Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan
Part 62. Pucuk dicinta ulam tiba


__ADS_3

Pak Khalid menatap Zahira dengan wajah cemas. Dia kawatir kalau-kalau masuknya Amanda di tubuh Zahira, akan berpengaruh pada tubuhnya nanti.


"Amanda bagaimana bisa kamu masuk ke tubuh Zahira?"


Zahira menatap Pak Khalid dengan mata melotot tajam, namun tetap diam.


"Tolong bicaralah dengan cepat, aku tidak mau Zahira nanti malah kenapa-napa!"


Zahira alias Amanda mengangguk pelan dan kaku. Dengan suara yang berat dan serak, "itu mungkin karena Zahira sedang melamun dan tidak fokus, dia terlihat gelisah dan stres, aku baru kali ini melihat dia seperti itu."


Pak Khalid terdiam, dia merasa sangat bersalah terhadap apa yang terjadi pada Zahira. "Apa karena aku sudah kelewatan, atau karena ciuman itu, tapi aku tidak bermaksud apa-apa, maaf ya Zahira!"


Amanda yang melihat Pak Khalid terdiam, angkat bicara. "Bisa aku cerita sekarang?"


"Ah iya, bicaralah!"


Zahira mulai menceritakan kisahnya yang menyakitkan. Mulai dari pertemuannya dengan Tono, sampai pada pembunuhan yang dilakukannya bersama Ibu Kos.


Selesai bercerita, Zahira menangis terisak-isak. "Aku bersumpah akan menghantui mereka sampai mereka mau mengakui perbuatannya dan membayar semua penderitaan yang aku rasakan."


Baik Pak Khalid maupun Meta dan Daniah merasa sangat geram mendengarnya. "Benar-benar kejam sih mereka!"


"Ga punya hati kali mereka!"


Meta dan Daniah mengumpat dengan suara keras.


"Anak yang aku kandung pun ikut menghilang, hiikks, hiiks," Suara tangis Zahira yang bergetar membuat bulu kuduk Meta dan Daniah meremang. Mereka langsung bergidik lalu saling peluk.


"Lalu dimana alamat orang tuamu, mungkin kami bisa membantu kamu menceritakan semuanya, sekaligus mengajukan tuntutan ulang?" Lanjut Pak Khalid.


"Aku tinggal di Desa Padaelo, Kabupaten Bone, Jalan poros Maros-Bone!"


"Apa kamu ingat nomor telpon mereka?"


Zahira menggeleng pelan. Suara tangisnya terdengar lagi. Daniah dan Meta semakin erat berpelukan.


"Baiklah terima kasih Amanda, aku janji akan menemui orang tuamu tentang perihal kematian kamu, jadi kamu bisa keluar sekarang dari tubuh Zahira!"


Zahira alias Amanda kembali mengangguk pelan. Dengan perlahan Amanda beranjak dari tubuh Zahira. Sangat pelan, karena dia takut Zahira jatuh lemas.


Benar saja, begitu Amanda keluar, Zahira langsung lunglai tak berdaya. Hampir saja tubuhnya jatuh ke lantai. Tapi dengan cepat Pak Khalid merengkuh tubuhnya lalu membenarkan posisi tubuhnya di kasur.


Amanda merasa sangat bersalah melihat keadaan Zahira. Akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa padanya. Amanda tidak ingin lagi menyentuhnya, apalagi sampai merasukinya.


Pak Khalid segera menoleh ke Meta. "Bisa tolong ambilkan air minum?"


Meta dan Daniah segera mengangguk dan pergi ke dapur.


Zahira perlahan mulai bergerak. Matanya pun mulai terbuka. "Aahh kepalaku pusing, badanku lemas semua." Zahira menggeliat perlahan.


"Zahira kamu sudah sadar?"

__ADS_1


Mendengar suara Pak Khalid, Zahira menjadi kaget. "Pak Khalid, apa aku mimpi atau menghayal lagi?"


Pak Khalid tersenyum. "Zahira kamu tidak bermimpi, ini beneran aku kok!"


Zahira mengusap-usap matanya. "Aaa, tapi bukannya Anda tadi sudah pulang?"


"Iya, tapi karena aku dapat pesan dari kamu jadi aku kembali lagi."


Zahira mengernyit "Pesan?"


"Iya, kalau kamu tidak percaya lihatlah sendiri." Pak Khalid meraih ponsel Zahira lalu memberikannya.


Betapa terkejutnya Zahira saat membaca pesan itu, "Ini atas nama Amanda, kok bisa, apa yang terjadi?"


"Zahira kamu tenang dulu ya, nanti aku cerita!"


Meta dan Daniah telah datang membawa segelas air. Meta menyodorkan gelas "Nih minum dulu Ra!"


Zahira bangkit perlahan lalu minum. Karena tubuhnya masih lemas, dia berbaring lagi. "Apa yang terjadi padaku?"


Mendengar pertanyaan Zahira, Meta langsung menjawab tanpa diminta.


"Zahira tadi kamu kerasukan Amanda!"


Zahira langsung bangun karena kaget. "Haaa, jadi apa Amanda sudah bicara? Apa yang dia katakan? apa dia mengatakan semuanya? apa alamat orang tuanya sudah dikatakannya juga?"


