
...~ Happy Reading ~...
...________________...
...*...
...*...
...*...
3 minggu kemudian
Hubungan rumah tangga Alvino dan Rossa, makin hari makin jauh lebih baik. Rumah besar itu, kini terasa semakin hangat dan menyenangkan. Suasananya terasa lebih hidup diisi dengan keromantisan serta canda tawa Alvino dan Rossa.
Orangtua Alvino begitu bahagia menyaksikannya. Alvino terlihat jauh lebih bahagia sekarang. Wajah dingin yang tidak pernah tersenyum itu, kini setiap hari dihiasi tawa. Lelaki itu kini terlihat lebih manusiawi. Dia yang tidak pernah menganggap dan menghargai orang lain di sekitarnya, sekarang begitu santun.
Semua itu hanya karena Rossa. Gadis berparas lembut itu telah banyak merubah dunia seorang Alvino. Suram yang telah lama melingkupi hidup lelaki itu, perlahan-lahan telah tersingkir dengan warna-warni yang dilukis Rossa.
Buah dari kesabaran gadis manis itu, telah mematahkan kebencian dan ketidaksukaan sang suami. Benci itu kini bermetamorfosa menjadi cinta yang luar biasa. Tabah mengubah hidupnya jadi lebih berarti. Kebahagiaan itu kini dapat digenggamnya dengan puas.
Meskipun demikian, semua itu tak lantas membuang jenuh yang berulang kali mencoba merayunya. Rossa kadang masih saja merasa sepi dan bosan berdiam diri di rumah dengan tidak ada aktivitas apapun.
Berulang kali pula ia mendapat telepon dari temannya, Filen. Mengajaknya keluar dan jalan-jalan, tetapi Alvino dengan segala upaya melarangnya tanpa memperburuk mood-nya.
Alvino juga telah menceritakan tentang Filen dan seorang pria yang bernama Felix serta tujuan mereka pada dua orangtuanya. Ia pun sudah tahu pasti tujuan dua orang itu dalam mendekati istrinya. Beberapa waktu lalu ia yang begitu ingin menemui Felix, membatalkan semuanya dengan mendadak. Ia berpikir lebih baik untuk bertemu di waktu lain yang seolah tidak disengaja.
Alvino sempat dilema ingin memberitahu Rossa ataukah tidak. Ia khawatir hal itu akan mengganggu pikiran istrinya. Rossa sempat bertanya kenapa Alvino tidak mengizinkan dirinya menemui Filen. Alibi yang tepat tak jua ia dapatkan. Namun, karena tidak ingin merusak keharmonisan hubungan mereka akhir-akhir ini, Rossa menurut saja.
Hingga sebuah kesempatan dipergunakannya demi menemui Filen.
Hari ini Rossa akan mengikuti kelas senam ibu hamil untuk kali ke 4. Ia sudah mengikuti kelas ini sejak tiga hari lalu, dan dilakukan 4 kali seminggu. Berhubung usia kandungannya sudah menginjak 7 bulan, dokter menyarankan untuk mengikuti senam hamil agar mencegah kenaikan berat badan mendadak. Selama tiga hari kemarin pun, ia ditemani sendiri oleh Alvino. Namun, entah kenapa hari ini Alvino meminta mami Lusy yang mengantarnya.
__ADS_1
Bukannya kecewa, Rossa justru senang. Ia merasa jauh lebih baik jika bersama mertuanya. Tidak akan ada banyak peraturan untuk membatasi ruang geraknya seperti yang selalu dilakukan Alvino.
"Serius aku pergi sama mami?" tanya Rossa pada suaminya. Alvino mengangguk mantap, Rossa tersenyum puas.
Ck, bahagia banget jika tidak ada aku disampingnya. Arrgh, cemburu juga lama-lama sama mami.
Kesal Alvino dalam hati. Berbeda dengan Rossa yang begitu senang.
"Ok! Baiklah, Tuan Dharmawan. Aku akan menjaga diriku dengan sangat baik."
