Metamorfosa Rasa (My Glyn)

Metamorfosa Rasa (My Glyn)
Jangan Khawatir


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


...________________...


...*...


...*...


...*...


Rossa tetap diam sambil mendengarkan cerita dari suaminya dengan tenang. Bahkan sampai Alvino selesai dan berhenti berbicara, bumil cantik itu masih saja betah dalam bungkamnya.


Alvino menoleh ke samping menatap sang istri yang tampak melamun.


"Honey!" panggil Alvino pelan.


Tidak ada jawaban. Gadis itu sepertinya tengah larut dalam dunianya sendiri. Raganya di samping sang suami, tetapi jiwa dan pikirannya entah berkelana ke rimba mana.


Mami Lusy dan Tuan Dharma pun seketika mengalihkan pandangan pada menantu mereka. Dapat mereka lihat, tatapan gadis itu tengah menerawang jauh ke tempat lain. Ada apa dengannya? Seperti itu yang terlintas di pikiran dua orang tua di sana.


"Hei, Sayang!"


Alvino melambaikan tangan di depan wajah cantik istrinya. Rossa baru tersadar dengan apa yang dilakukan sang suami.


"Eh, ah? Ada apa, Kak? Gimana, gimana?"


Gadis itu terlihat bingung dan sedikit salah tingkah. Alvino terkekeh.


"Ngelamun apa, hm?" tanya Alvino.


Lelaki itu tersenyum sambil mengusap lembut pipi mulus istrinya.


"Enggak, gak ada kok!" elak Rossa.


"Bohong kan? Awas n'tar jadi Pinokio loh, mau?"


Alvino mencubit gemas hidung bangir sang istri. Ia penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh calon ibu muda itu.


Sedangkan mami Lusy dan Tuan Dharma hanya diam dan tersenyum, melihat kebahagian yang kini memenuhi hidup putra mereka. Bahkan bahagia itu melimpah ruah hingga semua orang yang ada di rumah besar kediaman Dharmawan, pun turut merasakannya.


"Dongeng banget."


Rossa menepis lembut tangan besar Alvino. Ditatapnya manik legam yang tajam bak belati, yang sering sekali menyayatnya serta membuatnya tak berdaya.

__ADS_1


"Apa Kakak punya musuh?" tanyanya.


Sebelah alis Alvino terangkat. "Ini yang kamu pikirkan sedari tadi?"


Alih-alih menjawab, Alvino justru balik bertanya. Diraihnya tangan halus Rossa, lalu Alvino mengusap lembut telapak tangan itu. Sesekali ia memberikan remasan kecil di sana.


Takut! Bukan Rossa yang takut, tetapi Alvino. Ia takut hal itu menjadi membebani pikiran istrinya. Tak hanya itu, jika dirinya saja dalam bahaya seperti semalam, tidak menutup kemungkinan akan ada bahaya yang mengincar gadis cantik di hadapannya itu. Pikir Alvino seperti itu.


"Jangan memikirkan apapun. Kamu gak boleh banyak pikiran. Semuanya baik-baik saja," ucap Alvino.


Ia bergeser merapat ke samping istrinya, lalu membawa tubuh padat berisi itu dalam pelukannya. Alvino sangat takut hal-hal buruk seperti semalam mengintai perempuan cantik yang kini tengah bersandar di dadanya.


"Aku khawatir kalau-kalau hal buruk terjadi lagi sama Kakak."


Rossa mengusap lengan besar yang tengah melingkar di dadanya.


"Jangan khawatir, Nak. Dia bisa menjaga dirinya dengan baik."


Ayah mertuanya berucap menenangkan.


"Iya, Sayang. Buktinya dia bisa pulang dengan selamat kan?" timpal mami Lusy.


Rossa hendak memperbaiki duduknya, tetapi Alvino tak membiarkan. Ia terus menahan tubuh sang istri, membiarkannya bersandar dengan damai dalam dekapannya.


"Tapi Kakak terluka, Mi. Rossa gak mau. Lagian sepertinya orang-orang jahat itu merencanakan semuanya dengan matang, sampai beberapa kali kecelakaan dalam waktu semalam. Mereka nekat banget, jahat banget sih," ucap bumil itu dengan wajah sendu.


"Udah, jangan mikirin ini lagi. Aku akan lebih berhati-hati dan menjaga diriku dengan baik. Ok?"


Alvino tidak ingin membiarkan pikiran-pikiran itu terus membayangi istrinya. Tidak baik untuk kesehatannya nanti.


"Kakak bisa menempatkan orang-orang suruhan untuk selalu menjagaku kemanapun. Kenapa mereka gak jagain Kakak juga?"


Rossa mendongak menatap wajah tampan yang selalu mendebarkan hatinya.


Alvino terkekeh. "Tau dari mana hm?"


Dengan tidak tahu malunya, Alvino mengecup lembut kening Rossa, di depan kedua orangtuanya.


Rossa malu dan memukul pelan dada suaminya. "Iiih … malu, Kak!"


Ia lalu sedikit memiringkan tubuhnya dan menenggelamkan wajah di dada bidang Alvino. Menyembunyikan rona merah yang menyembul di kedua pipinya. Hal itu membuat Alvino semakin tergelak dan makin mengeratkan pelukannya.


"Mami dan Papi gak liat tuh," seru mami Lusy.

__ADS_1


Sepasang suami-istri paruh baya itu ikut tertawa melihat tingkah menantu kesayangan mereka.


"Aaaaaaa, Mamiiiiiiii …." Rossa merengek semakin malu.


Ruang keluarga yang tadinya di penuhi cerita yang menegangkan, kini dipenuhi tawa bahagia dari tiga orang di sana.


"Dengar, Honey!" Alvino menghentikan tawanya. Mode serius kembali on.


"Aku gak butuh mereka buat jagain aku. Aku hanya mau kamu dan jagoan ini tetap aman." Mengelus perut besar Rossa. "Keselamatan kalian berdua jauh lebih penting, Honey." imbuhnya.


"Benar, Sayang. Sudahlah, jangan terlalu khawatir, suami kamu aman. Papi yang akan memastikan itu."


Tetap saja aku khawatir. Bagaimana jika besok hal itu terulang lagi? Mungkinkah mereka ….


Sesuatu terlintas di benak Rossa. Pikirannya tertuju pada satu sosok yang entah kenapa dicurigainya. Feeling wanita itu 90% tidak pernah meleset.


..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...


...Selanjutnya …....


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Halohaaaaaa, 👋 Maap, semalam mau up, cuman ada sedikit kegiatan jadi di tunda sampai pagi ini 🙏🙏


Jangan lupa like dan komen 😍


Terima kasih buat kalian semua yang selalu setia menunggu 😘🤗


Tunggu bab selanjutnya yah 😊


Ig author : @ag_sweetie0425


_______________________


Ini ada lagi rekomendasi novel keren buat kalian. Karya teman aku yang satu ini, gak kalah menarik loh 😍

__ADS_1



__ADS_2