Mendengar pertanyaan beruntun dari Zahira, Pak Khalid tidak dapat menahan tawanya. Sementara Daniah dan Meta cuma saling pandang.


"Haha, santai sedikit Ra, tanya ya satu-satu dulu, hahaha!"


"Iya, Amanda sudah cerita semuanya, termasuk alamat keluarganya."


"Alhamdulillah kalau begitu, semoga kasus Amanda cepat selesai dan mereka mendapat hukuman atas perbuatannya."


Pak Khalid, Meta dan Daniah hanya mengangguk mengiyakan.


"Pak Terima kasih banyak karena sudah membantu!"


"Sama-sama Zahira, lain kali kalau butuh sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk menelponku ya!"


"Iya Pak, makasih!"


"Baiklah aku pulang dulu ya!"


Melihat Pak Khalid hendak pulang, Meta mencegahnya. "Eh Pak tunggu sebentar!"


"Ada apa?"


"Emmm itu Pak, bagaimana kalau orang itu datang lagi, terus pas kami lagi tidur?"


"Iya pak bener, apalagi kan pintu di atas itu ga ada daun pintunya, jadi kalau ada orang yang masuk kemari, ya sangat mudah." Daniah menguatkan alasan Meta.

__ADS_1


"Apa kalian mau aku tidur di sini? tapi kan tidak ada kamar kosong di sini?"


"Anda bisa pake kamar Meta Pak, dia kan tidur bareng aku tiap malam, hehe!"


Mendengar itu Zahira keberatan. "Eh jangan tidak boleh, kalau sampai Umi dan Abi tahu aku tinggal sama lelaki asing, aku bisa ditarik pulang."


Daniah menoleh menatap Zahira. "Tapi Ra, bagaimana kalau orang itu datang lagi?"


Zahira menjadi serba salah. "Ee itu...aku..., tapi pokoknya aku tidak bisa tinggal sama cowok Daniah, aku takut Umi marah!"


Pak Khalid melerai, "Ya sudah, kamu jangan kawatir, aku tidak akan menginap di sini, tapi kalau ada apa-apa, janjilah untuk langsung menghubungiku!"


Mereka semua mengangguk setuju. "Iya Pak, kami janji." mereka menjawab serempak seakan dikomando.


"Oh ya Zahira, aku sarankan kamu jangan banyak melamun atau memikirkan hal yang tidak-tidak ya, karena Amanda bilang dia bisa merasuki kamu dengan mudah, itu sebab kamu sedang linglung dan stress!"


Mendengar itu, Zahira langsung bengong. Daniah yanh melihatnya langsung menepuk bahunya. "Wooi bengong lagi kan, mau kesambet dua kali kamu ya?"


Meta tertawa melihatnya.


"Iya Pak, aku janji tidak akan menghayal atau stres lagi!"


"Ya sudah aku pamit ya, assalamu alaikum!"


Mereka mengawab serempak, wa alaikum salam.!" Meta dan Daniah mengikutinya di belakang. Lalu menutup pintu rumahnya.


Begitu Pak Khalid pergi, dia bukannya pulang, malah mencari rumah kontrakan di sekitar situ. Setelah bertanya pada beberapa orang, ahirnya menemukan rumah kontrakan, sayangnya sudah penuh. Tapi kemudian penyewa rumah itu malah menawarkan untuk menyewakan rumahnya.


Pak Khalid pun mengikuti orang itu. Alangkah kagetnya Pak Khalid saat orang itu berhenti tepat di depan rumah Zahira. Pak Khalid pun turun dari mobilnya. "Maaf Pak, rumah Anda yang ini?" Sambil menunjuk rumah Zahira.


Bapak itu tersenyum, "bukan itu tapi yang ini!" Sambil menunjuk ke seberang jalan, tepatnya di seberang rumah Zahira.


Pak Khalid langsung tersenyum, "Pucuk dicinta ulam tiba, dengan begini aku bisa mengawasi Zahira dengan baik." Batin Pak Khalid.


"Mari silahkan dilihat dulu Pak!" Sambil melangkah masuk ke rumah itu.


Pak Khalid mengikutinya, matanya tak henti-henti memandangi setiap detil rumah itu.


Rumah dengan 2 lantai, dibagian bawah terdapat ruang tamu dan ruang keluarga serta dapur juga kamar mandi dan kamar tamu. Sedangkan di bagian atas, terdapat 3 kamar tidur dengan 1 kamar mandi serta teras yang menghadap langsung ke rumah Zahira.


Tanpa pikir panjang, Pak Khalid menerimanya. Tapi rasa herannya tak dapat dibendungnya. "Maaf Pak, kalau boleh tanya, kenapa rumah ini tidak ditinggali ya, padahal Bapak sendiri malah tinggal di rumah kontrakan?"


"Ooh itu...eee...begini, mmm aku...ah maaf tapi aku memang suka tinggal dikontrakan, lebih sempit jadi gampang dibereskan."


"Ooh." Pak Khalid pura-pura percaya dengan penuturannya, karena dia yakin kalau semua itu pasti ada hubungannya dengan penghuni rumah di seberang yang tak kasat mata.


.


.


.

__ADS_1


.


Sampai jumpa esok lagi ya, love you all😘😘😘😘😘😘. Ingat likenya yahhhπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


__ADS_2