Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan
Part 39.


__ADS_3

Zahira terbangun dengan segar saat adzan subuh terdengar. Dia menguap sekali kemudian melangkah keluar hendak berwudhu. Kemudian melaksanakan sholat seperti biasanya.


Selesai sholat, Zahira nampak sedang berpikir. Hatinya bertanya-tanya kenapa malam ini dia tidak lagi bermimpi.


Masih dengan rasa penasarannya, dia melangkah keluar dari kamar hendak ke dapur membuat sarapan.


Zahira tengah asik berkutat di dapur membuat sarapan saat Hantu Amanda muncul dari bawah tangga. Dengan melotot dan ketakutan dia berteriak memperingati Zahira akan mahluk jelek yang akan menyerangnya kali ini, Akan tetapi sia-sia belaka.


Suara Hantu Amanda bukannya terdengar oleh Zahira malah terdengar oleh mahluk buruk rupa. Hanya dengan sekali sentil tubuhnya lagsung terhempas kebelakang.


Zahira kaget saat tempat sampah di belakangnya terguling tanpa sebab. Bulu kuduknya sedikit meremang. Hawa dingin menyerangnya saat dia hendak mengambil tempat sampah itu.


Agak sedikit ragu Zahira saat hendak berdiri. Firasatnya yang buruk dan perasaan tak enak di hatinya membuatnya langsung waspada. Dengan mata terpejam, Zahira membaca doa pengusir setan dan Jin. Setelah hawa dingin mereda, Zahira pun membuka matanya.


Hantu Amanda yang terpuruk di samping bak sampah begitu tercengang saat mata kepalanya sendiri menyaksikan mahluk yang sedang menyerang Zahira tadi bukannya mengenai tubuh Zahira, malah tubuh mahluk itu yang lansung terbakar.


Hantu Amanda segera melesat kembali ke bawah tangga.


Hari semakin terang, Meta, Della dan Daniah sudah siap untuk sarapan. Akan tetapi Della yang habis mencuci pakaiannya yang kemarin dipakainya langsung naik hendak ke lantai atas untuk menjemur.


Belum lagi sempat temannya mengunyah makanan, Della sudah datang sambil berteriak. "Zahiraaaa, bagaimana bisa tali gantungan itu ada di atas?" Della terengah-engah karena ketakutan.


Zahira mengernyit. "Memangnya kenapa dengan tali itu?" Sambil menatap Della bingung.


Meta dan Daniah ikutan bingung.


"Yah kamu masih tanya kenapa, sejak kemarin udah dikasi tau kalau tali gantungan itu tali hantu Ra!" Della semakin ketakutan.


Meta terbelalak. "Apa jangan-jangan Bu kos semalam jatuh karena ketakutan pas lihat tali gantungan itu?"


Daniah tiba-tiba geram. "Bisa diam ga sih, sehari aja ga bahas Hantu boleh ga, entar hantunya nongol lagi gimana?"


Teman-temannya langsung terdiam.


Della yang tegang perlahan duduk mengambil piring lalu mengambil nasi goreng kemudian makan dengan perlahan sambil mengedar pandangan pada temannya bergantian. Suasana kembali menjadi hening.


Belum lagi mereka selesai makan, seorang wanita muda turun dari tangga. Begitu dia sampai di samping ruang makan, dia menegur keempat Mahasiswa itu.


"Maaf mau tanya siapa yang kemarin bawa tali tambang ke atas?"

__ADS_1


Sontak keempat cewek itu menoleh ke asal suara. Daniah langsung sewot. "Aduh Mba kalau bertamu itu ya ucap salam kek apa kek gitu, ini langsung nanya bikin hati hampir copot Mba!"


Zahira langsung menyela Daniah yang sewot. "Saya yang bawa Mba, ada apa ya?"


Wanita itu tersenyum, "Bu kos sudah sadar katanya dia mau bertemu kamu!"


Keempat Cewek itu saling tatap. Meta akhirnya angkat bicara. "Maaf tapi kenapa harus Zahira?"


Wanita itu cuma angkat bahu. "Entahlah Dek, mending kalian naik aja kasihan Bu Kos dia lemas karena jatuh."


"Iya deh, habis makan kita naik kok." Ujar Della tanpa persetujuan.


"Ya sudah aku naik dulu ya." Wanita itu lalu berbalik dan naik ke atas kembali.


Daniahlangsung melotot ke Della.


"Della kamu kok iya iya aja sih?" Della cuma nyengir kuda. "Ya mau bilang apa lagi coba, hehehe."


Zahira hanya diam mendengar temannya. Sesungguhnya di dalam hati Zahira sangat takut berhadapan si Empunya rumah.


