
Belum sempat dr.Khalid melihat seluruh isi ruangan, tiba-tiba saja dia mundur kebelakang dengan wajah ketakutan.
Zahira yang melihatnya, menjadi heran.
"Pak ada apa? jinnya datang? pak dia ada dimana?" tanya Zahira beruntun.
Tapi dr.Khalid tidak bicara, muka tegangnya semakin tegang, perlahan dia mendekati Zahira lalu memegangnya.
"Pak, mana jinnya?" Zahira makin heran melihatnya.
"Itu di depan kita". dr.Khalid berbisik.
"Mana?di sini, di sini, atau di sini?" Tanya Zahira sembari melambai ke arah yang ditanyakan bak orangan sawah yang ditiup angin.
Akan tetapi dr.Khalid tak besuara. Saat Zahira menoleh, betapa terkejutnya Ia saat melihat dr.Khalid sudah menganga bagaikan tak bernafas, seluruh wajahnya mulai menghitam.
"Astagfirullah pak, pak ada apa pak" Zahira mengguncang-guncang tubuh dr.Khalid, namun tidak ada perubahan.
"Ah bagaimana ini, ya Allah, bagaimana ini? aduh apa yang harus kulakukan?"
"Ra berpikir, berpikir..." Zahira bicara sendiri sambil mehentak-hentakkan kakinya. Dia benar-benar bingung juga tegang. Dia pun memejamkan matanya untuk menenenangkan diri. Akhirnya dia teringat setiap doa yang pernah dipelajarinya di Pesantren dulu.
Zahira segera menyentuh pundak dr.Khalid sambil memejamkan mata. Sementara wajah dr.Khalid kini sudah benar-benar menghitam.
Zahira komat-kamit membaca doa dan ayat-ayat Al-qur'an untuk mengusir jin. Seketika itu juga dr.Khalid terbebas, namun dia tak bergerak dari tempatnya melihat Zahira masih khusyuk membaca mantra.
"Aamiin" Zahira menyelesaikan doanya. Dengan segera Zahira mengangkat wajahnya hendak memastikan kondisi dr.Khalid.
"Bapak ga papa?" tanya Zahira kuatir.
"Iyya aku udah baikan dari tadi, pas kamu komat-kamit baca mantra". ucap dr.Khalid sambil tersenyum. wajahnya masih agak merah kehitaman.
"Ihh bukan mantra tapi doa, dukun kali baca matra, tapi benar bapak udah baikan?" Zahira masih kuatir.
"Iyya aku udah baikan" balasnya.
"Eh tapi tuh mahluk masih ada atau udah kabur?" Zahira celingak celinguk mencari seakan dia bisa lihat saja.
"Sudah dari tadi kaburnya, kalau ga mana mungkin aku satai begini" ucapnya senyum.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, seorang pemuda berlari keluar sambil teriak-teriak.
"suster, suster, ayahku suster......"
Dari dalam kamar terdengar suara orang perempuan menangis.
"Ayah, Alhamdulillaaaaah, Ayaaaah, ooohh Ya Allah Alhamdulillah".
Zahira dan dr.Khalid keheranan.
Tak lama datang pemuda tadi sambil berlari diikuti seorang perawat. Melewati dr.Khalid perawat itu tersenyum sambil menyapa.
"Dokter? kok ada di sini? bukannya lagi cuti? tanya perawat heran.
"Ada apa dengan pasiennya?" dr.Khalid mengalihkan pertanyaannya karena penasaran apa yang terjadi.
"Pasien yang koma selama dua bulan katanya mulai bergerak tadi, makanya aku datang untuk melihatnya" terang perawat.
"Ya sudah sana cepat masuk!" perintah dr.Khalid.
"Baik dokter, saya permisi" pamit perawat.
__ADS_1
"Aku cuti?, kok bisa? padahal kan jelas-jelas aku mengundurkan diri?" gumam dr.Khalid.
Zahira cuma diam seribu bahasa. Tak tahu mau bilang apa.
"Hai, dr.Khalid, kau si sini? kangen sama pasienmu hah? tanya seseorang yang datang memakai pakaian dokter.
"Oh hai dr. Harun, ah ya aku ke sini karena penasaran. Maaf sudah memberatkanmu mengurus pasienku" dr.Khalid merasa menyesal.
"Tak apa sesama teman kan memang seharusnya saling bantu, kalau kamu menyesal, segera selesaikan cutimu lalu kembali bekerja" perintah dr.Harun.
dr.Khalid memegang tangan Harun, sambil menatapnya heran.
"Cuti...?" keningnya mengerut.
"Hehehe nanti aku jelaskan, tunggu di ruanganku, aku mau periksa dia dulu" ucap Harun lalu masuk ke dalam kamar.
Zahira masih saja diam memandangi Khalid.
"Zahira kamu tidak keberatan kalau kita menunggu dia dulu? ada yang ingin kuperjelas dulu?" tanya dr. Khalid minta persetujuan.
