Metamorfosa Rasa (My Glyn)

Metamorfosa Rasa (My Glyn)
Dimana Kamu?


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


...________________...


...*...


...*...


...*...


Kediaman Dharmawan.



Senja yang berbeda di balkon kamar Rossa. Di langit, hanya awan dengan gurat kemerahan yang bergelayut ... tanpa kilau keemasan tuk menyempurnakan.


Entah, sudah berapa lama bumil berparas ayu itu duduk di sana. Sesekali ia berdiri dan berjalan mondar-mandir tak menentu.


Rossa merasa dejavu. Beberapa waktu lalu ia pernah melakukan hal yang sama. Menanti Alvino pulang dengan setumpuk perasaan yang menggelisahkan.


"Papi kamu kok belum pulang yah."


Rossa berbicara sambil mengelus perutnya dengan lembut.



Wanita cantik berparas ayu itu mendongak ke langit. Hari mulai gelap, matahari dengan kilau kemerahan tak lagi terlihat. Awan hitam mulai merayap perlahan menghalangi cahaya bintang yang baru saja akan bersinar.


Hembusan angin terasa semakin kencang dan hawa dingin menusuk kulit halus Rossa. Gadis manis itu bangkit lalu masuk ke kamar, menghindari cumbuan udara dingin yang makin kejam.


"Kita masuk, sayang. Sepertinya mau turun hujan."


Begitu ia masuk, bukan lagi terdengar hembusan, tetapi gemuruh yang menderu. Rossa menutup dan mengunci pintu balkon kamarnya.


Sreeeggg!


Sreeeggg!


Semua tirai yang mengelilingi kaca jendela maupun pintu di sana ditutup rapat olehnya.


Rossa berjalan menuju walk in closet dan mencari baju hangat di sana. Setelah memakainya, ia keluar dan berjalan terus sampai di pintu kamarnya. Ia hendak membuka pintu tetapi pintu itu sudah lebih dulu terbuka dari luar.


"Mi? Rossa baru aja mau nyari Mami."


Mertuanya tersenyum kecil lalu menuntunnya keluar.


"Nyari mami buat apa, hm? Ayo, kita makan dulu!" ajak mami Lusy.


Rossa berjalan dengan malas mengikuti langkah sang mertua. Sampai di ruang makan, ia tak mendapati sosok ayah mertuanya di sana.


"Papi mana, Mi?" tanya Rossa.


"Papi lagi ada urusan sebentar di luar." Gadis itu hanya mengangguk.


Ia duduk dengan perlahan dan menatap makanan di depannya dengan tidak berselera.


"Makan dulu, Sayang." Lagi mami Lusy mengajaknya.


Rossa menoleh menatap mertuanya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Rossa belum lapar, Mi. Mau nungguin kakak pulang aja biar makan bersama."


Mami Lusy tidak mau mendengar alasan sang menantu. Wanita paruh baya itu mengambil piring Rossa lalu memasukan makanan ke dalamnya.


"Miii …." Merengek. "Gak mauuu, belum laper." Wajah sendunya kini memberengut.


"Mami gak mau dengar alasan apapun. Ayo, buka mulutnya. Aaaa …." Mami Lusy dalam mode memaksa. Entahlah, untuk kali ini sikap mami Lusy sedikit berbeda. Tidak seperti biasanya yang akan selalu mengalah dan mengikuti semua keinginan menantu kesayangannya itu.


"Mami kok gitu sih?" Rossa masih merengek.


"Aaaaa …." Dan mami Lusy tak mau kalah tetap memaksa.


Tidak ingin membuat mertuanya kecewa, Rossa akhirnya membuka mulut dengan perlahan menerima suapan dari ibu mertuanya.


Merasa menang, segaris senyum merekah di wajah keriput mami Lusy.


"Mi," sapa Rossa di sela-sela mengunyah.


"Apa, Sayang?"


"Kakak kok belum pulang yah? Udah malem gini … mana sepertinya mau hujan lagi."


Senyum di wajah mami Lusy meredup.


