
Zahira kaget bukan kepalang mendengar teriakan Daniah dan Meta yang tiba-tiba. "Kalian kenapa pake teriak gitu bikin jatung mau copot deh." Zahira cemberut sambil memegangi dadanya.
"Iya nih padahal kan cuma bilang gitu doang, ga seru deh." Tutur Della kembali duduk di sofa.
Tiba-tiba ponsel Zahira berdering. Nada pesan masuk di ponselnya.
Daniah bersungut-sungut ikutan duduk.
"Della kan aku dah bilang jangan pernah sekali pun kamu singgung soal hantu ya, aku ga mau ketemu sama hantu tergantung lagi, pliiiz!"
Meta cuma mengangguk setuju.
"Eh Daniah kita telat ngampus nih, gimana dong Rasti barusan SMS katanya Pak Dosen dah masuk." Wajah Zahira meringis.
Sontak mereka menganga kaget dan...
"Aaaaaaakkhh!!" Kompakan mereka teriak.
"Matilah kita...!" Della menepuk jidat.
"Kalian mo tereak kok kompakan sih jantungku benar-benar copot nanti nih, heh heh heh...!" Zahira memegang dadanya dengan tersengal. Air matanya menetes. Tubuhnya langsung gemetar.
Della menjadi panik. "Zahira kamu kenapa?" Zahira tidak menjawab, dia memegang dadanya semakin tertunduk.
"Wah jangan-jangan Zahira jantungan?" Meta jadi cemas begitu pula Daniah. "Ra kamu jantungan?"
Daniah mengguncang bahu Zahira sambil menatapnya lekat.
Zahira menggeleng pelan. "Aku Fobia sama suara ngebas apalagi dibentak aku ketakutan...."
Serentak temannya lega "Oohhh."
"Tapi kamu ga papa kan?" Della menimpali. Zahira cuma mengangguk tapi masih gemetaran. Meta dengan penuh perhatian membelai punggung Zahira. Begitu pula dengan Della yang mengelus-elus lengannya.
"Terus gimana ceritanya dengan kampus, udah telat mau gimana lagi nih?" Tanya Daniah entah pada siapa.
Della menoleh, melepaskan elusannya. "Gimana kalau pesan taksi online aja?"
Daniah memandanginya geram. "Mau bayar pake apa? duit udah sekarat bulan juga belum habis."
Zahira mendongak dengan lemah. "Aku yang bayar, tenang aja." Daniah menatapnya cemas. "Kamu mau ke kampus ga papa?" Zahira cuma mengangguk.
"Ya udah deh cepetan pesan taksi!" Meta ikutan bicara. Daniah melotot menatap Meta karena baru kali ini cewek lemot ini menyuruhnya.
********
Suasana hati Bu Kos semakin tidak tenang. Bagaimana tidak, tali yang sudah disimpannya di gudang belakang lantai dua, kini terbentang di depan rumahnya. Tubuhnya semakin gemetar, keringat dingin mengucur deras.
Bayangan kejadian masa lampau terlintas di depan matanya. Meski telah disimpan dengan rapat direlung hatinya yang terdalam, namun bayangan kejadian lima tahun yang lalu seakan menari-nari dan tak mau pergi.
Bayangan dirinya yang membekap mulut Amanda sampai lemas. Kemudian menjerat lehernya dengan tali gantungan lalu menyeretnya dan menggantungnya pada besi pengait kipas angin besar. Meski dia tidak melakukannya sendiri namun tetap saja itu adalah perbuatannya juga.
Dengan keras Bu Kos berteriak histeris sambil mengibas-ngibaskan tangannya mengusir bayangan itu. "Pergiii!! pergi!!!"
__ADS_1
Dengan sisa kekuatannya dia meraih ponselnya dan segera menghubungi seseorang.
"Halo" Terdengar suara di seberang.
"Halo Ma' ini aku Marni, Ma' Hantu itu datang lagi Ma' bantu aku!"
"Apa mantraku tidak mempan?"
"Bukan Ma' mantranya mempan, tapi Ma' Hantu itu selalu muncul di teras depan rumahku Ma' aku ketakutan mau keluar, mantra Ma' kan cuma buat memagari rumahku aja, bagaimana ini Ma'?"
"Ya sudah jangan keluar rumah, gitu aja repot, sudah aku banyak kerjaan!"
Tut tut tut....
Bu Kos kaget dan merasa geram mendengar jawaban dari Mbah dukun yang sudah memberinya mantra pemagar rumah. Apalagi sampai memutus telpon sepihak tanpa permisi.
Dengan kesal. Bu Kos melempar ponselnya ke kasur.
"Ahh bagaimana ini, apa yang harus kulakukan, Ah kenapa juga aku tidak meminta mantra pengusir hantu ya? Ah baiklah aku memang harus meminta mantra pengusir hantu segera."
Bu Kos kembali meraih ponselnya lalu menghubungi Mbah dukun tadi.
"Halo...apa lagi Marni?" Nada kesal terdengar.
"Ah maaf Ma' Nipah, aku mau minta mantra pengusir hantu aja biar hantunya segera pergi Ma'."
Ma'Nipah, Mbah dukun sakti yang membantu Bu Kos itu terdiam lama.
Membuat Bu Kos gelisah menunggu.
"Eh bagaimana Ma'?"
"Ya... tapi kamu bayar 2x lipat ya!"
"Oh iya Ma' iya saya bayar yah!"
