Misteri Dibalik Tali Gantungan

Misteri Dibalik Tali Gantungan
Part 80. Kepuasan Amanda


__ADS_3

Dengan kesal, kedua pria besar yang satu sel dengan Tono, segera menendangnya dengan keras.


Tono tersentak bangun dari tidurnya. Tanpa melihat jelas, dia langsung berteriak keras. "HANTUUUU!!"


Tanpa ampun teman seselnya memberinya kepalan tangan. Tono terjungkang kebelakang. "Apa kamu bilang, aku Hantu!"


Tono ditendang keras.


"AAAAKKKHH!" Tono segera menyadari apa yang terjadi. "Maaf...maaf...aku salah Pak, tadi aku lagi mimpi dikejar Hantu Pak, ampuun...!"


"Awas kalau tidur sampe teriak lagi!"


Tono menarik napas lega seraya mengelus pipinya yang terasa sakit. Dia mencoba menelan ludah tapi serasa tercekat di tenggorokan. Rasanya terlalu kering.


Tono benar-benar ketakutan, suasana malam yang temaram, karena beberapa lampu dimatikan. Dia akhirnya duduk memeluk lutut di sudut sel. Dimana pun dia memandang, seakan-akan ada Amanda yang menyeringai.


Keringatnya terjun bebas bagai air terjun, mengucur deras membasahi seluruh tubuhnya. Dia tidak lagi mampu memejamkan matanya.


Sudah tiga malam ini, hantu Amanda selalu datang di setiap mimpinya. Setiap matanya terpejam, Amanda pasti datang menyeringai. Dia benar-benar tidak mampu menahan rasa takutnya.


Setelah agak lama meringkuk sambil terpejam, akhirnya terlena juga dalam tidur. Saat itulah Amanda kembali mengacaunya.


"PENJAGAAAA...TOLONG AKU...PENJAGA...PAAAAK...TOLONG...!"


Teriakannya sangat besar membuat preman di depannya langsung terbangun dan mengamuk lagi.

__ADS_1


"Hei kurang ajar benar ya kamu, emang ga bisa dibilangin," Satu tendangn melayang ke pinggang Tono.


"Aakk Maaf Bang, maaf!" Tono menyembah di bawah kaki preman itu.


"Tadi kamu sudah bilang ampun, sekarang teriak lagi, mau aku habisi HAAA!!"


Tendangan mendarat lagi di kepala Tono. Tono terhempas ke samping dan tak bergerak lagi.


Melihat Tono sudah pingsan, Amanda tersenyum puas. Kini dia melesat dan menghilang dari tempat Tono ditahan.


Dia pun kembali menuju rumahnya yang tidak mampu ditembusnya lagi. Sesaat setelah memandangi rumahnya, dia melesat masuk ke rumah kontrakan Pak Khalid.


Begitu merasa penghuni rumah tidak di tempat, dia kembali melesat menuju ke perumahan elit Daya. Benar saja, mobil Pak Khalid nampak terparkir di halaman rumahnya. Dengan cepat, Amanda masuk ke dalam.


Sejak Tono digiring ke kantor polisi, Amanda tidak lagi pernah pulang apalagi mendengar kabar Zahira serta teman-temannya. Dia lebih bersemangat untuk memberi pelajaran pada Tono dengan menghantuinya lewat mimpi.


Dia begitu puas setiap kali Tono berteriak kesetanan, dan langsung dihajar oleh preman pembunuh bayaran yang tinggal satu sel dengannya.


Kini setelah puas, barulah dia teringat Zahira.


Pak Khalid tampak tertidur pulas diranjangnya. Wajah kelelahan tergores jelas disetiap garis wajahnya.


Merasa iba, Amanda pun menjauh dan memilih untuk mencari ruangan lain untuk tempatnya meringkuk dan berdiam diri.


Pagi menjelang, Pak Khalid telah kembali dari mesjid sehabis sholat subuh. Sejak dinobatkan menjadi calon menantu idaman, meski telah diminta untuk tidak menghiraukan kelakar itu, tetap saja, dia sangat berharap. Dan dia pun bertekad akan melaksanakan sholat dengan taat.

__ADS_1


Pak Khalid sangat menyadari bahwa apa yang diucapkan semalam tentang kesholehannya adalah tidak semua benar. Hanya saja, dia tidak mau dipandang remeh oleh Indra yang seakan menaruh harapan pada Zahira.


Memang benar, jika sejak kecil Maminya telah mendorong dan selalu mengingatkan untuk rajin sholat, tapi dia selalu malas-malasan melakukannya. Sholat jika sedang mau, jika tidak dia pun melupakannya.


Setelah semua yang diucapkannya semalam, dia bertekad untuk lebih rajin lagi sholat dan mulai membenahi kembali bacaan Qur'annya. Dia kawatir jika suatu hari, ada kesempatan buat melamar Zahira, dia benar-benar mendapat ujian dari calon mertua.


Begitu Pak Khalid masuk ke dapur hendak membuat kopi, tanpa sengaja dia melihat Amanda terbaring di sofa.


Perlahan dia mendekat, sambil mengucek mata, dia memperhatikan lagi Hantu yang telentang di depannya. Saat Amanda menoleh, Pak Khalid kaget bukan kepalang. "Astagfirullah...Amanda benar!"


Amanda tersenyum menyeringai.


"Stop jangan senyum gitu ah, jelek banget, ngapain disini?"


"Amanda bertanya melaui isyarat tangannya. "Zahira di rumah sakit, kenapa? mau jengukin? ga usah, Abinya lebih sakti dari Zahira, kalau kamu kesana, kamu langsung hagus!" Dengan santainya Pak Khalid masuk dapur.


Amanda tampak sedih mendengar penuturan Pak Khalid. Perlahan Amanda menghilang dari rumah itu.


*******


Maaf ya Upnya dikit banget, soalnya aku ngantuk banget. Udah ga bisa ditahan lagi nih.


Sekali lagi maaf jika episode ini agak membosankan ya.


Jumpa lagi diepisode selanjutnya. 😘😘😘😘😘😘😪😪😪😪😪.

__ADS_1


__ADS_2