
Zahira masih berdiri mematung terus menimbang antara pergi dan tidak. Tapi kalau tidak pergi, tentu saja dia tidak akan pernah tau mahluk apa yang mengikutinya. Zahira menggaruk keningnya sambil berpikir pilihan apa yang harus diambilnya.
Pak Khalid menoleh saat sampai di samping mobilnya. Melihat Zahira masih tak bergeming, dia kemudian berniat memaggilnya.
Baru saja Pak Khalid hendak mengangkat tangannya untuk melambai, sosok mahluk itu kembali muncul di belakang Zahira. Dengan gugup Pak Khalid segera menurunkan tanganya. Wajahnya menjadi tegang.
Zahira yang sedang berpikir jadi heran melihat wajah Pak Khalid yang tegang. Zahira segera melangkah mendatanginya.
Saat Zahira mendekat, Pak Khalid malah menunduk dan menatap sepatunya. Keringat dingin mengalir di keningnya. Sementara napasnya kembang kempis tak karuan.
Zahira segera menegurnya begitu Ia sampai di dekatnya.
"Pak, ada apa?"
Pak Khalid tidak menyahut, namun segera membuka pintu mobil untuk Zahira. Zahira dengan perasaan heran tak bertanya lagi demi melihat reaksi Pak Khalid. Dia segera masuk ke dalam mobil. Pak Khalid pun segera menutup pintu dan berlari memutar lalu masuk ke dalam mobil.
Tanpa basa basi, Pak Khalid menghidupkan mesin mobilnya lalu segera pergi. Dari kaca spion di atasnya dia melirik kebelakang hendak memastikan apakah mahluk itu masih mengikutinya. Zahira semakin bingung melihat tingkah Pak Khalid yang semakin tampak ketakutan.
Tiba-tiba saja Pak Khalid menghentikan mobilnya. Untung mobil di belakangnya berjarak agak jauh sehingga tidak terjadi tabrakan beruntun.
Pak Khalid terus menyembunyikan kepalanya di atas kemudi. Zahira semakin heran dengan tingkahnya.
"Pak ada apa sih, kasih tau dong Pak, jangan diam begitu Pak? Pak!!!" Zahira berteriak saat melihat Pak Khalid tetap saja tak bergeming. Zahira makin bingung.
Ahirnya Zahira memutuskan untuk membaca semua doa yang dihapalnya. Sambil memejamka matanya, mulut Zahira komat-kamit membaca doanya. Setelah selesai, Zahira mencoba membuka mata. Dia melihat Pak Khalid masih terpuruk di atas kemudi.
"Pak, coba Bapak lihat sekeliling deh, apa mahluknya masih ada? Aku sudah baca doa pengusir hantu kok."
Mendengar ucapan Zahira, Pak Khalid segera angkat kepala. Dan benar saja, mahluk yang berdiri di depan mobilnya barusan sudah menghilang entah kemana. Pak Khalid membuang napas lega. Tapi seluruh tubuhnya masih gemetaran. Dia terus saja celingukan.
Zahira terus memandangi Pak Khalid penuh selidik. "Bagaimana Pak?"
Pak Khalid menghentikan celingukannya dan menoleh ke Zahira.
"Haah Zahira tadi itu mahluk yang mengikuti kamu menghalangi mobilku, aku benar-benar takut." Pak Khalid kembali memandang ke sekeliling.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di samping mobil mereka. Dengan keras sopirnya berteriak. "Woooi kalau mau berhenti di pinggir!!!" Kemudian terus melaju tanpa menunggu jawaban dari Pak Khalid.
Pak Khalid pun segera melajukan mobilnya. Takut ada lagi yang menegurnya nanti.
"Apa mahluknya beneran sudah pergi?" Zahira menatap Pak Khalid masih dengan wajah cemas.
Pak Khalid mengangguk pelan. "Iya sudah ga ada lagi." Lalu mencoba mengecek bagian belakang melalui kaca spion di atasnya. "Ya, sudah ga ada, haah." Pak Khalid menarik napas lega.
Zahira mengangguk-angguk lega.
Zahira kembali menatap Pak Khalid, rasa penasarannya belum hilang. Tapi Pak Khalid seakan mengetahui maksud pandangan Zahira langsung tersenyum.
__ADS_1
"Nanti aku cerita ya kalau sudah sampai di Restoran nanti."
Zahira langsung mengangguk sambil tersenyum.
Mobil terus melaju hingga ahirnya berhenti di restoran Raja gurih yang terletak di jalan pengayoman Makassar ini.
Pak Khalid segera turun begitu pula Zahira. Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam restoran. Saat mereka duduk dikursi pelanggan, pelayan datang membawa menu. Pak Khalid memesan menu spesial di sana. Tak lupa Ia menanyakan pesanan Zahira.
"Zahira kamu mau pesan apa?"
Zahira cuma tersenyum. "Sama aja dengan pesanan Bapak deh, soalnya semua enak kayaknya." Lalu menatap Pelayan di depannya.
Pelayan pun meninggalkan mereka. Zahira yang sudah tidak sabar lagi ingin mendengar penjelasan Pak Khalid, segera bertanya lagi.
"Pak bisa ceritakan tentang mahluk tadi? penasaran banget." Zahira memelas.
