
Selesai berwudhu, Pak Khalid masuk ke kamar Zahira, lalu menunaikan sholat berjama'ah bersama Zahira, dan Pak Khalid sendiri yang menjadi imamnya.
Di luar, Della masih terbelalak tak percaya, " eh itu Pak Khalid ngelamar Zahira kan barusan?" Sambil menatap Daniah.
"Melamar apanya sih, orang Pak Khalid mau sholat bareng, tuuuhh!" Meta meyakinkan Della.
"Meta, kamu tahu ga sih yang namanya ki...a...san?" Della melotot ke Meta.
"Iya tahu, cuma yang tadi itu emang mau jadi imam sholat aja!"
"Dan, menurut lo?"
"Auuu ah, cape!" Daniah langsung melengos masuk kamarnya.
Della dan Meta tetap setia menantikan Zahira selesai sholat.
Begitu selesai sholat, Pak Khalid segera keluar kamar, lalu duduk di sofa. Della dan Meta segera memperbaiki posisi duduknya yang setengah berbaring menjadi duduk tegak.
Meta yang sejak tadi penasaran dengan kecurigaan Della langsung bertanya. "Pak mau tanya nih, kalau boleh?"
Della sudah merasa was-was dengan apa yang akan ditanyakan Meta, hingga dia menatap Meta lekat.
"Ya silahkan tanya!"
"Emm hehe, jangan marah ya Pak!"
"Meta!" Della mencoba mencegah Meta.
"Ga papa kok Della, terusin aja Meta!"
"Emm itu tadi, apa Bapak melamar Zahira?" Della langsung mencubit lengan Meta. "Aaaauu, ssshhh!" Meta meringis.
Pak Khalid cuma tertegun mendengar pertanyaan Meta. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Karena sejujurnya, dia memang bermaksud secara konotatif dan denotatif akan ucapannya. Tergantung Zahira menanggapinya.
Melihat Pak Khalid terdiam, Della semakin yakin jika Pak Khalid benar-benar melamar Zahira demikian juga Meta. "Jadi beneran Bapak melamar Zahira!!"
Zahira yang baru keluar langsung berhenti mendengar pertanyaan Della. "Della ngomong apa sih, kapan aku dilamar?"
Semua mata langsung tertuju ke Zahiran. "Zahira, ehh ahh itu...hehe." Della cuma garuk-garuk tengkuk.
"Zahira, mereka cuma salah paham kok, dia pikir aku melamar kamu karena tadi aku minta ijin jadi imammu." Pak Khalid tersenyum keki.
"Ooh...." Zahira tampak berpikir.
Pak Khalid tidak ingin keadaan menjadi canggung, sehingga dia dengan cepat mengubah topik. "Zahira, aku sebenarnya ke sini mau membahas masalah Amanda yang tertunda semalam."
Amanda yang lagi meringkuk nyaman di bawah tangga, langsung terbelalak begitu mendengar namanya disebut. Dengan cepat dia melesat keluar.
"Aaastagfirullah!!"
Pak Khalid kaget bukan main, saat Amanda telah berada di depannya, tanpa permisi terlebih dahulu.
Melihat hal itu, Della dan Meta langsung saling peluk, apalagi mata Pak Khalid tertuju di sampingnya. "Paak jangan bilang Amanda ada di samping kami!"
"Aa...itu..." mata Pak Khalid terus tertuju di samping Meta bergantian dengan Meta. "Mmm ga kok sudah pindah." Berarti tadi di sini!!" Mata mereka terbelalak.
"Tapi kan Amanda ga ganggu kalian, kenapa mesti takut sih?" Zahira ikutan duduk. "Ah hahahaha." Meta dan Della tertawa kecut.
__ADS_1
"Bisa kita bahas sekarang?"
Zahira mengangguk, "silahkan Pak!"
"Begini, mungkin ada baiknya kita cari tahu dulu keluarga Amanda, terus kita tanyakan tentang bagaimana penanganan kasusnya."
"Emm sebenarnya semalam aku mimpi lagi ketemu Amanda Pak!"
"Terus?"
"Dia minta izin ke aku buat pinjem temanku, tadinya aku bingung apa maksudnya, tapi pas Meta bilang kesambet, jadi aku kepikirannya kesitu."
Della dan Meta lagi-lagi saling pandang.
Kemudian nenoleh ke Zahira. "Maksud kamu apaan Ra? Hehe rada-rada ga enak nih perasaan."
"Iya Ra, apa maksud kamu?"
"Mm mungkin kalau Amanda merasuki tubuh seseorang, dia bisa mengatakan semua masalahnya lewat mulut orang yang dimasuki, begitu kali Pak?"
Pak Khalid langsung menatap Amanda yang kini sedang berdiri di belakang sofa. Amanda mengangguk mengiyakan penjelasan Zahira. Pak Khalid mengangguk-angguk "ooohh."
"Ooh apa ya Pak, ga enak bener nih hati, hehe!" Della tersenyum meringis.
"Amanda jangan pake aku ya, Della aja!"
Ratap Meta sembari menengadahkan tangannya. "Aaauuu!!" Dengan cepat menoleh ke Della yang memukulnya.
Della melotot tajam, "Enak aja pake nunjuk-nunjuk, Amanda jangan aku ya!!!" Della mengatupkan tangan di depan dada.
Pak Khalid tersenyum geli melihat tingkah mereka. "Kalian ga akan mati kok kalau cuma dimasuki hantu, hahaha."
