Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan
Part 36.


__ADS_3

Ponsel Daniah berdering, serentak semua telonjak makin kaget. Begitu menyadari ponselnya berdering, Daniah menarik napas begitu juga yang lain. Dengan cepat Daniah menyambar ponselnya lalu memeriksa penelpon.


"Kak Yeni?"


Della dan Meta saling pandang. Sementara Zahira memandangi mereka dangan santai. Daniah segera bangkit dan buru-buru masuk kamar hendak menjawab telpon dari Yeni. Karena dia sangat yakin panggilan Yeni pasti ada hubungannua dengan tatapan kesal Yeni tadi pagi yang sempat dilihatnya dan tantunya itu karena Zahira.


Agak ragu juga Daniah menjawabnya. Dia takut Yeni akan marah karena dia tampak akrab dengan Zahira tadi pagi.


"Halo Kak Yeni?"


"Daniah, kita jalan yuk?"


"Haaahhh jalan?"


"Iya, Mama tiriku ngajak aku jalan tapi aku ga suka naik mobil kalau dikit penumpang, jadi aku mau ngajak kalian bertiga, mau ya!"


"Cuma bertiga?"


"Iyalah emang kamu pikir aku mau ngajak cewe sok alim itu?"


"Hehehe iya deh Kak kita mau kok."


"Ya udah kalian naik taksi aja ke sini, nanti aku Capri alamatku ya, sewa mobilnya aku yang bayar kalau dah sampai, cepetan ga pake lama!"


"Iy..."


Belum selesai Daniah bicara, ponsel sudah terputus membuat Daniah langsung mendengus kesal. Akan tetapi karena diajakin jalan membuat rasa kesalnya segera dihalau. Dengan cepat Daniah keluar kamar menemui temannya.


"Del, Meta, Kak Yeni ngajakin kita jalan, ayo cepetan ganti baju!"


Dela dan Meta saling pandang.


"Terus Zahira?"


Daniah tersenyum keki, tidak tahu harus bilang apa karena tidak mungkin dia bilang Yeni tidak mau mengajaknya. Zahira segera sadar diri langsung berdiri dari sofa.


"Ah aku ga usah ikut deh, tadi kan udah, aku mau istirahat aja. Lagian sebentar lagi ashar."


Daniah langsung bernapas lega begitu juga temannya.


"Ya udah kami mau berkemas dulu ya."

__ADS_1


Zahira hanya tersenyum sambil mengangguk lalu berjalan masuk kamarnya. Perlahan Zahira berjalan mendekati tali gantungan yang tergeletak di lantai.


Dengan ragu-ragu diangkatnya tali itu lalu diamatinya lagi dengan seksama. Keningnya berkerut mencoba mengingat kembali mimpinya semalam.


"Apa benar ini tali yang dijanjikan Amanda?"


Saat Zahira bertanya pada diri sendiri, Hantu Amanda kini sedang berjongkok pula di hadapannya sambil mengangguk tersenyum mengiyakan pertanyaan Zahira.


"Mmm apa aku harus bawa tali tambang ini ke atas? tapi kalau Meta melihatnya nanti dia histeris lagi." Zahira terus bertanya pada diri sendiri sambil menggaruk-garuk pelipisnya.


Terdengar Meta berteriak di pintu. "Ra kami pergi ya, kamu ga papa di rumah sendirian?"


Zahira menoleh ke asal suara, "iya aku ga papa kok, kalian pergi aja!"


Meta tersenyum lalu melambai kepada Zahira. "Jaga diri baik-baik ya, jangan sampai hantu muncul di depanmu, hahaha." Zahira cuma tertawa kecil mendengar seloroh temannya.


Zahira kembali menatap tali gantungan itu. Dibentangkannya tali itu hingga memanjang. Cukup panjang mungkin sekitar hampir sepuluh meter dengan yang terlilit di pangkalnya dengan lengkungan untuk menjerat.


Saat meraba bulatan tali penjerat itu, tiba-tiba Zahira teringat dengan mimpinya saat nembantu Amanda melepasakan diri dari jeratan tali gantungan. "Eh kok talinya sama ya?"


Hantu Amanda hanya mengagguk sedih. Ingin sekali dia berteriak dan memberitahu Zahira kalau dia itu dibunuh. Tapi apalah dayanya, Zahira tak mampu mendengar atau melihanya. Hatinya begitu sedih, air matanya berlinang mengenang masibnya yang malang. Misteri kematiannya tak ada yang mengusutnya karena polisi telah menyatakan kalau kematiannya itu asli bunuh diri.


Zahira naik ke lantai dua masih tetap menyeret tali itu. Seketika seorang penghuni kamar lantai dua yang tengah mengangkat jemuran langsung menoleh mendengar gesekan tali itu. Matanya terbelalak, mulutnya menganga dan tubuhnya gemetar. Sontak dia berteriak. "Hantuuuuu!!" Dengan cepat dia berlari masuk ke dalam rumah.


