
Mobil Pak Khalid berbelok memasuki rumah kontrakannya yang berada tepat di depan rumah Bu kos. Di sana telah ada Daniah and The ganknya menunggu dengan wajah tersenyum penuh makna. Pak Khalid yang melihat senyum mereka sudah bisa merasakan gelagat akan digoda oleh anak-anak itu.
Perlahan Pak Khalid membanngunkan Zahira yang telah terlelap sedari tadi. “Miy, bangun sayang, umiy …!” Seraya mengguncang pelan bahu Zahira.
“Emm …” sambil mengucek mata, Zahira bangun dari sandarannya sambil celingak-celinguk keluar jendela.
“Kita sudah sampai sayang!”
Zahira yang mendengar kata ‘sayang’ langsung menoleh menatap suaminya dengan mulut manyun, “E-emmm” wajahnya merajuk manja.
Pak Khalid cuma tersenyum geli, “oke Umiy sayang, kita sudah sampai!” Sambil mencolek dagu Zahira.
Daniah and the Gank yang melihat mereka sudah sangat baper dibuatnya.
“Uuu-uuuhh yang pengantin baru, mesra banget deeh!” Seru Meta berbinar.
“OMG, emang enak ya jadi pengantin baru, yang di sebelah kita kapan ya Ta?” Balas Della seraya mengerling Daniah yang mukanya langsung memerah tomat.
“ Eh jangan lirik aku ya, emang kalian udah pada ngerasain gimana rasanya merit?” suara arogannya langsung kambuh.
“oo-ooh kalau kita siih … hahaha!” Della tak mampu menahan tawa.
“Belum punya calonnya jadi masih lama” sambungnya lantas mengedipkan matanya ke Meta.
Meta yang dikedipin langsung mengangguk “Ho-oh, tapi kan kamu udah ada, udah dilamar pula tuh, terus kapan nikahnya?”
“hahahaha” Meta dan Della tertawa bersama.
Adrian yang melihat kekasihnya diserang pertanyaan tak enak langsung membela, “tenang saja Della, hari H nya akan menjadi surprise nanti, lagi pula kalian kan ember boor, jadi takutnya kalau kalian cepat dikasih tahu, malah keteteran, ya ga sayang?”
Daniah hanya tersenyum menanggapi pembelaan Adrian.
Zahira dan Pak Khalid yang baru turun dari mobil segera menghampiri mereka. “Kalian sudah lama menunggu?”
Dengan serempak ke empat anak muda itu langsung menjawab, “iya pak, tidak juga pak!”
Pak Khalid dan Zahira mengerutkan kening sambil tersenyum, “yang benar mana, iya apa tidak?” Pak Khalid menatap mereka penuh tanya.
Daniah yang sedari tadi tampak tidak senang dengan ledekan teman-temannya langsung angkat biara, “agak lama juga sih Pak, cuma ya ga masalah kok, eemmm, gimana kalau kita langsung ke sana aja, soalnya ini bentar lagi tengah hari, tidak lama lagi Bu Kos akan dimandikan?”
Yang lain hanya mengagguk mengiyakan demikian juga dengan Pak Khalid. Mereka pun bergegas menuju ke rumah Bu Kos yang telah ramai dengan pelayat.
Zahira yang masih merasakan sakit di bagian bawahnya harus berjalan pelan. Sebisa mungkin dia berusaha agar teman-temannya tidak tahu kalau dia kesakitan.
Melihat istrinya berjalan pelan, Pak Khalid langsung menggengan tangan Zahira. Sontak Zahira mendongak menatap wajah suaminya.
Ada perasaan lega dan hangat yang menjalar di dalam hatinya.
Senyum manisnya langsung mekar di bibirnya. Mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan layaknya sepasang muda-mudi yang baru saja jadian.
Meta dan Della semakin baper dibuatnya. “ekhem-ekheeeemmm, hihihi” sambil menutup mulutnya menahan tawa.
__ADS_1
Adrian yang tak mau kalah pun langsung meraih tangan Daniah. Daniah hanya melirik dengan tanpa ekspresi dan tidak juga mengelak.
Della langsung menggoda mereka, “yaaah yang belum resmi ga mau kalah!”
“Iya, hahaha!” Meta dan Della tertawa bersama.
Merasa diledekin, Daniah Cuma bisa menatap kedua temannya itu dengan mata mengintimidasi.
