Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan
Part 54. Rencana yang tertunda


__ADS_3

Amanda melesat keluar kamar saat Zahira telah terlelap. Dia mengambil tali gantungan yang teronggok di lantai dapur. Dengan cepat dia naik ke teras hendak memasang kembali tali tersebut.


Saat dia sampai di sana, Amanda melihat anak Bu Kos tengah marah-marah sambil mengacung-acungkan HPnya. .


"Haaah sial sial siaal, kenapa tidak ada yang menjawab panggilanku.


Amanda menatapnya sinis, "Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang, seperti hidupku yang juga tidak tenang, kalian harus mendapatkan ganjaran dari perbutan kalian!"


Teriakan Amanda dalam kelam hanya terbawa angin malam. Karena tidak seorang pun yang dapat mendengarnya.


Dengan penuh tenaga, Amanda melemparkan tali yang dipegangnya ke atas, dan berhasil. Kelaki itu langsung melompat mundur saat dia melihat sesuatu melayang di sampingnya.


"Aahh apa ini?" Sambil berjongkok memperhatikan benda yang jatuh di depannya. "Siaaal kenapa tali ini bisa ada di sini?"


Dengan cepat diambilnya tali itu lalu dilemparnya ke bawah. Tapi lagi-lagi tali itu kembali mendarat di dekatnya. "Hei siapa di sana!!" Tak ada jawaban sama sekali.


Lelaki itu melongok ke bawah. Akan tetapi tak ada siapa-siapa. Tiba-tiba bulu kuduknya meremang, rasa takutnya muncul dipermukaan.


Sekali lagi dia melemparkan tali itu kuat-kuat. Dan seperti awalnya, tali itupun melayang kembali di dekatnya.


"HEEEIII SIAPA KAMU, JANGAN SEMBUNYI AYO KEMARI KALAU BERANIII!"


Suara teriakannya membahana memecah kesunyian malam. Membuat para penghuni lantai dua terbangun karenanya. Mereka berhamburan keluar karena mendengar teriakan itu.


"Ada apa ya?"


Tanya salah seorang perempuan.


"Entahlah, apa kamu dengar orang berteriak?"


"Iya, eh jangan-jangan ada hantu lagi?"


"Masuk cepetan yuk!" Mereka kembali masuk dengan buru-buru, karena mereka tidak melihat sesuatu tapi mendengar terikan.


Amanda tertawa riang melihat kepanikan lelaki itu. "Hahaaha rasakan kamu Tono, aku akan meneror kamu sama ibumu!! HAAAAAHHAAHHAAAAAA!!"


Suara tawa itu membahana dan entah mengapa setiap Amanda tertawa dengan begitu keras, justru malah terdengar jelas.


Suara tawa itu pun terdengar oleh Tono, anak Bu Kos. Dengan tubuh gemetaran, dia berlari masuk ke dalam rumah. Pintu rumah segera dikuncinya rapat-rapat.


Amanda menangis menyaksikan semua itu, karena dia tidak akan pernah bisa menembus dinding mantra yang dipasang oleh dukun di lantai atas sana. Amanda hanya bisa pasrah, dia pun kembali turun di kamar Zahira.


Malam berlalu hingga tengah malam menyambutnya. Zahira yang telah terbiasa bangun tengah malam pun kini bangkit hendak berwudhu dan sholat.


Selesai sholat, dia berdoa untuk dirinya dan keluarganya tak lupa mendokan Amanda pula. Begitu selesai, Zahira kembali melanjutkan tidurnya.


Amanda dengan cepat memasuki mimpi Zahira. Karena dia tidak bisa berbicara banyak, Amanda hanya berniat memberitahu Zahira agar dia bisa meminjam tubuh salah seorang temannya untuk berbicara.


Zahira terbangun lebih awal, setelah sholat subuh, Zahira pun menjalankan ritual paginya seperti biasa. Sambil mengaduk nasi gorengnya, dia terus terpikirkan mimpinya. "Apa maksud Amanda meminjam temanku ya?" Gumam Zahira.


Zahira terus diam dan tak banyak komentar, saat temannya sudah pada nimbrung di meja makan. Dia ingin sekali bertanya kepada temannya tapi dia juga tidak ingin temannya makin ketakutan.


"Zahira, kamu kenapa dari tadi diam saja?"

__ADS_1


Zahira cuma tersenyum menanggapi pertanyaan Daniah.


"Wah jangan-jangan...?"


"Jangan-jangan apa Meta, jangan menggantung gitu dong." sergah Della.


"Jangan-jangan kesambet." Dengan cepat Meta menutup mulutnya dengan tangan.


Mendengar penuturan Meta, Zahira melebarkan matanya. "Emm Meta kalau orang kesambet itu, yang ngomong biasanya hantunya kan?"


Daniah hampir tersedak nasi "Uhuk, Zahira jangan ngomong gitu deh, merinding aku ah."


"Ini gara-gara kamu Meta, Zahira jadi ngawur deh." Tuduh Della sambil melotot ke Meta. Meta cuma diam karena merasa bersalah.


Zahira terdiam, permintaan Amanda dalam mimpinya kini terjawab sudah. "Jadi Amanda bisa bicara jika dia memasuki salah satu tubuh temanku, tapi apa itu tidak membawa dampak buruk bagi temanku?" Perang batin terjadi pada Zahira.


