
Di dalam angkot, Nova semakin dongkol. Pasalnya, di sampingnya ada emak-emak bau asseemm udah gitu sesak lagi. soalnya angkot full penumpang.
"Akhhhh sial banget deh hari ini!" Nova mengumpat dalam hati.
sementara Yeni bae-bae aja. Yah karena kondisi seperti ini sangat nyaman baginya.
Semua ini bermula saat Yeni masih SMP, dulu pernah mengalami kecelakaan mobil bersama ibunya, dan hanya ada mereka berdua. Sampai ibunya meninggal dalam mobilnya tidak ada orang yang datang menolong. Baru setelah hari hampir gelap, mereka ditemukan. Dan sejak saat itu Yeni trauma bila harus naik mobil pribadi apalagi cuma sendiri ataupun berdua.
Setelah sekian lama terasa sesak dalam angkot, kini Nova bisa bernafas lega, karena kampus sudah di depan mata.
"Aaahh leganyaaa!" Nova mendongak sambil mengangkat kedua tangannya yang terkepal ke atas.
"Santai aja keles" ujar Yeni sambil berlalu masuk kampus.
****
Di dalam kelas, Daniah langsung duduk di kursinya.
"Jadi gimana nih kelanjutan kerja kelompoknya?" tanya Adrian yang datang tiba-tiba.
" Ah kamu ngagetin aja!" jawab Daniah kesal
"Emang nyambung gitu sama pertanyaanku tadi, 'ah kamu ngagetin' itu jawabanya?" celoteh Adrian menggoda Daniah sambil terus menatapnya.
" Au ah gelap, tanya ketua sana!" jawab Daniah cuek sambil menunjuk Rasti yang baru masuk dengan mukanya.
Adrian melangkah menuju kursi Rasti.
"Hai Rasti, jadi kapan nih kerja kelompoknya?" tanya Adrian
" Eh iyya, lho katanya di rumah Daniah" ujarnya sambil meletakkan tasnya seraya memandangi Daniah.
"Katanya terserah kamu," ujar Adrian lagi.
"Ok, tapi By the way, Zahira mana?"
Adrian menoleh ke Daniah.
"Dan mana Zahira" tanyanya,
"Tadi ada diluar bareng kak Alfian," jawab Daniah sambil angkat bahu.
"Hah tapi kok aq ga lihat ya, oke aku keluar cari Zahira dulu ya!" ujar Rasti sambil berlalu keluar.
Sampai di luar kelas, Rasti celingak-celinguk mencari Zahira, terus berjalan di koridor dan tak berapa lama diapun melihat Zahira lagi asyik membolak balik buku di samping Alfian.
__ADS_1
"Zahira" teriak Rasti sambil melambai
"Hey, ke sini" panggil Zahira.
setelah mendekat Rasti langsung ikut duduk.
"hai kak !" sapa Rasti pada Alfian.
"Hai juga," sapa Adrian tersenyum.
"Adrian bertanya soal kapan kerja kelompok, makanya aku cari kamu Ra," jelas Rasti.
"Oh, iyya nih, aku juga lagi ngebahas soal makalah, kak Fian dengan suka rela mau ngejelasin caranya tapi udah selesai kok". terang Zahira sambil menoleh ke Alfian. Sedangkan Alfian cuma tersenyum.
"Okelah aku pergi dulu ya, kalau nanti masih ada yang mau ditanyakan jangan sungkan-sungkan, tanya aku langsung, nih nomorku!" pamit Alfian sambil menyodorkan secarik kertas pada Zahira. Dia memang sudah menulis nomornya saat Zahira lagi ngobrol sama Rasti tadi.
"Iyya kak makasih" ucap Zahira sambil menerima kertas itu. Alfian pun berlalu. begitu juga dengan Zahira dan Rasti segera berdiri dan melangkah meninggalkan tempat itu
Dua pasang mata tak berkedip melihat mereka. Siapa lagi kalau bukan Yeni dan Nova.
"Wah benar-benar punya seribu nyawa tuh anak, pertama ga dimakan hantu, sekarang masih aja sehat wal afiat setelah terbang ditabrak mobil, aku aja sampai terseok-seok dan luka-luka, masa dia bae-bae aja sih?" tanya Yeni tak percaya.
