
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
Alvino menjalankan mobil dengan sangat pelan dan tetap fokus. Matanya tetap lurus ke depan, sedangkan Alex menoleh ke kiri dan ke kanan secara bergantian. Begitu terus, hingga sudah jauh beberapa meter, tatap saja tidak ada tempat yang tepat untuk Alvino membenturkan mobilnya.
Hujan yang tercurah pun makin deras tanpa jeda. Gemuruh angin menerbangkan hawa dingin yang merobek kulit dan menusuk tulang dengan tajamnya kebekuan. Sesekali petir meneriakkan ketakutan dan kecemasan, lalu kilat menyambar hangat serta membawa lari semangat yang masih tersisa.
Kesabaran Alvino kusut, seolah tertelan habis oleh dinginnya udara malam. Tubuhnya sedikit menggigil seiring dengan hilangnya semangat. Lelaki tampan itu benar-benar lelah.
"Pegangan, Lex!" seru Alvino.
Alex yang juga tengah menggigil saat itu, tersentak.
"Lo mau ngapain? Jangan aneh-aneh, Vin."
Alex kembali panik dengan tindakan yang hendak dilakukan atasan sekaligus temannya itu.
"Benturkan ini mobil di pohon atau apapun itu. Sabodoh, mau rusak kek, hancur kek, gak peduli gue. Gue mau cepat pulang, udah jam berapa sekarang coba? Gue lelah, bege."
Alvino benar-benar tidak tahan lagi, ia ingin cepat-cepat pulang bertemu istrinya.
Alex melihat jam yang melingkar di pergelangannya. Sudah hampir jam sepuluh malam, dan mereka masih terjebak dalam mobil dengan rem yang blong.
"Do it, Vin. Gue percaya sama, Lo."
Alex pun ikut pasrah. Beberapa kali ia terlihat memperbaiki posisi duduknya, mencari posisi yang pas dan dapat menghilangkan sedikit gugupnya. Lelaki itu semakin menggigil, bukan karena udara tetapi rasa takut yang besar.
Tepat saat itu mereka melewati jalanan sepi dan lengang. Di sisi kiri-kanan jalan, ada lahan kosong sedikit berkolam dan ditumbuhi ilalang. Dan sangat kebetulan, tidak ada pembatas pada tepian jalanan tersebut.
Alvino yang tadinya berpikir untuk membenturkan mobil pada pohon ataupun benda apa saja yang terjangkau matanya, mendadak berubah arah.
Lelaki itu membanting setir ke kiri, menembus ilalang. Perlahan mobil pun merongsok masuk dalam lahan berkolam yang lumayan dipenuhi becek berlumpur karena tergenang air hujan.
__ADS_1
Terdengar helaan nafas panjang dari Alvino. Lelaki itu baru bisa bernafas lega begitu mobil berhenti tak bergerak lagi.
Ia menunduk, menyandarkan kepalanya pada kemudi sambil memejamkan matanya.
Terima kasih, Tuhan! Aku masih diberi kesempatan untuk hidup bersama istri dan anakku.
Alvino membatin menaikkan syukur atas apa yang baru saja ia lewati. Tidaklah mudah memang melewati hal menakutkan tadi. Untung saja ia mencoba tetap tenang dan fokus serta tidak panik seperti yang Alex lakukan.
Jelas hal tadi merupakan situasi yang membahayakan dan tidak sedikit memakan korban, bahkan merenggut nyawa.
"Lo mau tidur di sini?" tanya Alvino.
Ia mengangkat kepalanya dan melihat Alex yang masih mematung di tempat.
"Gue cukup sport jantung malam ini, Vin."
Alex nampaknya masih mengatur nafas dan juga detak jantung.
"Hujan juga masih deras banget," katanya lagi.
Alvino berdecak. Ia meraih ponselnya dan memesan grab.
Dilemparnya ponsel itu dengan kesal. Alex gelagapan menangkapnya. Ia memeriksa benda pipih tersebut. Ternyata dayanya mati. Alex pun mengambil benda yang sama dengan miliknya.
"Yah, sama, Vin! Mati."
"Mampus dah kita." Alvino marah dan memukul kemudi.
"Lo tunggu aja di sini."
Alex meletakkan ponselnya dan bergegas keluar dari mobil. Tapi sebelumnya ia melepaskan sepatu dan menggulung ujung kaki celananya.
Berjalan di atas lumpur rawa, di bawah guyuran hujan. Lelaki itu melewati sedikit tantangan hingga mencapai jalanan, bermaksud menghentikan kendaraan apapun yang bisa membantu mereka keluar dari sana.
Melihat teman baiknya yang sudah kehujanan, Alvino tidak tega dan menyusul. Baru saja ia mencapai tepian jalan, seberkas cahaya dari arah depan menyoroti wajahnya dan juga Alex.
Sebuah mobil dengan kecepatan pelan mendekati keduanya. Tadinya dua lelaki itu hendak meminta tolong, tetapi lagi-lagi nasib baik tidak berpihak pada mereka.
Malam ini benar-benar malam yang penuh tantangan untuk dua lelaki itu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja mobil tersebut berhenti tidak jauh dari tempat mereka berpijak. Kemudian tampak tiga orang pria berbadan kekar, dengan pakaian serba hitam keluar dari dalam sana.
Seketika Alvino dan Alex saling menatap, dengan tatapan penuh arti.
"Kalo yang ini sih, gue gak mundur, Vin!"
Sudut bibir Alvino sedikit terangkat.
"Kita perlu sedikit menguras tenaga lagi, Lex! Are you ready?"
Alvino bertanya sembari melepas jas yang masih membungkusi tubuhnya.
..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Selanjutnya …....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Balik lagi nih, setelah up pagi² tadi 😁
Jangan lupa like dan komen 🥰
Vote-nya juga yah 😁
Karena, mungkin sedikit lagi satu bab menyusul 🤭 butuh asupan 🤣
Terima kasih buat yang selalu setia menunggu 😘🤗
Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗
Jangan pada bosen yah 🥰
__ADS_1
Ig author : @ag_sweetie0425