
Sudah empat hari ini Amanda terus mengikuti Zahira pergi dan pulang dari kampus. Sesuai perjanjian yang tanpa bukti hitam di atas putih, Amanda berusaha untuk tidak berbuat nekat apalagi memunculkan dirinya. Dengan setianya Amanda mengikuti Zahira agak jauh di belakang.
Akan tetapi Amanda akan langsung menampakkan diri sesaat jika melihat ada gerak-gerik mencurigakan dari orang-orang di sekitar Zahira yang kemungkinan akan mencelakainya.
Seperti kemarin saat Yeni datang hendak melabrak Zahira lagi karena kedapatan senyum ke Alfian. Tanpa ampun Amanda langsung menampakkan wajah seramnya di belakang Zahira. Hal itu membuat Yeni segera berteriak histeris dan langsung lari tunggang langgang.
Seperti biasanya, saat malam sudah menyelimuti bumi, Amanda naik ke atas hendak berayun ria di tali gantungannya. Sedang asik-asiknya berayun, tiba-tiba seorang perempuan melintas di depannya. Perempuan itu kelihatannya baru pulang dari kerja tampak dari pakaiannya.
Amanda tidak ingin cari masalah jadi dia membiarkan perempuan itu melewatinya tanpa mengganggunya. Akan tetapi saat mendekati tangga menuju ke atas rumah Bu Marni, Amanda melihat perempuan itu memandang ke atas.
Amanda merasa curiga lalu mendekat.
"Ah kenapa Bu Kos ga pernah kelihatan ya? padahal biasanya nitip sesuatu buat dibelikan, ini kok sudah empat hari, ada apa ya? jangan-jangan dia?" Perempuan itu terus bergumam sambil menatap ke atas lalu perlahan menaiki tangga. Amanda hanya bisa memandanginya tak mampu mengikuti ke atas.
Terdengar perempuan itu mengetuk-ngetuk pintu sambil memanggil Bu Marni tapi tidak ada sahutan. Berulang kali perempuan itu memanggil tetap tak ada sahutan. Akhirnya perempuan itu memutuskan untuk pergi mencari bantuan.
Amanda tersenyum melihat hal itu. Dengan hati riang dia melesat turun ke kamar Zahira. Sejenak Amanda bengong karena Zahira tidak ada di kamarnya. Jadi dia memutuskan untuk menunggu.
Zahira yang ditunggu akhirnya muncul juga. Amanda segera mendekat hendak menyentuhnya seperti hari-hari kemarin ketika mereka sedang di kamar, Amanda akan memegang tangan Zahira pelan. Dan Zahira pasti akan tersenyum saat merasakan hawa dingin di tangannya.
Dengan pelan Zahira akan menegurnya "Amanda datang lagi ya? apa kabar? kamu di sebelah kiri apa kanan nih?" Tapi tak ada balasan. Meski demikian Zahira tetap senyum. Amanda pun sudah sangat senang meski mereka tidak dapat saling berkomunikasi.
Kali ini pun Amanda ingin membagi bahagianya saat mendengar kabar tadi kalau Bu Kos mungkin sedang tidak sehat. Amanda sangat bersyukur. Saat Zahira telah selesai berganti baju, Amanda mendekati dan memegang tangannya.
Betapa kagetnya Amanda saat tangannya langsung menembus tangan Zahira. Matanya terbelalak heran. Sambil menggeleng dia kembali mencoba menyentuhnya. Berharap tangannya tersangkut tapi tetap saja tangannya tembus bagai bayangan tipis yang menyapu tangan Zahira. Kini tubuh Zahira sudah tak lagi dapat disentuhnya. Perlahan Amanda bergerak mundur.
Zahira yang sudah berganti baju segera mengenakan mukenanya hendak melaksanakan Sholat isya. Telah empat hari ini dia cuti sholat karena kedatangan tamu bulanannya. Kini dia telah membersihkan diri dengan mandi wajib dan bersiap untuk sholat.
