Metamorfosa Rasa (My Glyn)

Metamorfosa Rasa (My Glyn)
POV Alvino (Cinta Terakhir)


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


..._________________...


...*...


...*...


...*...


Alvino



Awetnya hujan terus tercurah tanpa jeda, dilengkapi suara petir dan sekelebat kilat menyambar pepohonan. Gemuruh angin menerpa hawa dingin yang menusuk, menggigilkan, membuai, dan melelapkan setiap mata, tetapi tidak dengan diriku.


Bagiku, alam sedang berpesta pora memeriahkan kebahagiaan yang menenggelamkanku dalam samudera cinta.


Dingin menjelma menjadi sejuk yang menyentuh hatiku, ketika bibir mungilnya membeberkan satu fakta yang luar biasa.


"Bertahun-tahun aku menyimpan perasaan yang tumbuh dengan tidak tahu malunya di hatiku. Jauh sebelum aku berjuang mempertahankan dia," ucapnya.


Aku tahu, 'dia' yang ia maksud adalah bayi dalam kandungannya. Kakiku yang sementara melangkah, saat itu juga terhenti dan berbalik menatapnya.


"Aku sudah lebih dulu berjuang sendiri menekan rasa di hatiku agar tidak tumbuh. Aku berjuang menepis kenyataan bahwa aku mencintai kekasih sahabatku sendiri. Aku berjuang menyembunyikan kebodohanku selama bertahun-tahun," ucapnya lagi dengan terengah-engah.


Aku masih terdiam menatapnya dengan banyak rasa yang berbondong-bondong menghampiriku. Bahagia, senang, haru, tapi juga ada rasa tidak percaya. Bagaimana mungkin dia mencintaiku selama itu? Ada pula rasa malu. Malu karena ternyata cintaku tidak sebesar cintanya, dan perjuanganku belum seberat perjuangannya. Adapun kesal. Kesal pada diriku sendiri yang terlambat untuk mengetahui cintanya.


"Aku senaif itu," katanya lalu tertawa bersamaan dengan air mata yang luruh.


Entah, dia menertawakan diriku yang seperti pecundang, ataukah menertawakan dirinya sendiri? I don't know. Yang aku tahu saat itu hanyalah, dia begitu mencintaiku.


Bahagia. Satu kata yang mendeskripsikan dan mewakilkan segenap rasa di hatiku saat ini. Seumur hidup, sepanjang perjalanan cintaku, belum pernah ku temukan cinta seperti dia. Banyak wanita mengelilingiku, tidak sedikit pula yang mengumbar kata cinta padaku. Namun, tidak ada cinta tulus seperti yang dia miliki.


Terakhir kali, aku menjalin hubungan dengan seorang gadis cantik dan baik hati. Gadis yang tidak lain adalah sahabat baiknya. Aku yang begitu mencintai gadis itu dengan cinta yang luas tiada tara. Gadis mungil yang seolah menjadi tujuan hidupku kala itu. Aku bahagia bisa memilikinya. Aku pikir … aku telah menemukan sosok wanita yang pantas mendampingiku kelak. Aku kira … masa pencarianku telah sepenuhnya berakhir. Nyatanya aku salah. Dengan mudah cintanya berpaling, meninggalkan aku begitu saja. Aku terperosok ke dalam lumpur kekecewaan dan sakit hati yang teramat dalam.


Kala itu duniaku gelap dan hancur. Aku kehilangan semangat dan tujuan hidup yang tak terarah. Aku hidup tapi seolah mati.


Hingga waktu berkonspirasi dengan semesta dan mempertemukan aku dengan dia yang kini menjadi istriku. Dia yang tanpa aku tahu, diam-diam mencintaiku. Tanpa aku sadari, ada yang setia menungguku dengan sabar dalam ketidakpastian.


I found a girl,


Beautiful and sweet.


I never knew you were the someone


Waiting for me ….


[ Perfect - ED Sheeran]


Awalnya aku marah dan tidak terima dengan cara semesta yang terbilang kejam mempertemukan kami. Aku membencinya, aku bahkan tidak ingin mengakui darah dagingku yang tumbuh di rahimnya.

__ADS_1


Namun, besar kesabarannya dalam mempertahankan hubungan kami, yang terus bergumul dalam keasingan seolah tidak ada ikatan apapun. Sedikit demi sedikit mengubah arah berpikirku. Perlahan duniaku yang gelap mulai diterangi cahaya cintanya. Hatiku yang beku, perlahan mulai mencair. Tulus cintanya mampu menyentuh bagian terdalam hatiku, dan membawaku keluar dari kejamnya masa lalu yang memenjarakan aku.


Saat ku terjatuh dalam sendu,


Pelukmu menenagkanku.