Sebenarnya Zahira agak keberatan, soalnya rasa lapar sudah menyerangnya, selain itu waktu Dzuhur sudah berlalu hampir sejam.
"Asal tidak lama, soalnya aku belum sholat nih" pinta Zahira.
"Iyya makasih ya"
"Aku tunggu di mobil aja pak"
"Tapi....mmm , baiklah, ini kuncinya".
Lalu menyerahkan kunci mobil.
"Kamu masih di sini?" dr.Harun tiba-tiba muncul.
"Ah iyya ini juga baru mau ke sana, eh bagaimana kabar pasiennya tanya dr. Khalid.
"Pasiennya udah baikan, tadi udah mulai buka mata, tapi masih lemah" jelasnya.
"Eh dia?...ehem Gina udah diganti nih ceritanya?" sambil menatap punggung Zahira.
"Ah bisa aja, cuma teman aja, dia tadi bantuin aku" ucapnya sambil berjalan di samping dr.Harun.
"Mmm bantuin apaan di sana?" tanya dr.Khalid sambil menoleh.
"Bantu menyelesaikan masalah yang membuatku setres tinggal di sini" juga menoleh lalu mereka tersenyum.
Karena dr.Harun tahu persis masalah yang dialami sahabatnya namun tidak bisa membantu.
Mereka terus berjalan menyusuri lorong lalu berbelok, tak lama mereka sampai.
"Ayo masuk" dr.Khalid mempersilahkan.
Dokter Khalid masuk lalu duduk di kursi.
"Apa maksudnya dengan cuti, jelas-jelas yang aku buat surat resign" tanya dr.Khalid langsung ke intinya.
"Tenang dulu lah, ga sabaran aja" ledek Harun.
"Masalahnya aku ga bisa lama-lama, kamu lihat cewek tadi kan? nah dia ga mau tinggal lama" jawabnya pasti.
Dokter Harun menatap dr.Khalid lekat dengan senyum.
__ADS_1
"Baiklah, surat resignmu tidak kuserahkan, melainkan aku membuat surat permohonan cuti dengan alasan depresi berat" ulasnya.
"Haaaah" Khalid kaget.
"Jadi aku harus kembali gitu?" lanjutnya.
"Yap begitu" jawab Harun memastikan.
"Bukannya tuh cewek bisa membatumu?" sambungnya.
"Ya tapi kan, belum tentu dia akan membantu aku terus kan?" terang Khalid.
"Pacari aja, biar selamanya sama kamu, kalau perlu kawinin, bwahahaha" usul Harun sembari bercanda.
"Ah entahlah, aku niatnya begitu, tapi diakan bukan barang yang bisa diambil seenaknya" Khalid menimpali.
"Usaha dong" dr. Harun
"Ya akan kuusahakan, okelah aku pamit dulu, kasihan Zahira menunggu lama". Lalu beranjak dan keluar di ikuti pandangan dr.Khalid dengan senyum penuh arti.
Di halaman parkir, Zahira merasa jenuh, perutnya benar-benar kelaparan jam menunjukkan pukul 13. 45.
"Aaahhh lama bangetsih mana laper baget lagi, mending cari warung aja deh" gumam Zahira sambil melirik sana-sini mencari kalau-kalau ada toko.
Tak lama Zahira melihat di seberang jalan ada sebuah mini market. Dengan cepat Zahira menuju kesana. Melintasi parkiran lalu keluar lewat pintu gerbang kemudian menyeberang.
Sesampai di mini market, dia segera masuk dan memilih beberapa roti dan minuman dingin. Lalu segera menuju kasir.
Setelah selesai dia bergegas pulang, takut kalau dr.Khalid sudah menunggu.
Dan benar saja, begitu Zahira mendekat, dr.Khalid sudah tampak bingung mencari Zahira.
Saat dia melihat Zahira, dia bernafas lega.
"Hahhh Zahira aku mencari kamu dari tadi" dr.Khalid lega.
"Maaf pak, tadi aku sedikit lapar jadi aku keluar dulu beli makanan" ujar Zahira sambil mengacungkan belanjaanya.
"Ooh maaf ya seharusnya aku ajak kamu makan tadi sebelum kita kemari.
"Ga papa pak, lagian aku udah beli makanan" ucapnya.
"Mm kalau bapak tidak ada urusan lagi bagaimana kalau kita langsung pulang aja pak?" usul Zahira.
"Kita makan dulu, aku ga enak udah merepotkan kamu tapi ga dikasih makan, ayo naik, kita pergi makan!" pinta dr.Khalid sambil naik dan duduk di mobil. Zahirapun naik di mobil.
*****
Di rumah kosnya, Dania merasa gusar hati, pasalnya Rasti dan Adrian sudah datang, tapi Zahira belum juga pulang. Padahal mereka udah janji jam dua siang mereka akan memulai kerja kelompoknya.......
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1