
Malam itu ada kepanikan dan juga kebahagiaan. Terlihat ada raut wajah bahagia dan malu serta perasaan berbunga-bunga yang telah melanda keduanya yang saat ini menjadi buronan keluarga masing-masing.
"Jadi, aku bisa melamar mu kan? Aku akan membawa iringan kereta kuda dengan hiasan untuk menjemput mu."
"Aku ingin kau membawa raja sebagai restu pertama. Aku sudah mengatakan sebelumnya, aku tidak bisa menikah dengan setengah restu."
"Baiklah,aku akan melakukannya. Tapi... Kau tidak dalam calon pinangan orang lain bukan?" Entah mengapa pertanyaan pangeran yang berada dihadapannya itu membuat Mei ingin mengerjai nya.
"Ya, aku lupa ada yang menjadi..... aghhh!" Mei tersentak kaget karena merasakan sesuatu mendarat di belakang telinganya, sesuatu yang basah membuat dirinya tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Aku bisa meninggalkan lukisan untukmu dan kita lihat apa yang akan terjadi berikutnya."
"Kau curang, siapa yang mengizinkan nya."
"Kau." Jawab Lee dengan entengnya.
"Aku? Sungguh?"
"Ya, perkataan mu sebelumnya adalah izin untukku."
__ADS_1
"Kau mulai menunjukkan taring mu."
"Ya, dan aku bisa menghisapmu dengan taring ini. Apa kau takut?" Tapi belum sempat Mei bicara, Lee melanjutkan ucapannya.
"Sepertinya tidak, kau malah percaya padaku."
"Kau mulai lagi, aku bisa memberikan sapaan untuk tangan atau kakimu ini."
"Kalau begitu, kau seharusnya sudah melakukannya sejak tadi. Tapi tidak, kau hanya diam ketika kita seperti ini dan berjarak begitu dekat." Dalam adegan ini, Mei sudah kalah.
"Baba pasti sudah mencari ku, dan sepertinya raja juga begitu." Mei yang memiliki sisi liar karena berasal dari masa modern tentu tidak mau memperlihatkan wujud aslinya.
"Biarkan saja, kalau mereka menemukan kita dalam keadaan seperti ini, sangat bagus bukan?"
"Bahkan belum sehari, aku sudah merasakan akal bertindak ku berkurang."
"Kalau begitu aku batalkan saja karena aku tidak bisa menikah dengan orang yang kehilangan akal......." Bibir yang sejak tadi adu debat itu akhirnya tertutup karena sekarang tengah adu lidah dengan pria di depannya.
Mau menolak bagaimana, bibirnya sudah merasakan rasa strawberry dan coklat yang membuat Mei begitu terhanyut. Pikirannya berkelana pada zamannya, dimana tontonan drama dan dalam adegan romantis seperti ini adalah impiannya yang terwujud di masa lalu seperti film kolosal.
__ADS_1
Tampaknya dengan naluri serta sihir kecantikan Mei membuat Lee melakukan tahap pertama untuk mengalirkan rasa cintanya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Pencarian yang tengah dilakukan itu, tampaknya mulai membuahkan hasil, dengan membawa obor untuk menengahi pencarian mereka. Seorang prajurit datang dengan langkah sedikit tergesa.
"Lapor raja."
"Katakan!"
"Sepertinya, arah kita sudah benar. Ada sebuah selendang bewarna biru yang kami temukan di tanah, sepertinya milik putri pendeta Ming. Dan tentunya sudah kotor, sepertinya pangeran tidak diserang oleh musuh, melainkan makhluk hidup lain."
"Katakan dengan jelas!"
"Ampun raja, tapi sepertinya pangeran dan putri pendeta Ming terseret oleh sulur tanaman yang merupakan tempat tinggal mereka."
"Kalau begitu percepat. Hanya malam saja, sulur itu tertidur dan semoga saja tidak ada kejadian yang buruk." Pendeta Ming yang mendengar laporan itu, tentu khawatir karena serangan alam lebih buruk dari pada manusia.
Dengan kecepatan langkah kakinya yang terbiasa menyusuri jalanan hutan, ia terus melangkah menuju kediaman sulur tanaman yang sudah menjadi rahasia umum.
__ADS_1
Bersambung......
Sambil menunggu episode berikutnya yuk ikuti cerita pembalasan dendam gadis yang selalu dihina dan dicap dengan kecantikan dibawah rata-rata. Dengan Skala Kecantikan Flora, ditunggu kehadirannya!!!