"Aaaaa …." Memasukan sesendok penuh makanan lagi ke mulut Rossa. "Mungkin masih sibuk atau apa gitu. Pekerjaannya banyak, Sayang. Jangan terlalu cemas, paling juga bentar lagi udah pulang," imbuhnya.


Mami Lusy mencoba menenangkan hati menantunya. Ia mengerti bahwa gadis itu tengah dirundung gelisah.


"Rossa khawatir, Mi. Perasaan Rossa gak enak."


Duarrr!


"Udah, Mi. Rossa gak mau lagi, kenyang." Mami Lusy lalu memberikan segelas air putih untuknya.


Sebenarnya ia hanya takut. Gelisah itu semakin besar menerjang lalu menekan ketenangan jiwanya. Bumil berparas ayu itu meremas jemarinya bergantian.


"Mau ke kamar?" Rossa mengangguk. "Biar mami anter."


Kembali mami Lusy mengantar dan menuntun sang menantu ke kamar.


"Tidurlah, mami akan di sini menemani kamu."


Rossa menggeleng cepat. "Gak usah, Mi. Gak papah. Rossa bisa sendiri kok. Mami istirahat aja." Tersenyum meyakinkan mertuanya.


Duarrr!


"Yakin, Sayang?"


Rossa mengangguk tak pasti. "Ia, Mi. Udah mami tidur yah, ini Rossa juga udah ngantuk." Pura-pura menguap.


Wanita paruh baya itu menatap wajah gelisah sang menantu untuk sejenak.


"Baiklah! Tidur, yah. Awas kalau begadang." Ia mencium kening Rossa lalu beralih ke perut besar sang menantu. "Selamat tidur, kesayangan oma. Jagain mami kamu, yah jagoan." Dua kali kecupan di sana dan ia segera berlalu keluar.


Selepas kepergian mertuanya dan bersamaan dengan pintu yang tertutup, saat itu juga hujan meluncur dengan deras menambah kekalutannya.


Rossa meraih ponsel dan mencoba menghubungi nomor suaminya tetapi tidak bisa terhubung. Ia mencobanya berulang kali, dan hasil yang sama ia dapatkan.

__ADS_1


Dimana kamu, kak? Aku takut ….


Lindungi dia dimanapun dia berada, Tuhan.


Rossa membatin seraya merebahkan tubuhnya dengan perlahan. Ia menarik selimut dan membalut tubuhnya yang begitu dingin.


Ia mencoba memejamkan mata meskipun kantuk tak mau merayunya. Gelisah membuatnya berbalik kiri-kanan bergantian, tetapi ketenangan tak jua berhasil menyentuhnya.


Malam semakin merangkak jauh, gemuruh angin beradu dengan deru hujan, saling bersahutan dengan kilat dan petir yang menyambar.


Ketakutan, kecemasan, kegelisahan, kekhawatiran, bergabung menjadi satu menyerang dan melumpuhkan pertahanan Rossa.


Ia lelah dan tertidur. Matanya terpejam tetapi jiwanya masih juga berlarian mencari keberadaan suaminya.


...*****...



Waktu hampir tengah malam. Dalam tidurnya, Rossa mendengar suara pintu yang dibuka lalu ditutup kembali. Sayup-sayup derap langkah terdengar mendekatinya. Mungkin karena tertidur dengan perasaan tak tenang, membuat bumil itu seolah tidak nyenyak.


Ingin rasanya ia bangun dan memastikan situasi saat itu, akan tetapi matanya terlalu berat untuk dibuka.


Tiba-tiba saja Rossa tersentak dan berteriak. Ia langsung terduduk begitu ia merasakan sentuhan yang begitu dingin menjalar di kedua pipinya.


"Aaaaaaaaakkkh!!!"



..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...


...Selanjutnya …....


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Nah, balik lagi part Rossa 😁 Mana nih kesayangan Rossa 😅


Jangan lupa like dan komen yah 😍


Besok Senin, jangan lupa vote-nya yah 😁🤭


Thanks buat kalian semua, dan


Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗


Ig author : @ag_sweetie0425


_____________________


Oh Iyah, aku mau promoin novel karya teman aku nih. Kalo lama nunggu up berikutnya, boleh banget nih mampir 😍


__ADS_1


__ADS_2