Melihat hal itu Amanda langsung sedih. Kini Amanda mengerti kenapa dia bisa menyentuh Zahira. Itu karena Zahira sedang tidak suci. Dan selama ini dia tidak pernah sholat. Ada rasa sedih yang bergelayut dimata Amanda.
Dengan segera Amanda melesat pergi meninggalkan kamar Zahira. Karena Amanda hapal betul kebiasaannya, yakni bersenandung merdu namun memekakkan telinga dan membuatnya kepanasan.
Ponsel Zahira berdering tatkala Ia sedang asyik bersenandung. Segera dia hentikan senandungannya lalu meraih ponselnya. Zahira nampak tersenyum saat melihat isi pesannya.
*"Assalamu alaikum Zahira, ini aku Khalid."*
Zahira mengulum senyumnya kuat-kuat karena teringat peristiwa menggelikan tadi siang. Saat itu tak sengaja bertemu Pak Khalid di dekat parkiran. Entah kenapa Pak Khalid begitu tegang saat melihatnya.
Melihat Pak Khalid begitu tegang dan langsung menundukkan kepala, Zahira yakin kalau Pak Khalid melihat hantu. Dengan santai Zahira mendekatinya.
"Assalamu alaikum Pak? ada apa?"
Pak Khalid tidak menjawab dia hanya menggeleng tak mau melihat Zahira.
Melihat itu Zahira melanjutkan. "Apa Bapak melihat ada hantu di dekatku?"
Pak Khalid tetap menundukkan kepala seperti bocah yang baru berbuat salah. Kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celananya.
__ADS_1
Begitu mendengar pertanyaan Zahira, Daniah and the gank langsung cabut duluan. Zahira menoleh dan hendak mengejarnya tapi Pak Khalid menahannya.
"Ra tunggu!"
Zahira menoleh. "Ya Pak?"
Pak Khalid tetap menunduk. "Mm itu boleh aku minta nomor kamu? ada yang mau aku katakan tapi tidak secara langsung."
Mendengar itu Zahira tersenyum. Dalam hatinya suda menebak kalau Pak Khalid pasti melihat Amanda. "Oh iya Pak, boleh kok." Zahira merogoh tasnya. Tapi Pak Khalid langsung menyodorkan ponselnya. "Nih catat aja nomor kamu!"
Sambil mengangkat wajahnya hendak menatap Zahira tapi buru-buru menuduk lagi.
Zahira meraih ponsel Pak Khalid sembari menggigit kedua bibirnya rapat-rapat agar suara tawanya tidak keluar. Zahira benar-benar geli melihat tampang Pak Khalid seperti bocah ketahuan bersalah.
Sambil mengembalikan HP, Zahira kembali bertanya setelah menarik napas agar rasa gelinya mereda. "Pak apa ada hantu di dekat aku? apa hantunya perempuan cantik? apa hantunya punya rambut agak bergelombang?"
Pak Khalid mencoba memandang Zahira sejenak. Belum lagi sempat menjawab, hantu perempuan yang disebutkan Zahira itu kini semakin dekat dengan wajahnya. Pak Khalid pun tak mampu berkata-kata, wajahnya pucat pasi. "Ah nanti malam aku hubungi ya, aku pergi dulu assalamu alaikum Ra!"
Zahira menatap kepergian Pak Khalid dengan senyum ditahannya. Setelah menarik napas dengan sangat panjang, akhirnya Zahira bisa menetralkan rasa gelinya. Dia pun segera menyusul temannya.
Masih dengan senyumnya Zahira mencoba membalas pesan Pak Khalid.
*"Wa alaikum salam Pak, ada apa?"*
Lama Zahira menunggu balasan pesannya tapi tak kunjung datang juga. Akhirnya Zahira memutuskan untuk tidur.
Zahira dengan berat hati mengikuti Meta. "Emangnya masalah apa?"