"Baiklah kamu tunggu aku di sana, entar malam saya datang!"
tut tut tut.
"Kebiasaan banget matikan telpon tiba-tiba, kalau saja aku tidak butuh sudah kumaki-maki kau ini!" Dengan kesal Bu Kos membanting ponselnya ke kasur.
Dengan langkah gontai Bu Kos menuju dapur hendak mengisi perutnya yang kroncongan akibat lupa makan gara-gara hantu pagi-pagi. Senyum sinis penuh kemenangan menyembul di bibirnya yang keriput termakan usia.
****
Matahari sudah merangkak naik ke atas melewati kepala saat Zahira dan Daniah menyelesaikan jam kuliahnya. Mereka melangkah pelan ke luar sambil menunggu Della dan Meta yang belum kelihatan batang hidungnya.
Tampak Alfian melangkah dengan gontai seakan belum pernah makan seharian dari arah parkiran. Melihat hal itu, Daniah menyikut Zahira. Zahira menoleh menatapnya. Daniah menunjuk kearah Alfian dengan anggukan kepalanya. Zahira mengikuti arah anggukan Daniah. Melihat Alfian melangkah gontai, Zahira jadi heran. Dengan kening berkerut dia terus menatap Alfian. Semakin heran Zahira saat Alfian hanya menatapnya dengan senyum kecut tanpa semangat sama sekali. Bahkan tanpa basa-basi.
Zahira menghentikan langkahnya sambil terus mengikuti langkah Alfian dengan pandangannya. Hingga tak sadar kalau tubuhnya ikutan berputar menoleh kebelakang.
Daniah yang juga heran menjadi tersenyum melihat tingkah Zahira. Yang mana tubuh Zahira menoleh tapi kakinya masih menghadap ke depan. "Ga takut jatuh lo?" Zahira tersadar langsung memutar badannya lagi. "Eh ya, apa?"
__ADS_1
Daniah hanya tersenyum sambil menggeleng. "Ga papa."
Mereka kembali melanjutkan langkahnya. "Dan kita menunggu dimana?"
Daniah menoleh "Mm di bawah pohon sana aja deh!" Sambil menunjuk salah satu pohon rindang yang tak jauh dari gerbang kampus.
Sembari menunggu Meta dan Della, Mereka menyandarkan punggung di batang pohon. Tampak dari kejauhan Yeni dan Nova melangkah dengan senyum penuh kegembiraan.
Daniah yang melihat kedatangan Yeni segera menjauh mengambil jarak agar Yeni tidak curiga padanya. Dia takut ketahuan sudah akur dengan Zahira. Benar saja, Yeni langsung menatapnya tak senang. Senyum bahagianya langsung raib seketika. Yeni mendekat membuat Daniah semakin salah tingkah karena ketakutan.
"Hei sudah pulang ya?"
Daniah cuma nyengir kuda mendengar pertanyaan Yeni.
"Hehehe iya Kak."
"Della mana?" Nova ikutan bertanya.
Zahira cuma diam.
"Mm masih belum kelar mungkin Kak, makanya kami menunggunya."
"Ooh." Yeni mengangguk mendengar penuturan Daniah.
"Eh Daniah kamu tau ga, kenapa aku senang banget hari ini?" Tanya Yeni sambil melirik Zahira. Tapi ternyata Zahira tidak memperhatikannya. Dia jadi bersungut.
"Maaf Kak tapi aku ga tahu." Ucap Daniah agak takut.
Yeni tersenyum. "Tahu ga, hari ini aku baru saja makan siang bareng keluarga Fian, ahahaha!" Sekilas melirik Zahira.
Daniah tersenyum pura-pura ikutan senang. "Terus terus!!" Pura-pura kepo.
"Kamu tahu ga kalau ternyata Mama tiriku itu tantenya Fian dan...." Yeni sengaja menggantung ucapannya.
Daniah semakin penasaran. "Teruus Kak?" Kali ini benar-benar kepo begitu tahu kalau Alfian ada hubungan sama Yeni.
"Kami mau dijodohkan, aaa haaahahaha, senengnyaaa!" Yeni berteriak kegirangan sambil menggenggam tangannya sendiri di depan dada. Daniah menganga tanpa sadar.
Zahira terkesiap. Matanya sedikit melotot mendengarnya. "Oh jadi karena itu Kak Fian lemas kayak tadi?" Zahira membatin.
Yeni yang menangkap keterkejutan Zahira tersenyum puas. Dengan angkuhnya dia mendekati Zahira. "He dengar ya sok alim, mulai sekarang kamu jangan dekat lagi sama Fian karena sebentar lagi kami akan ditunangkan, ngerti!"
Zahira cuma diam tidak menanggapi gertakan Yeni. Dia tidakmengerti maksud perkataan Yeni. Karena selama ini bukan Zahira yang mendekati Fian tapi Fian yang selalu menegurnya duluan.
Setelah menggertak Zahira, Yeni melangkah pergi. Nova hanya senyum kecut sambil mengekor di belakangnya. Daniah menatapnya heran. "Eh kok malah pulang sih, kirain mau ngampus?" Lalu menoleh ke Zahira, namun Zahira masih asik memikirkan kata-kata Yeni yang terasa ambigu di hatinya.
.
.
.
.
__ADS_1
Besok sambung lagi ya....
Jangan lupa Vote Like dan Komennya yaah😘😘😘😘😘😘