Kau tunjukkan semua rasa,


Mewarnai duniaku ….


Perasaanku berkembang dan berganti menjadi sebuah rasa yang lebih indah. Seperti proses perubahan pada kupu-kupu, rasa marah dan benciku bermetamorfosa menjadi rasa cinta yang besar dan dalam.


Aku tidak pernah menyangka bisa sembuh dari luka masa lalu. Trauma itu menguap hilang tanpa jejak. Sungguh, hadirnya mengubah hidupku menjadi lebih berarti dan berwarna.


Dan akhirnya aku percaya bahwa dialah malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyempurnakan hidupku. Dialah tulang rusukku yang hilang selama ini. Dia yang dulunya nobody, sekarang jadi the one and only. She's not the first, but … she's the last (Dia bukan yang pertama, tapi … dia yang terakhir).


Kaulah jawaban doaku,


Kau diutus Tuhan tuk temani hidupku.


Di kala hati ini rapuh


Hadirmu sembuhkan lukaku,


Kau hapus lelahku dengan senyummu.


Ku percaya kamu,


[Cinta Terakhirku - Bagas Rahman Dwi Saputra]


Aku yang sudah bahagia belakangan ini, malam ini semakin bahagia. Dan rasa itu berkali-kali lipat dari sebelumnya.


Ku benamkan diriku dalam pelukan kecilnya. Meski terhalang perutnya yang membuncit, tetapi kehangatan itu masih mampu menyelimuti ragaku. Haru membuatku menangis di dadanya.


"Tidak ada yang seperti kamu, Sa. Aku mencintaimu. Sungguh-sungguh, sangat mencintai kamu, Rossa Glyn!" bisikku pelan lalu perlahan menautkan bibirku dengan bibirnya.


Euforia malam ini, berbeda dengan malam-malam sebelumnya.



...🦋🦋🦋...


Pada waktu yang bersamaan, di tempat yang berbeda. Suasana yang sama pun tengah dirasakan Jenn dan Kenn.


Waktu sebulan yang merenggangkan hubungan mereka, kini terkikis sudah. Pasangan yang pada dasarnya saling mencintai ini, akhirnya dengan mudah menghalau aral yang terbentang di antara mereka.


Derasnya hujan dan terpaan angin di waktu tengah malam itu, tak lantas berkuasa mendinginkan keduanya. Baik jiwa maupun raga, terasa hangat oleh suasana yang mereka ciptakan sendiri.


Di tengah cahaya lampu yang temaram, di bawah selimut tebal dengan tubuh yang masih polos, Jenn dan Kenn masih melakukan ritual 'pillow talk' seperti malam-malam sebelumnya. Keduanya baru saja berbagi kehangatan lewat lembutnya penyatuan beberapa kali setelah absen selama sebulan. Di saat yang lainnya sudah pada berlayar mengarungi samudera mimpi, pasangan ini tak mau tidur, seolah takut esok tak lagi ada.


Jenn bergelung di dalam dekapan hangat suaminya, sedangkan Kenn memeluk erat tubuh mungil yang selalu menjadi candunya itu.

__ADS_1


"Jangan mengulangi hal yang sama seperti kemarin lagi. Ingatlah bahwa cobaan seperti apapun, aku tidak akan pernah berubah sedikitpun. Kamu masih menjadi segalanya, dan akan selalu seperti itu, Jenn." Kenn mengusap lembut punggung kecil istrinya yang tengah polos.


"I know, it's my fault. Gak akan lagi, Kak. Aku janji," bisik Jenn. Satu kecupan di rahang Kenn, membuat laki-laki itu menggeram nikmat.


Jenn mengacungkan kelingkingnya, tetapi tidak disambut Kenn dengan hal yang sama. Lelaki itu justru menggigit lembut jemari kecil istrinya.


"Lagi, Sayang!" Suara Kenn terdengar berat dan parau.


Jenn terbelalak. "What? Lagi???"


Gadis itu baru saja ingin melayangkan protes dan melepaskan diri, kalah cepat dengan gerakan gesit Kenn yang kembali mengungkungnya. Malam panjang dan melelahkan kembali dilalui keduanya.



..._____🦋🦋 MR 🦋🦋_____...


...Yang pada akhirnya akan menetap,...


...Bukan dia yang datang lebih awal....


...Melainkan dia yang datang karena percaya,...


...Tanpa secuil keraguan....


...-sh...


...🦋...


...Selanjutnya …....


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Hai, hai 👋


Cuman mau bilang, jangan lupa like dan komen 🙂


Udah, gitu doang 🙃


Makasih buat yang selalu hadir dan membwri dukungan 🙏


Sampai jumpa di episode berikutnya 🤗


Ig author : @ag_sweetie0425

__ADS_1


__ADS_2