Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan
~PART 25~


__ADS_3

Zahira mendekati dr.Khalid dengan heran melihat tingkahnya yang aneh.


Betapa terkejutnya Zahira saat melihat wajah dr.Khalid mulai menghitam dengan napas tersengal.


Kedua tangannya masih memegangi lehenya.


Dengan perasaan takut, Zahira mencoba memegang tangan dr.Khalid.


"Bismillah," gumam Zahira lalu memegang tangan dr.Khalid.


"Pak, Bapak kenapa pak?" tegur Zahira sambil mengguncang-guncang tangan dr.Khalid.


"Ahh haaaaaaaahhhh" suara dr.Khalid seakan lepas dari cengkraman, tubuhnya pun terhuyung kebelakang sambil terbungkuk-bungkuk. Kemudian terbatuk.


Belum habis keheranan Zahira, kini ditambah lagi dengan tingkah baru dr.Khalid ini, seakan-akan hanya akting. Tapi jika melihat wajahnya ini tampak sungguhan.


Beberapa saat dr. Khalid mengedar pandang ke sekeliling, seakan mencari sesuatu.


"Hah, kemana perginya dia, apa dia menghilang, hahhh hahhh?"


gumamnya masih tersengal-sengal.


Zahira cuma diam dan terus menyelidiki setiap tingkah orang di hadapannya itu.


Karena merasa diawasi dengan tatapan heran, dr.Khalid mencoba menenangkan diri dan berusaha tersenyum.


"Hai, oh ya terima kasih tadi udah menyelamatkan aku!" dr.Khalid menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang kering.


"Aku? tapi apa yang aku lakukan? menyelamatkan Bapak dari apa?" berondong Zahira penasaran.


Karena sebenarnya dia benar-benar tidak mengerti.


"Ah itu tadi aku dikejar mahluk besar dan menakutkan, orang lain tidak melihatnya tapi aku bisa. Karenanya dia mengejarku." Ulasnya.


"Bhu bhhuuu" tawa Zahira terpaksa keluar meski sudah ditahan bibirnya kuat-kuat.


"Ah maaf pak, bukan maksudku mengolok-olok , cuma lucu aja gitu, ada Bapak-bapak ketakutan sama mahluk gituan?" masih dengan tawa ditahan sekuat mungkin tapi senyum gelinya tetap nampak.


"Apa kamu tidak percaya, aku bisa melihat mahluk halus? kamu tahu tentang orang indigo? aku seperti itu, cuma aku tidak punya kekuatan supra natural seperti mereka," terang dr.Kalid meyakinkan.


"Ya pak sering dengar, cuma ya aku... mmm...apa ya? maaf tapi kan seharusnya ga perlu takut gitu, apalagi udah ...tuuu...a, ah maaf, hehe," Zahira salah tingkah mengucap kata tua, takut dia tersinggung. Lalu mengulum bibirnya sendiri dan menggigitnya rapat supaya tidak keluar lagi suara tawanya.


Dokter Khalid tertegun mendengar jawaban Zahira. Baru kali ini dia bertemu orang yang begitu santai saat bicara soal mahluk gaib.


" Apakah dia orang yang aku cari? tapi ciri-cirinya sama sekali tidak ada kesamaan?" batinnya sambil terus mengawasi gadis didepannya.


"Zahira!!" panggil seseorang


Mereka lansung menoleh.


"Dokter" terdengar lagi suara memanggil.


Ternyata Alfian datang menyambangi Zahira, hampir bersamaan dengan kedatangan Pak Wahyu teman dr.Khalid.


"Ra, kamu ga papa?" tanya Alfian memeriksa Zahira dengan tatapannya.


"Iyya kak, aku ga papa, tapi dia yang apa-apa, kayak orang kesurupan," tunjuk Zahira ke dr. Khalid.

__ADS_1


"Dokter, kamu ga papa kan?" tanya Pak Wahyu pada sang Dokter.


"Iyya Pak, Alhamdulillah, aku baik, berkat dia" dr.Khalid balik menunjuk Zahira dengan ujung matanya.


"Eeh maaf pak, aku ga ngapa-ngapain,"


bantah Zahira


"Itu menurut adek, tapi bagi saya yang melihatnya, tadi waktu aku dicekik mahluk itu, Adek langsung memegangi tanganku dan mahluk itu langsung kabur". Kata dr.Khalid.


Zahira cuma bengong demikian juga Alfian, mereka lalu saling pandang tidak mengerti.


"Kalau saja Adek tidak datang, aku tidak tahu lagi nasibku". Ucapnya lagi.


"Baiklah pak kalau begitu saya permisi dulu, Alhamdulillah deh kalau aku bisa menyelamatkan orang, mari pak Assalamu alaikum!" pamit Zahira


Alfian hanya tersenyum pada mereka lalu beranjak mengikuti Zahira.


"Pak, aku rasa dia adalah orang yang ditakdirkan untuk membantuku menghilangkan kebiasaan ini." Kata dr.Khalid memandangi Pak Wahyu.


"Kamu yakin?tapi bukannya dulu kamu bilang Gina itu orangnya?"


tukas Pak Wahyu heran.


"Bukan pak, dia sama sekali tidak membantu. Awalnya aku pikir begitu karena dia bilang dia tidak takut hantu. Tapi ternyata sama sekali tidak ada pengarunya sama sekali." Terangnya sambil menghela napas.