"Jaga mata, jaga hati juga." Menunjuk bagian tubuh Rossa yang disebutkannya.
Rossa tertawa renyah. "Apa sih? Percayalah, gak ada yang akan melirik wanita gendut dengan perut buncit ini. Gak gendut juga, gak ada yang suka. Jangan khawatir, aku tidak semenarik itu di mata pria lain." Rossa berucap di sela-sela tawanya.
Alvino mencebik kesal lalu menarik pinggang Rossa.
"Asal kamu tau, milik orang selalu lebih menggoda di mata orang lain. Kata siapa istriku tidak menarik?" Alvino menatap lekat netra coklat Rossa.
Alvino mengingat sikap gadis yang kini menjadi istrinya. Sewaktu bersama Jenn dulu, setiap kali ia mendatangi rumah tiga gadis itu, hanya Rossa yang tidak pernah diajaknya bicara. Gadis itu selalu membatasi diri dengan yang namanya orang asing apalagi kaum adam. Rossa yang jarang bicara dan suka menyendiri tidak pernah terlihat dekat dengan orang lain, kecuali dua sahabatnya. Cara berpakaian pun ia berbeda dari dua sahabatnya. Gadis itu sangat anti dengan pakaian yang mempertontonkan sebagian tubuh. Saat berkumpul pun, gadis itu tidak pernah mau ikut. Saat diajak bicara hanya diam. Alvino sempat heran dengan sikap sahabat dari mantan kekasihnya. Hingga takdir yang awalnya dianggap kesalahan mempersatukan mereka.
"Sudahlah, jangan menghiburku. Aku tau aku tidak secantik dia, tidak seseksi dia, tidak sebaik dia …."
"Enough! Jangan membahas apapun lagi tentangnya. Semua peraturan dan persyaratan dulu yang aku berikan, sudah kuhapus dan kulupakan. Tapi tidak dengan yang itu. Selamanya aku tidak ingin mengingat apapun tentangnya. Jangan bawa-bawa dia ke dalam hubungan kita. Hidupku kini jauh lebih bahagia bersama kamu, jangan libatkan orang lain. Hanya aku, kamu, dan dia." Meletakan tangannya di perut Rossa.
Alvino menghentikan kalimat gadis itu yang dianggapnya tidak penting dan hanya akan merusak keharmonisan mereka.
"Maaf!" Sesal Rossa.
Alvino melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang istri. Ia tersenyum kecil menangkap raut bersalah di mata istrinya.
"Kamu cantik, Honey. Justru dengan perutmu yang seperti ini makin terlihat seksi dan menggoda." Satu kedipan membuat bumil itu merona. Ah, Alvino ahli dalam hal membuat wanita melayang.
__ADS_1
"Baik-baik yah sama mami. Cepat pulang dan tunggu aku kembali."
Rossa mengangguk lalu keduanya keluar dari kamar menuju meja makan. Tidak lama setelah menyelesaikan sarapan, Alvino langsung berangkat ke kantor karena Alex pun sudah menunggunya.
Seperti biasa, Rossa akan mengantarkannya sampai di depan dengan sederet drama romantis yang sudah lumrah selama tiga minggu ini.
Setelah kepergian Alvino, Rossa bersiap-siap untuk pergi bersama mertuanya. Di samping itu, sebuah notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Rossa gamang. Pikirannya kacau dengan peringatan sang suami yang terus terngiang di telinganya. Namun, di lain sisi ia merasa dengan tidak adanya Alvino di sampingnya adalah sebuah kesempatan dalam kesempitan.
...______🦋🦋 MR 🦋🦋_____...
...Selanjutnya …....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Pesan dari siapa? Apa yah isi pesannya? 🤔 Apa yang Rossa lakukan nantinya??? Penasaran gak? 😅😅
Tunggu kelanjutannya sebentar lagi yah 🤭 Otor mau kejer nih 😂
Jangan lupa tinggalkan like dan komen 🙏
Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗
Ig author : @ag_sweetie0425
__ADS_1