Mereka menyudahi sarapannya, lalu berangkat ke kampus bersama. Sepanjang perjalanan Zahira terus bungkam. Teman-temannya tidak berani menegurnya, karena mereka takut jika Zahira benar-benar kerasukan Amanda.


Mereka baru saja tiba di kampus, saat Alfian memarkirkan motornya. Dengan senyum mengembang bak bunga baru mekar, Alfian menunggu kedatangan sipujaan hati.


Alfian tak kuasa lagi menahan hatinya untuk menyapa, walau Zahira masih agak jauh. "Hai Ra, Assalamu alaikum," senyumnya menghiasi bibirnya. Sungguh tak dapat dia sembunyikan perasaan rindunya.


"Wa alaikum salam Kak, ada apa?"


"Eh tidak papa kok, cuma mau menyapa aja, kebetulan kita ketemu."


Daniah yang penasaran dengan kondisi Yeni, segera bertanya. "Kak gimana kabar Kak Yeni, apa dia masih sakit?"


"Iya, dia masih sakit dan terbaring lemah di rumah sakit, entah kenapa, tapi Dokter bilang, tidak ada masalah dengan tubuhnya."


"Yeni lemah tapi tubuhnya tidak apa-apa, apakah ini penyakit tak kasat mata juga, tapi kan Amanda ada di rumah, tapi kalau bukan karena Amanda, siapa dong?" Batin Zahira terus saja mengomel membuat pemiliknya terdiam melamun.


"Zahira, Zahiraaa!" Alfian meninggikan suaranya karena Zahira tak bergeming.


'Haa ya Kak, ada apa?" Alfian tersenyum melihat tingkahnya.


Meta dan Della saling tatap. "Zahira, jangan-jangan kamu beneran kesambet deh." Daniah langsung memukul lengan Della.


"Aauu, Dan kenapa mukul aku!"


"Kan sudah kubilang jangan sebut kata kesambet!"


Della cemberut, dengan kasar dia menarik Meta, "Yuk Meta kita ke kelas!"


Daniah merasa bersalah melihat Della yang kesal. "Ra aku juga masuk ya, kalian ngobrol dulu aja, daaaa!"


Daniah pun berlalu meninggalkan mereka berdua. Alfian merasa sangat senang bagai orang yang memenangkan lotere.


"Ra, Ibu selalu menanyakan tentang kamu sejak kalian ketemu kemarin lho." Senyumnya mengembang tak mau berhenti.


"Benarkah?"


"Iya, Mmm Ibu berharap bisa bertemu kamu lagi, yaa itupun kalau kamu bersedia sih."

__ADS_1


Zahira terdiam memikirkan jawaban apa yang akan diberikan.


"Apa kamu bersedia ketemu Ibuku Ra?"


"Emm gimana ya Kak, aku eeee...."


"Ah ga papa kok Ra kalau kamu tidak bersedia, aku bisa mengerti, nanti aku bilang ke Ibu kalau kamu tidak bisa."


"Oh maaf Kak bukan aku tidak bisa, cuma sekarang, eemmm aku mmm aku ada urusan dengan temanku, jadi emm mungkin lain kali aja ya!"


Zahira terbata-bata membuat alasan. Karena dia takut kalau sampai Alfian menanyakan urusannya. Tentu saja dia tidak bisa bercerita soal Amanda dan rencananya dengan Pak Khalid semalam.


"Ya ga papa, aku akan menunggu lain kalinya ya, tapi kamu janjikan lain kali kita ketemu Ibu?" Zahira tersenyum sambil memgangguk pasti.


"Baiklah aku duluan ya Kak!"


Alfian hanya tersenyum sambil mengangguk mengiyakan Zahira yang pamit. "Eh bentar, bisa aku minta nomor kamu?" Sambil menyodorkan HPnya.


Zahira tersenyum lalu menerima HP Alfian. Dengan cepat Zahira mencatat nomornya di sana, lalu menyerahkannyakembali ke pemiliknya.


Sepeninggal Zahira dengan cepat dia mengacungkan kepalan tangannya lalu menariknya "Yes, Alhamdulillah, Zahira setuju, yah meski entah kapan lain kalinya." Alfian melengos dan pergi.


Sesampainya Zahira di dalam kelas, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Nada notifikasi chat terdengar. Dengan cepaf Zahira meletakkan tasnya lalu meraih ponselnya.


"Dari Pak Khalid?"


Zahira segera membuka pesannya.


Pak Khalid


*"Maaf ya Zahira, sepertinya kita tidak bisa bertemu hari ini, karena Harun baru saja menghubungiku kalau masa cutiku telah habis, dan aku harus segera melapor hari ini." *


*"Soal Amanda lain kali kita bahas lagi, jika ada kesempatan, mungkin malam ini aku ke rumah kamu."*


*"Sekali lagi maaf ya."*


Zahira menarik napas dalam-dalam lalu mengetikkan balasan pesan ke Pak Khalid.


Pesan Zahira


*Iya Pak ga papa, lain kali aja kita bahas."*


*Selamat bekerja kembali ya Pak, Assalamu alaikum."*


.


.


.


.


Besok disambung lagi ya.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komennya ya😘😘😘😘😘😘.


__ADS_2