" Baiklah, itu kita pikirkan nanti saja, sebaiknya kita ke ruang UKS saja, kamu harus istirahat".


Ajak pak Wahyu.


Pak Wahyu adalah salah satu dosen dr.Khalid sewaktu masih mahasiswa dulu. Dan pak Wahyulah yang pertama tahu kalau dia bisa melihat mahluk gaib. Itulah mengapa pak Wahyu begitu memahaminya. Dan sekarang dr.Khalid sudah menjadi temannya sebagai sesama dosen.


"Iyya pak masih mahluk yang sama, hanya saja aneh kenapa mahluk itu mengejarku dan ingin membunuhku? padahal dulu dia seakan berterima kasih saat tempat parkir itu diubah menjadi taman dan tidak diganggu mahasiswa".


Ucapnya heran sambil merebahkan diri di atas ranjang.


" Ah tapi aku masih tidak mengerti apa maksud kamu tadi tentang gadis itu bisa membantumu?" tanya pak Wahyu sembari meraih kursi lalu duduk di samping ranjang.


"Gadis itu bisa membuat jin itu menjauh hanya dengan baca basmalah dan begitu menyentuhku jinnya langsung menghilang entah kemana".


pak Wahyu hanya mwngerutkan dahi.


"Sementara saat bersama Gina dulu, bukannya hilang, mahluk mengerikan justru mengejar kami," tambahnya.


Setibanya Zahira di kelas, dia langsung dikerumuni oleh teman-temannya.


"Zahira apa yang terjadi?"


"Bagaimana kondisinya?"


"Benar dia kesurupan?"


"Apa kamu tidak takut?"


Demikian Zahira diberondong pertanyaan, membuatnya terdiam dan tersenyum geli.


"Penasaran tapi takut mendekat, gimana sih?" ucapnya kemudian.

__ADS_1


"Zahira", " eh tapi kan", "itukan menyeramkan" , riuh suara temannya.


"diiaaaaammm!!!! tiba-tiba Rasti berteriak melerai kerumunan.


"Yeeeee" jawab mereka serempak karena kecewa.


"Bisa ga sih kasi kesempatan Zahira bicara!" kata Rasti.


setelah cukup tenang, Zahira mulai bicara.


"Jadi begini, kan tadi itu waktu aku ikuti dia, pas sampai di taman sana itu (sambil menunjuk ke samping) aku lihat dia seperti lagi dicekik padahal ga ada sesuatu," jelas Zahira.


"Wuaaaa, sereemnya, kamu ga takut gitu?" timpal salah seorang temannya. Sementara para Mahasiswa laki-laki berdiri agak jauh dan menyimak dengan muka penasaran.


"Tidak, kan aku ga lihat apa-apa!" tukas Zahira tersenyum.


"Aku cuma merasa perlu untuk membantu sih, soalnya dulu kan, waktu Daniah sama 2 temanku yang lain sering diganggu hantu juga. Cuma pas aku datang hantunya langsung cabut. Makanya siapa tahu berlaku juga buat tuh orang tadi. Dan bener juga, pas aku tegur, dia langsung terbebas". Zahira menegaskan.


"Waaah berarti kamu sakti dong Ra?" ujar yang lain.


Adrian yang mendengar Daniah pernah diganggu hantu, langsung menoleh menatapnya.


"Jadi karena itu Daniah selalu diam dan sedikit judes?" tanya Adrian dalam hati.


"Maaf siapa yang hebat?" tanya pak dosen yang tiba-tiba sudah ada di pintu.


Serentak semuanya berhamburan ke kursi masing-masing.


*****


Setelah merasa baikan, dr. Khalid pun beranjak dari pembaringan menuju ke ruangannya. Sementara pak Wahyu sendiri sudah sedari tadi meninggalkannya. Begitu sampai di ruangannya, diraihnya tas dan laptopnya kemudia keluar menuju mobilnya di parkiran.


Sudah lebih dari sejam dr.Khalid berdiam diri di dalam mobilnya tak bergeming, sesekali melongok keluar kalau-kalau Zahira sudah keluar. Akhirnya dia teringat mamanya. Dia pun meraih ponsel lalu menghubungi Mamanya.


"Halo Assalamu alaikum, ada apa sayang" sapa Maminya di seberang.


"Alaikum salam, ga ada apa-apa, Mi aku mau ngasih tahu kalau aku sudah ketemu sama orang itu. Orang yang dapat membantuku Mi!" Dokter Khalid bersemangat.


"Benarkah? kok bisa, apa kamu yakin?"


"Yakin Mi, tadi dia menyelamatkan aku dari cengkeraman mahluk mengerikan hanya dengan menyentuh tanganku Mi,"


"Terus, cewek apa cowok?"


"Cewek Mi, masih mahasiswa baru!"


"Cepat tembak dia, jadikan pacarmu, lupakan Gina yang matre".


"Ah mami, dia udah punya pacar,"


"Yaah, eh tapi sayang, ingat istilah anak muda dulu, selama janur kuning belum melengkung, selama ijab qabul belum terucapkan, selama itu harapan tetap ada dan kesempatan terbuka lebar, benarkan?"


"Tapi Mi aku tidak mau jadi pelakor!"


"Bwahahaha memang perempuan, pelakor"


mereka tertawa.

__ADS_1


"Pokoknya kamu dekati dia jangan dilepaskan!"


"Ya akan kucoba Mi, eh sudah dulu ya Mi, tuh dia datang, aku mau samperin dulu".


__ADS_2