Selesa membereskan ruang dapur, Zahira segera mandi dan berganti pakaian. Daniah and the gank sudah menunggu di sofa.


Zahira mengangguk pasti. "Iya mungkin dia mau menanyakan tentang tali gantungan yang kubawa kemarin." Sambil berbalik menuju ke dalam hendak naik di tangga.


Meta langsung bangkit mengejar Zahira. "Zahira tunggu biar aku temani ya!"


Melihat Meta ikut Della pun bangkit, terpaksa Daniah juga ikutan.


Sesampai di teras atas, sudah ada beberapa penghuni kamar atas berkumpul di sana. Setiap pasang mata menatap kedatangannya. "Apa kamu sengaja memasang tali hantu itu di sana?" Tanya salah seorang perempuan.


Zahira menoleh ke arah yang ditunjuk. "Iya aku memasangnya kemarin, tapi maaf itu bukan tali hantu."


"Masa sih jelas-jelas kemarin kita lihat kamu menyeret hantu perempuan di ujung tali itu!"


Meta langsung memeluk Daniah begitu juga Della saat mendengar penuturan perempuan tadi. Zahira sendiri agak heran dibuatnya. "Maaf tapi aku sama sekali ga lihat hantu di sana kemarin."


"Hei kalian lepas dan buang tali itu sekarang!"


Dari lantai atas tiba-tiba Bu kos berteriak begitu keras. Dengan cepat perempuan yang tadi datang memanggil Zahira di bawah langsung berjalan hendak membuka tali. Tapi apa yang terjadi, perempuan itu langsung pucat dan berlari masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Melihat hal itu, semua mata menoleh ke arah tali yang terbentang di sana. Sama seperti perempuan tadi mereka langsung pucat pasi dan bergerak perlahan-lahan masuk ke dalam rumah dan tak ada lagi yang berani keluar.


Bu Kos yang menyaksikan Amanda dengan mata melotot padanya langsung histeris dan ambruk seketika. Zahira dan teman-temannya menjadi heran dan panik. Mereka tidak mengarti dengan apa yang terjadi.


Tapi dengan cepat Zahira menggamit Daniah, "ayo tolongin Bu kos!"


Mereka pun berlarian menaiki tangga menuju tempat Bu Kos.


Dengan susah payah mereka menggotong tubuh Bu Kos yang agak kurus itu masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di dalam, Zahira segera mengambil minyak kayu putih dan mengusapkannya di hidung Bu Kos.


Perlahan Bu Kos membuka mata. Saat melihat siapa yang telah membantunya, dia langsung naik pitam. "Kamu sengaja kan mau menakut-nakuti aku makanya kamu bawa tali palsu itu kesana!" Sambil menuding-nuding Zahira.


"Maaf Bu saya tidak ada maksud begitu, saya memang butuh tali buat jemuran."


"Dimana kamu menemukan tali itu hahh, dimana!" Air liur Bu Kos sampai muncrat karena bentakannya yang keras.


Zahira mulai gemetar ketakutan. Melihat itu Meta langsung memeluk Zahira. "Maaf ya tante, Zahira emang ga sengaja kok nemu tali itu di kolong ranjangnya."


Bu Kos semakin murka melihat Meta membela Zahira. "Pergi kalian pergi!!"


Dengan cepat Zahira keluar diikuti oleh teman-temannya.


Sesampai di bawah Zahira masih gemetar, air matanya perlahan mulai menetes. Meta yang melihatnya jadi kasihan. "Ra kamu jangan sedih ya, aku rasa Bu Kos mungkin melihat hantu juga makanya dia marah-marah."


Della mendekati mereka sambil duduk di kursi meja makan. "Eh kalian merasa aneh ga dengan Bu Kos?"


Daniah ikutan duduk sambil mengernyit. Meta dan Zahira langsung berubah fokus. "Maksudnya?" Daniah tak sabar.


"Mm," Della celingak-celinguk lalu mendongak ke tangga "gimana kalau kita ke luar aja yuk bergosip!"


Mereka mengangguk lalu segera berpindah tempat bergosip. Sesampai di sofa, Daniah semakin tak sabar.


"Terus-terus?"


"Ya elah sabar dikit napa Dan."


Della membungkuk sambil hendak berbisik. Semua temannya ikutan membungkuk sambil merapatkan kepala masing-masing.


"Eh aku curiga tali gantungan dan hantu yang mati gantung diri itu ada kaitannya dengan tingkah aneh Bu Kos deh."

__ADS_1


Serempak Meta dan Daniah bangkit dan berteriak. "Dellaaaaa!"


__ADS_2