Pak Khalid tersenyum mendengar permintaan Zahira. "Bisa ga kita makan dulu, emm?" Pak Khalid menaikkan alisnya sambil tersenyum.
Zahira manyun, membuat bibir mungilnya tampak lucu dan makin manis. Tak sadar Pak Khalid tertegun memandangi wajah manis di depannya.
"Manisnya anak orang." Tak Sadar Pak Khalid bergumam namun jelas terdengar oleh Zahira. Hal itu membuat mata Zahira melebar seketika.
"Haahh."
Pak Khalid tersadar mendengarnya. " Eh maaf bukan, maksudku emm ya manis tapi bukan niat macam-macam kok, ya cuma kagum, iyaa." Pak Khalid kelabakan sendiri jadinya.
Tak berapa lama, pelayan datang membawa pesanan mereka. Dengan senyum yang merekah, Zahira menyambut makanannya lalu bersiap menyantapnya. Demikian juga dengan Pak Khalid.
Masih menyantap makannya, Zahira kembali memandang Pak Khalid hendak bertanya, tapi malah Pak Khalid ketahuan mencuri pandang. Mereka salah tingkah jadinya. Tapi Zahira menguatkan dirinya untuk bertanya kembali.
"Pak bisa cerita sekarang, aku penasaran?"
Pak Khalid mendongak memandanginya lalu tersenyum sambil mengangguk. Dia segera menelan sisa makanannya.
"Tadi pagi waktu aku melihat kamu, mahluk itu sudah mengikutimu dari belakang. Tapi entah mengapa mahluk itu tidak bisa mendekat. Aku tidak mau ketahuan bisa melihatnya jadi aku kabur cepat. Tapi siangnya aku masih melihatnya di belakangmu, sepertinya dia ingin mencelakaimu."
Penjelasan Pak Khalid yang terahir membuat Zahira mengerutkan keningnya.
"Apa mahluk itu mau balas dendam padaku karena masalah di Rumah sakit kemarin?"
Pak Khalid menggeleng, "bukan kok, yang ini lain." Pak Khalid melanjutkan kembali makannya.
Zahira makin bingung dibuatnya. "Terus karena apa?"
Pak Khalid menghentikan makannya, lalu menatap Zahira. "Entahlah aku juga tidak yakin, lagi pula aku tidak berani bertanya, dan aku memang ga tahu apa aku bisa bertanya." Lalu kembali menyantap makanannya.
Zahira terdiam, dia tidak lagi ingin membahas masalah mahluk itu. Dalam hati dia berdoa mohon keselamatan dari gangguan Jin dan mahluk gaib lainnya.
__ADS_1
*****
Alfian duduk terhenyak di kamarnya. Dia tidak menyangka Zahira begitu mudahnya pergi dengan lelaki lain. Dengan kasar dia mengusap wajahnya kemudian menarik napas berat dan menghembuskanya.
Perlahan dia merebahlan tubuhnya sambil telentang menghadap langit-langit kamarnya. Alfian mengatupkan matanya rapat-rapat mencoba menepis ingatan dimana dia melihat Zahira naik di mobil Pak Khalid tadi.
"Haaaah ada apa denganku, kenapa dada ini terasa panas, rasanya ingin berteriak. Aaaaakkhhh." Sambil bergulingan, Alfian mencoba menghalau perasaan marah dan kesalnya itu. Tapi tetap saja amarahnya tidak mau pergi.
Dengan rasa gusar masih melekat di wajah, dia bangkit lalu keluar dari kamar hendak mencari air dingin untuk meredakan emosinya.
"Mungkin air es bisa menghentikan kesalku," sambil bergumam dia membuka lemari es di dapur.
"Eeh kok kesal minum air es?"
Alfian kaget langsung menoleh. Ibunya tampak tersenyum memandanginya.
"Ada apa Fian?" Ibunya perlahan mendekat.
"Eh Ibu tidak ada apa-apa kok, cuma kesal aja," Alfian mencoba menyembunyikan masalahnya.
"Masa kesal kalau tidak ada masalah?" Ibunya tersenyum menggoda.
"Iya memang ada masalah tadi, sama anggota timku yang pada ga mau akur gitu." Sambil menuangkan air minum ke dalam gelasnya tanpa mau menatap Ibunya.
"Oooh ya sudah, kirain ada apa, oh ya tadi Diana datang kemari katanya dia ketemu kamu di kampus?"
Alfian menoleh mendengar pertanyaan itu. Sementara Ibunya sudah duduk di kursi meja makan. "Iya Bu, tadi Tante nyamperin anak tirinya di kampus, terus tidak sengaja ketemu." Alfian ikutan duduk di kursi.
"Eh anak tiri Diana cantik ga? Kok Ibu ga tahu ya kalau ada Anak tirinya Diana di kampus kamu?"
Alfian cuma angkat bahu sambil meneguk airnya sampai tandas. "Aku juga ga tahu tuh, kayaknya mereka tidak akur banget. Udah ya Bu aku naik ke kamar dulu, cape mau istirahat."
Ibunya hanya mengagguk. Alfian pun beranjak naik ke kamarnya di lantai 2.
.
.
.
.
.
.
Besok disambung lagi ya....
__ADS_1
Ingatlah untuk like, komen, dan vote yah😘😘😘😘😘😘😘.