"Pak, aku mau kok jadi medianya Amanda!"
Semua mata langsung tertuju pada Zahira. Pak Khalid kembali menatap Amanda. Akan tetapi yang dilihat Pak Khalid, Amanda justru menggeleng sedih. Pak Khalid mengerutkan dahinya.
Baik Della, Meta dan Zahira menjadi heran melihatnya. "Ada apa Pak?"
"Sepertinya... Amanda... tidak bisa... merasuki kamu Zahira!" Pak Khalid berbicara terputus-putus karena mencoba membaca isyarat tangan Amanda.
"Terus gimana Pak?"
Della dan Meta makin merasa kecut. Muka mereka tampak cemas. "Ini makin ga enak nih perasaan ya!"
"Iyaaa, heeeee!" Mereka saling berpegangan.
Amanda...mau meminjam tubuh salah satu..." belum sempat Pak Khalid melanjutkan,
"Hwaaaaaaaa!!!" Della dan Meta sudah lari masuk kamar.
"Yaaah terus gimana Pak?" Zahira tampak sedih.
Pak Khalid menarik napas, sambil menatap Amanda "maaf ya Manda!"
Amanda menjadi lesu kemudian menghilang.
Pak Khalid menatap Zahira yang masih bingung. "Amanda sudah menghilang lagi, sepertinya dia sedikit kecewa."
__ADS_1
"Haah bagaimana cara membantunya ya?"
"Kasihan dia, kita mau meneror Bu Kos, dia juga belum pulang dari rumah sakit."
"Haah, harus apa lagi?" Zahira bersandar di sofa sambil menutup matanya.
Pak Khalid terus memandangi wajah Zahira yang imut. "Ya Allah jadikan dia jodohku, amiin." Sambil memejamkan matanya, Pak Khalid mengusap wajahnya.
"Eh iya maaf Pak, aku jadi lupa bikinin minum, bentar ya Pak." Pak Khalid cuma mengangguk dan tersenyum. Dia tidak ingin menolak karena dengan begitu dia bisa berlama-lama bersama Zahira.
Zahira berlalu masuk ke dapur hendak membuatkan teh buat Pak Khalid. Sedang asik menunggu air mendidih, tiba-tiba dari atas, Tono setengah berlari turun tangga membuat Zahira kaget ketakutan.
"Heeh kamu wanita sialan, APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN SAMA MA'NIPAAAH!!"
Zahira sudah gemetaran dilabrak oleh Tono, ditambah Tono makin mendekatinya dengan mata melotot.
Zahira langsung berteriak, "AAAAAA!!"
Pak Khalid langsung berlari masuk dapur saat mendengar bentakan dan teriakan Zahira. Begitu sampai di dapur, Pak Khalid menjadi kalap saat melihat Zahira dicekik oleh seorang lelaki bertubuh lebar dan tinggi.
"Zahira!! Hei lepasin Zahira!" Sambil melayangkan tinju yang keras di wajah Tono.
Tono terhuyung ke samping, dengan cepat Pak Khalid memeriksa tubuh Zahira. "Zahira, kamu ga papa kan?"
Air mata Zahira sudah lolos, tubuhnya bergetar hebat. Daniah and the gank pun berlarian masuk ke dapur saat mendengar keributan itu.
"Meta tolong ban..., AAAKHHH!" Belum selesai bicara, Tono sudah meninju muka Pak Khalid.
"AAAAAAA!!" Zahira makin histeris, demikian pula Daniah and the gank.
Perkelahian terjadi, Tubuh lebar Tono yang besar dengan perut tambun, tidak selincah Pak Khalid yang agak ramping.
Semua barang di meja makan berjatuhan, kursi pun pada terjungkang. Dengan gesitnya Pak Khalid menghindari setiap serangan dari Tono.
Beberapa kali Tono terpojok ke meja makan, lalu bangkit lagi melawan, tapi akhirnya dia mengalah karena seluruh tubuhnya seakan remuk dihantam oleh Pak Khalid dan juga menghantam meja kursi.
"Awaas kalian, kali ini kulepaskan, tapi lain kali aku akan membalas kalian semua, terutama kamu perempuan si*lan!" Sambil menunjuk Zahira yang semakin ketakutan. Tono pun segera naik ke atas.
"Zahira!!" Pak Khalid segera memeluk Zahira yang sudah terkulai lemas. "Haa...haaa...Pak aku takut...hiks..hiks..."
"Zahira, ga papa oke, aku ada di sini, kamu jangan takut lagi ya, ga papa!"
Sambil terus mendekap tubuh Zahira yang terkulai lemas. Tanpa sadar Pak Khalid mengecup kening Zahira.
Tak ada maksud yang lain, selain menenangkan Zahira yang ketakutan, akan tetapi Daniah and the gank yang melihatnya menganga kaget. Mereka saling pandang. Belum lagi kaget mereka hilang, kini bertambah kaget lagi melihat keadaan Zahira.
"Zahira...Ra...Zahira!!" Pak Khalid terus memanggil Zahira sambil menepuk-nepuk pipinya. Tapi Zahira tetap tak menjawab. Dengan cepat Pak Khalid mengangkat tubuh Zahira ke kamar.
Daniah And the gank mengikuti di belakang dengan wajah penuh kecemasan.
.
.
.
.
__ADS_1
Besok disambung lagi ya.
Jangan lupa like, vote dan komennya yah😘😘😘😘.