengan nyenyak.
...*****...
Gelap tersingkir oleh waktu, giliran surya membentangkan kilaunya menghangatkan bentala.
Srreett, srreett, srreett ….
Bunyi tirai yang tersibak dalam sebuah kamar apartemen, mengusik tidur seorang wanita cantik.
"Bangun, Sayang! Nih, mama telepon terus dari tadi."
Seorang lelaki tampan mencoba membangunkan adik perempuannya yang masih terlelap.
"Fil, Filen!" panggil Felix untuk kesekian kali.
"Emm … bentar lagi, Kak," gumam Filen pelan. Matanya masih setia tertutup.
__ADS_1
📲 "Hubungi nomornya langsung aja, ma! Gak mau bangun dia."
Felix berbicara dengan ibunya yang memang saat itu tengah menelpon. Tidak betah menunggu sang adik untuk bangun, Felix menyerah dan memilih keluar kamar.
Dia yang terlalu memanjakan sang adik, tidak ingin mengusik kesenangan wanita itu lebih jauh. Felix selalu membiarkan adik satu-satunya melakukan apa pun yang ia mau, bahkan ia kerap mengikuti kemauan wanita itu.
📲 "Kamu selalu saja begitu."
Panggilan telepon itu pun berakhir. Felix langsung menuju ruang tamu, dan menghempaskan tubuhnya ke sofa. Beberapa luka serta memar yang terdapat di wajah maupun bagian tubuh lainnya, sungguh sangat menyiksa.
Felix yang ingin membuatkan sarapan untuk wanita kesayangannya, menjadi tidak bisa. Ia pun memilih memesan go food.
Baru semalam ia dan adiknya bisa tidur nyenyak, setelah melewati sebuah insiden yang cukup mengenaskan sejak kemarin malam.
Di samping itu, Filen yang masih tertidur di kamar, terganggu dengan dering ponsel berulang kali. Benda pipih persegi itu terus bergetar dan berdengung di sampingnya.
Sebelah tangan dengan jemari lentik, menari-nari di atas nakas, mencari benda yang masih terus memekik.
📲 "Hmm," gumam Filen malas. Gawai sudah melekat dengan kupingnya.
📲 "Pulang sekarang juga, Filensya!" pekik sang ibu dari balik ponsel.
Wanita yang masih bersembunyi di balik selimut itu, langsung menjauhkan gawai dari telinganya. Teriakan sang ibu berhasil menerbangkan kantuk yang masih mau membuai.
📲 "Iya, iya … pulangnya besok! Bye."
Filen langsung memutuskan sambungan telepon begitu saja. Baru saja hendak mengembalikan ponselnya ke tempat semula, lagi-lagi benda itu berdering.
"Macan resek!" teriak Filen. Ia tahu bahwa ibunya belum puas dengan jawaban yang ia berikan.
Sudah dua hari ia tak pulang ke rumah, dan malah menginap di apartemen kakaknya. Beberapa luka lecet di tubuhnya, sama dengan sang kakak. Hal inilah yang membuat perempuan cantik ini tidak mau pulang ke rumah.
Ia memilih menginap beberapa hari sampai luka-lukanya membaik. Jelas ia tidak ingin membuat sang ibu khawatir dengan kondisinya.
📲 "Ma, besok deh. Aku masih pengen di sini sama kakak. Gak usah khawatirin aku, ma!"
📲 "Mau pulang sendiri, atau mama jemput sekarang?"
📲 "Sendiri, tapi besok. Titik!"
Sekali lagi ia memutuskan sambungan telepon, dan langsung membuang ponsel dengan sembarangan di atas ranjang.
Keras kepalanya selalu dimaklumi. Meskipun sudah mendapat ancaman dari sang ibu, Filen masih tetap dengan pendiriannya, bahkan tidak menggubris ancaman wanita dengan julukan macan resek itu.
__ADS_1
Tidak ingin terganggu lagi, wanita bertubuh ramping itu menyembunyikan wajahnya di bawah bantal. Matanya yang baru saja terpejam, kembali terbuka.
Dering ponsel sia*lan kembali mengusiknya. Kekesalan wanita itu seolah sudah sampai ke ubun-ubun.
📲 "Apalagi sih? Hobi banget gangguin kesenangan orang."
Filen mengomel begitu tangannya baru saja menggeser ikon berwarna hijau pada layar. Ia menyerocos tanpa melihat siapa yang menelepon. Sangkalnya masih orang yang sama, ibu.
📲 "Emm, maaf sudah mengganggu waktumu."
Sebuah suara ayu dari balik telepon mengagetkannya. Ia mengintip sebentar melihat nama penelpon di sana. Seketika kekesalannya naik kelas beberapa tingkat, berubah menjadi emosi.
Ia mencengkram kuat gawai yang berada di tangannya, menyalurkan amarah yang terkungkung.
📲 "Oh ... kamu? Ada perlu apa?"
Nada-nada tak acuh dan ketus terciprat dari mulutnya dengan luwes.
📲 "Eng-enggak, cuman mau nelpon aja. Hehe, maaf yah, udah ganggu. Na-nanti aku telepon lagi."
📲 "Hmm."
Seseorang di seberang sana, buru-buru memutuskan sambungan telepon, sedangkan Filen langsung bangkit dari tidurnya.
Emosi menyerap habis kantuk dan malas dalam dirinya, menyisakan amarah yang terperangkap.
...______🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Selanjutnya .......
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Halo semuanya 👋 baru nongol lagi 😂 otor suka banget ngilang belakangan ini 😁 mon'maap 😁🙏
Jangan lupa like dan komen yah 😍
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