"Kan sudah kubilang dia itu disayang tuhan, makanya jangan pernah berani macam-macam, yang ada kamu juga kena karmanya kan?" Nova balik tanya
"aku ga akan puas sebelum aku bisa membalasnya!" gerutu Yeni
"Lebuayyy," sambil mencibir dan berlalu pergi
"Hahh, ya ampuuun!" Nova hanya bisa terkulai lemah sambil berjalan kayak zombie.
Di dalam ruang dosen, dr.Khalid sedang termangu. Dia masih kepikiran soal mahluk buruk rupa yg tadi dilihatnya. Hatinya terasa ngeri mengingat mereka saling beradu pandang.
"Mahluk itu pasti tahu aku melihatnya, ah bagaimana ini? kalau sampai dia mendatangiku, ah aku kayak keluar mulut buaya masuk kandang harimau, oohh tuhaan kapan ada orang yang bisa menolongku?" batin dr.Khalid
"Assalamu alaikum, melamun pagi-paginih, maaf Pak bukannya sekarang sudah jam bapak?" tegur salah seorang teman dosennya.
"Ah alaikum salam, iyya Pak, maaf aku sedikit merenungi sesuatu," ucapnya sambil tersenyum malu. Temannya ikut tersenyum.
****
Jam mengajar dr.Khalid selesai, dia pun segera meninggalkan kelas hendak menuju ruang dosen, namun tak jauh di depannya, mahluk aneh itu seakan sedang menunggunya. Dengan segera dia berbalik dan mengambil langkah seribu. berjalan memasuki lorong kampus entah nanti tembusnya kemana dia sudah tak perduli.
Meskipun para mahasiswa memandangi dengan wajah heran, dr.Khalid tetap tak perduli, bahkan teguran dari mahasiswanya tidak dijawabnya. Dia terus berjalan terburu-buru sambil sesekali menoleh kebelakang. Namun setiap dia menoleh, mahluk itu tetap saja ada di belakagnya.
Akhirnya dia berlari, keluar dari gedung kemudian berbelok dengan cepat masuk gedung yang satunya lagi. terus saja berlari .
__ADS_1
"Eh itukan dosen baru fakultas kedokteran,"
" iyya, kok kayak ketakutan gitu ya?" demikian celoteh mahasiswa yg melihatnya.
keresahan dikalangan mahasiswa sampai juga di kelas Zahira. Berita itu dibawa oleh seorang mahasiswi yang baru pulang dari toilet selepas jam pelajaran.
"Eh katanya dosen fakultas kedokteran yang kece itu lagi kesurupan, katanya dia lari kayak dikejar hantu," gosip mahasiswi itu.
sontak kelas jadi riuh, membuat kelompok kecil Zahira terganggu.
"baru juga mau kerja, udah ada gangguan lagi, padahal mau nyari perhatian juga" ujar Adrian menatap Daniah. Daniah cuma mencibir.
"Gimana kalau bentar sore di rumah kita aja ya Daniah?" saran Zahira sambil menatap Daniah
" Ga masalah sih, cuma Rasti gimana?"
"Aku ikut, Adrian gimana?" tanya Rasti menatap Adrian.
"Kemanapun Daniah mau, aku pasti ikut" ujar Adrian mengerling ke Daniah
"Lebuayyy" geruru Daniah sambil berlalu keluar.
"Ehh itu pak Khalid,"
"mana?" tiba-tiba kelas heboh dan berhamburan keluar hendak melihatnya. Tak terkecuali Rasti dan Zahira. Mereka saling pandang lalu segera keluar tanpa aba-aba.
semua orang berdiri di pintu menghalangi siapapun yang mau keluar.
"Permisi dong, kasi jalaaaan!" teriak Rasti sambil menyeruak kerumunan di pintu. Jalan tebuka, Rasti dan Zahira pun segera keluar.
Dan benar saja, tak jauh di sana tampak dr.Khalid seperti sedang dikejar sesuatu tapi tak ada yang melihatnya.
"Rasti, kita samperin dia yuk!" ajak Zahira.
"Ih ga ah, gimana kalau benar hantu, iiih ngeriii," ujar Rasti bergidik.
"Ya sudah aku ke sana ah," kata Zahira lalu pergi ke arah dr.Khalid berlari.
Zahira terus berjalan dengan cepat mengikutinya. Dan begitu sampai di taman samping yang terbiar dia melihat dr.Khalid sedang berdiri ternganga dengan nafas tercekat seakan-akan dicekik seseorang, sementara kedua tangannya memegangi lehernya sendiri.....
..
..
..
__ADS_1
besok disambung lagi yaaa😉😉😉😉
jangan lupa like komen dan votenya.