Melihat aksi Adrian, Pak Khalid angkat bicara, “masih bukan muhrim, ga boleh pegang-pegang ya!!”
Sontak tawa Meta dan Della langsung pecah, “hahahaha, belum halal woi, hahaha!”
“Oh ga papa Pak, kan kita disini banyak orang, bukan lagi berduaan, jadi ga mungkin macam-macam” Adrian mencoba membela diri, “boleh kan Zahira?”
Zahira yang sedari tadi hanya menunduk sambil berjalan langsung kaget mendapat pertanyaan dari Adrian, “eehh, boleh apa?”
“Apa boleh katanya, 'kalau bergandengan tangan meski bukan muhrim' miiy?” Pak Khalid menegaskan pertanyaan Adrian sambil tersenyum.
“Ooh, eem, kalau belum sah sih ga boleh, tapi ya kembali lagi sama kamu, mau nurut apa tidak!” tanggap Zahira sambil angkat bahu.
Telinga Meta yang tajam menangkap panggilan Pak Khalid pada Zahira langsung tersenyum geli, sambil mencolek Della, Meta berbisik, “Del, hei Della, kamu dengar ga, Pak Khalid panggil Zahira apa?”
Della langsung menoleh ke Meta dengan mata berbinar, “ga-ga dengar, memang panggilannya apa?”
Meta menutup mulutnya sebentar untuk menahan tawa, lalu dilepasnya, “umiyy, hahaha!”
“Oohh hahaha, benarkah?” Meta hanya mengangguk menanggapi. Mereka pun tersenyum berdua.
Daniah yang suka sewot langsung menegur mereka yang tak mau berhenti menggoda itu. “Hei bisa diam ga, kita ini mau melayat, jangan sampai kalian terus senyum-senyum,, entar dikira orang kita lagi senang Bu Kos meninggal!”
Adrian dan Pak Khalid hampir bersamaan melepas genggaman tangannya.
“Daniah, kamu sama yang lain masuk ke dalam aja, biar aku dan Adrian duduk di sana aja, di bawah tenda ya!”
Daniah hanya mengangguk menanggapi usul Pak Khalid.
Miy aku ke sana ya, nanti kalau kalian udah selesai di dalam, tinggal hubungi kita aja, oke!”
Sama dengan daniah, Zahira pun hanya mengangguk. Pak Khalid dan Adrian pun melangkah menuju halaman samping yang merupakan tempat parkir motor para penghuni kos yang kini telah dibuat tenda untuk menampung para pelayat lelaki.
“Assalamu alaikum!” Daniah mewakili teman-temannya mengucapkan salam begitu memasuki ruangan tempat Bu Kos di semayamkan.
Dimana rungan itu dulunya adalah tempat mereka tinggal. Di dalam sana sudah berjejer Ibu-ibu tetangga dan handai tauland Bu Kos.
Tidak seorang pun yang menjawab salamnya. Mereka hanya menatap kedatangan Daniah and The gank dengan tatapan penuh tanda tanya.
Dengan ragu-ragu Daniah, Zahira, Della dan meta pun terpaksa masuk ke dalam penuh rasa canggung karena tidak dipersilahkan.
Mereka melangkah mendekati jenazah Bu Kos yang terbaring dengan ditutup kain panjang. Perlahan mereka duduk dengan perasaan sedih dan haru.
Segera zahira memanjatkan doa untuk Bu Kos agar arwahnya tenang dan diberi tempat yang layak, diampuni segala dosa-dosanya serta diterima amal baiknya selama berada di dunia. Teman-teman Zahira pun tutut mendoakan Bu Kos.
__ADS_1
Saat mereka tengah khusyuk berdoa, tampak beberapa Ibu-ibu saling berbisik sambil menetap mereka tak berkedip.
Dari bagian dalam rumah tampak pula seorang Ibu muda menatap mereka dengan tatapan tidak senang. Sementara di samping wanita itu, ada seorang wanita paruh baya yang sibuk membisikinya sesuatu sambil juga menatap kearah Zahira dan teman-temannya.
“Mereka itu yang dulu pernah membuat suami kamu dipenjara loh!”
Pandangan Ibu muda itu yang tak lain adalah istri Tono tampak kesal dan geram mendengar bisiskan tetangganya.