Meta tidak menyahut, dia terus saja menarik lengan Zahira keluar kamar.
"Ayo cepetan!" Mereka pun segera keluar melihat suasana.
Begitu sampai diluar rumah, di sana sudah ada beberapa tetangga yang berkumpul sambil mendongak ke atas. Karena penasaran, Zahira pun mendekat ke samping rumah tepatnya di dekat tangga menuju teras lantai dua.
Tampak di atas sana, beberapa lelaki sedang mengangkat tubuh Bu Marni yang lemas tak sadarkan diri. Beberapa perempuan penghuni kamar atas sedang berdiri di teras dengan tegang dan cemas.
Zahira menggamit lengan Daniah yang sudah sedari tadi di sana. Saat Daniah menoleh dia berbisik. "Dan ada apa dengan Bu kos?"
Daniah angkat bahu. "Entahlah aku juga tidak tahu, tadi aku cuma dengar orang ribut jadi aku keluar, waktu kutanya ibu itu, katanya Bu Kos lagi sakit." Sambil menunjuk Ibu-ibu yang dimaksudnya dengan mukanya.
Tubuh Bu Marni yang berhasil dievakuasi segera dilarikan ke rumah sakit ditemani oleh perempuan kepercayaannya tadi. Zahira and the gank hanya bisa menatapnya dengan seribu tanda tanya.
Lain halnya dengan Amanda, dia sangat senang sampai menari-nari di atas sambil berayun di tali gantungannya membuat tali itu bergoyang-goyang. Para penghuni kamar atas yang berdiri di samping tali itu dengan segera kabur dan masuk ke rumah saat menyadari mereka berada di dekat tali hantu. Apalagi saat ini tali itu sedang bergoyang berayun kiri kanan.
Para tetangga pun sudah kembali saat mobil yang membawa Bu Marni kini menjauh dari pandangan. Zahira dan juga temannya pun kembali masuk ke dalam rumah.
Sesampai di kamar, Zahira melihat ponselnya menyala. Segera diambilnya dan dengan cepat dibuka pesannya.
__ADS_1
*"Zahira maaf tadi pagi aku tidak bisa menjawab kamu."*
*Tapi kok kamu bisa tahu ciri-ciri hantu yang mengikuti kamu?"*
*"Apa kamu sudah bisa melihat hantu juga?"*
Zahira tersenyum membaca pesan Pak Khalid. Dengan cepat jempolnya sudah menari di layar ponselnya.
*"Maaf Pak baru bisa membalas pesan Bapak, soalnya tadi ada sedikit masalah."*
*Aku tidak bisa melihat hantu Pak, cuma hantunya sering datang dimimpiku jadi aku tahu."*
*Maaf kalau aku sudah membuat Bapak ketakutan tadi, tapi hantunya baik kok Pak, kami berteman๐๐๐๐.*
Tak lupa Zahira menyertakan emotnya.
Lama tak ada balasan, Zahira memutuskan untuk tidur. Dia pun menyimpan ponselnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
******
Di sisi lain di apartemen, Pak Khalid segera memeriksa ponselnya begitu dia keluar dari toilet. Melihat ada balasan dari Zahira, dia segera membacanya.
Selesai membaca matanya terbelalak. Dengan segera dia membalas pesan Zahira.
*"Haah berteman? bagaimana bisa?"*
*"Bisa kamu cerita padaku?"*
Lama pesan Pak Khalid tak kunjung berbalas.
*Zahira apa kamu sudah tidur?*
Lama menunggu tapi pesannya tetap tak ada tanda-tanda terbaca.
"Ah mungkin dia sudah tidur, ya sudahlah besok aku bicara langsung aja." Pak Khalid pun segera beranjak naik ke kasurnya.
.
.
.
Semoga betah dengan ceritaku ya....
Nantikan kisah selanjutnya esok hari. Jika tidak ada halangan Author update setiap hari InsyaAllah....
Jangan lupa like, vote dan komen ya....
__ADS_1