Melihat teman serumahnya ketakutan, yang lain pada keluar dan benar saja, tampak Zahira tengah berjalan sambil menyeret sosok perempuan dengan gaun putih serta rambut acak-acakan yang terikat pada seutas tali gantungan. Tanpa basa-basi, mereka langsung mengunci pintu dan tak berani keluar kamar.


Melihat perempuan tadi ketakutan serta reaksi para penghuni lainnya yang aneh, Zahira menoleh memandangi ujung tali yang diseretnya. Tapi di sana tidak ada apa-apa selain pangkal gantungan pada tali itu yang tergelatak.


"Hantu apaan ya, atau jangan-jangan aku yang dikira hantu?" Zahira cuma bisa angkat bahu karena tidak mungkin ada yang nenjawab pertanyaannya. Zahira pun mulai membentangkan tali yang dipegangnya dari ujung ke ujung teras balkon lantai dua berjajar dengan tali jemuran yang lain. Tak lupa iya melerai lilitan yang melingkar pada pangkal tali yang berfungsi sebagai jeratan.


Pemilik Kos-kosan yakni Bu kos segera keluar saat mendengar teriakan histeris. Juga karena salah seorang penghuni kamar lantai dua menelponnya. Saat dia keluar dan melihat ke bawah, tampak Zahira tengah melerai ikatan tali jeratan. Seketika matanya melotot melihat pemandangan di bawah.


"Taa...taa..tali itu, dimana dia mendapatkannya?" Tubuhnya mulai gemetaran. "Tidak mungkin, tidak mungkin tali itu ada di sana."


Dengan rasa geram luar biasa Ibu kos segera berlari menuruni tangga menuju ke Zahira.


" Hei dari mana kamu mendapatkan tali ini!"


Zahira tersentak kaget mendengar suara Bu kos membentaknya. Dengan gemetar Zahira mencoba menjawab pertanyaan Bu kos, tak sadar tali ditangannya melorot dan jatuh.


"Anu Bu, ini aku dikasi sama temanku namanya Amanda."

__ADS_1


Medengar nama Amanda, Bu kos terhenyak, mulutnya menganga. Perlahan dia mundur selangkah. Lututnya langsung gemetar.


"Dimana, dimana kamu bertemu dengan Amanda, hah?"


"Dia datang ke kamarku semalam, terus dia bawakan tali ini untukku."


Bu kos sedikit limbung, tubuhnya menjadi lemas seketika. Tubuhnya sempoyongan sambil melangkah mundur mendengar pernyataan Zahira. Tiba-tiba saja matanya terbelalak dan menunjuk ke samping Zahira, mulutnya menganga hendak mengatakan sesuatu, tapi tak mampu Ia keluarkan. Tubuhnya pun ambruk seketika.


Zahira segera menghambur mendekati tubuh Bu kos dengan muka ketakutan. Dengan wajah cemas dia mengguncang-guncang tubuh Bu kos.


"Bu, sadar bu, Ibu, Buuu!"


Zahira menoleh kanan-kiri tapi tak seorang pun di sana. Zahira segera memapah tubuh Bu kos hendak membawanya ke atas.


Kesempatan baik itu segera dimanfaatkan oleh Amanda. Dengan cepat tubuh Hantunya segera melesat masuk ke dalam tubuh Bu kos. Akan tetapi tubuh ringannya itupun segera terpental keluar membutnya meringis kesakitan.


Dengan susah payah, Zahira sampai juga di kamar Bu kos. perlahan tubuh Bu kos dibaringkan di ranjang. Zahira menarik napas lega lalu meregangkan punggungnya yang kaku karena membopong tubuh Bu kosnya. Untungnya tubuh perempuan tua itu agak kurus sehingga Zahira bisa membawanya.


Zahira lalu mencoba mencari minyak kayu putih untuk diberikan pada Bu kosnya. Setelah agak lama mencari ahirnya Zahira menemukannya juga. Segera Zahira menuangkan sedikit minyak kayu putih pada telapak tangannya lalu menaruh telapak tangannya di depan hidung Bu kos.


Perlahan-lahan, mata Bu kos pun terbuka. Bu kos sangat marah saat tahu Zahira memasuki rumahnya.


"Dasar tidak punya sopan santun, beraninya kamu masuk rumahku tanpa permisi!"


Zahira kaget bukan main, baru kali ini dia dibentak sangat keras lagi setelah kejadian yang membuanya trauma sangat parah. Tiba-tiba tububnya gemetar, air matanya mengalir deras. Dengan cepat Zahira berlari keluar dan turun menuju ke kamarnya.


Amanda yang melihatnya ketakutan dan menangis segera megikutinya. Dengan mata melotot tajam dan menyala. Dia merutuki Bu Kos yang sudah membuat orang yang dihormatinya menangis ketakutan.


Dengan senyum penuh kebencian, Amanda segera melesat naik dan mulai nangkring di atas tali gantungan di teras. Dari situ dia bisa dengan bebas menghantui Bu kos bila dia keluar untuk nenikmati sore di balkon lantai 3 seperti biasanya.


.


.


.


.


.


Besok di sambung lagi yah...jangan lupa like, vote dan komen ceritaku bila anda menyukainya. 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2