Perlahan air matanya menetes melewati sudut matanya,mengalir mewakili perasaannya yang hancur dan sedih yang teramat sangat.
Betapa tidak, baru kemarin suaminya dikebumikan, sekarang Mertuanya pun harus menyusul pula. Segera Ia berbalik dan masuk ke dalam kamar.
Zahira dan teman-temannya menjadi agak risih melihat tingkah para tamu yang seakan tengah membicarakan mereka. “Daniah, mereka kayaknya gosipin kita deh!”Bisik Meta.
“Ssshht, diam ah!” Daniah menegur tanpa menoleh sama sekali.
Della yang penasaran dengan kematian Bu Kos yang kabarnya bunuh diri itu, memilih untuk bertanya pada seoarang Ibu yang duduk di sampingnya yang kebetulan adalah Ibu RT. “Maaf Bu mau nanya, ada apa dengan Bu Kos, kok bisa bunuh diri?”
Bu RT menoleh menatap Della dengan tatapan sedih. “Anu Dek, itu, kan Bu Marni sejak pulang dari rumah sakit waktu itu, sudah kayak orang tidak waras gitu, apalagi semua penyewa di rumahnya pada pindah semua, penghasilan utama Bu Marni jadi hilang. Mungkin karena itulah Bu Marni semakin stress dan akhirnya depresi. Selain itu dia juga selalu berteriak dan menyebut kalau dia yang bunuh Amanda, haaahhh begitulah akhirnya dia melompat dari balkonnya di lantai 3!”
Della hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan dari Bu RT. “Kasihan ya Bu Kos!”
“Begitulah ajal, kalau sudah datang waktunya, tidak ada yang bisa menduga bagaiamana orang akan meninggal!” Tukas Zahira sambil terus menatap kearah Jenazah Bu Kos.
Bu RT dan yang lainnya hanya mengangguk mengiyakan.
Waktu berlalu dengan suasana hening, tak ada satu pun orang berbincang, hanya sesekali mereka berbisik-bisik.
Apalagi petugas yang akan mengkremasi jenazah tengah bekerja mengukur dan memotong kain kafan yang akan dipakaikan ke jenazah.
Adzan Dzuhur pun terdengar nyaring di rumah Bu Kos, alamat sebentar lagi jenazah akan segera dimandikan dan dibawa ke masjid untuk di sholatkan.
Para pelayat, baik Zahira dan teman-temannya harus keluar terlebih dahulu untuk memberi ruang kepada petugas untuk mengurusi jenazah.
Zahira segera mengirim pesan ke Pak Khalid dan memberitahukan kalau mereka telah selesai di dalam.
“Kita tunggu Pak Khalid dan Adrian di tepi jalan aja ya!” Pinta Della.
“Iya, soalnya disini sesak banget, banyak orang, yuuk!” Meta ikutan menyela. Daniah dan Zahira Cuma mengangguk setuju dan mengikuti mereka. Tak berapa lama, Pak Khalid dan Adrian pun sudah tiba.
“Bagaimana, kita pulang aja?” Seru Adrian begitu sampai di dekat mereka.
“Iya nih soalnya ga enak banget deh, dari tadi kayaknya orang-orang cuma gosipin kita!”
“Sebaiknya kalian istirahat di dalam rumah dulu sambil menunggu jenazah Bu Kos selesai dimakamkan, kan tidak enak kita pergi sementara prosesi belum selesai, sementara aku dan Adrian biar ke masjid buat sholat, sekalian menunggu jenazah Bu Kos, biar nanti kita bisa ikut mensholatkan dia!” usul Pak Khalid seraya menggandeng tangan Zahira menuju rumah kontrakannya di seberang jalan raya.
Baik Adrian, Daniah, Meta dan Della hanya bisa mengikuti dari belakang tanpa banyak bicara lagi.
Akan tetapi kepergian mereka ternyata tak luput dari sorotan tatapan tidak senang dari sepasang mata yang seakan menyimpan dendam yang teramat sangat kepada mereka.
Sampai rombongan kecil itu hilang dibalik gerbang pagar rumah di seberang jalan raya itu, mata itu masih tetap saja menatap nanar dan kosong kearah sana.
__ADS_1
Bersambung ….
Like dan votenya sangat mendukung author loh, terima kasih yang telah menyempatkan waktunya untuk berkunjung di lapak ini. 😘😘😘