
Suara aktivitas serta pembicaraan itu semakin terdengar beriringan dengan langkah kaki yang mendekat. Tampak Lee dan Xiong terus melangkah mengikuti sumber suara.
Kaki mereka berada di aliran sungai yang jernih dan tentunya begitu segar. Tampak Beberapa kali ikan berenang tampak tidak terganggu ketika ada yang melewati tempat berenang mereka.
"Kau dengar? Itu jelas suara orang." Ujar Lee menjelaskan pada Xiong agar pemuda itu mengatasi rasa takutnya.
"Iya pangeran, semoga saja." Lee tidak mengindahkan lagi dan melanjutkan langkahnya, hingga keduanya sampai di bebatuan yang mengelilingi sungai. Tampak bebatuan itu dengan berbagai ukuran dan juga seperti sekat.
"Kita menuju kesana, supaya bisa melihat semuanya dengan jelas." Karena struktur bebatuan yang licin membuat Xiong lebih hati-hati lagi dalam melangkah.
Sehingga matanya tertuju ke bawah sedangkan di depan Lee sudah tampak beberapa langkah lebih maju darinya. Ketika maniknya melihat ke depan untuk memeriksa pangerannya, Xiong terjerembab ke sungai dan membuat dirinya tercebur sebagian.
"Pangeran!" Sedangkan sosok yang dipanggil tentu tidak mendengar karena pendengaran nya sudah terkunci sebelum matanya terpuaskan.
"Astaga!" Xiong cukup terseret sedikit dan tentunya tidak jauh dari tempat semula.
Dengan segera Xiong bangkit meksipun tubuhnya terasa basah. "Pangeran seolah tuli dan tidak sadar aku hilang kah?" Xiong hanya bisa menggerutu kecil sambil mengejar ketertinggalannya.
Ketika siap menuju batu di depannya, manik Xiong dikejutkan oleh sebuah selendang bewarna merah yang melintas di depannya. Sontak saja maniknya langsung terpaku pada selendang merah itu. "Selendang? Di sungai?" Sambil menangkap selendang merah itu, ingatan Xiong tertuju pada sebuah kata-kata.
__ADS_1
'Jika kau menemukan apapun di sungai atau hutan suci. Mungkin itu sebuah pertanda dan menjadi berkah atau keberuntungan untuk kita. Karena penghuni hutan suci sangat beragam, dan segera bawa apapun yang ditemukan itu.'
Setelah ingatan itu selesai, Xiong tampak bingung harus menyimpan selendang merah itu dimana, karena dirinya tidak memiliki kantong apapun untuk membawa barang selain berada di kuda mereka.
"Pasti diikat." Xiong segera mengikatkan selendang itu di pinggangnya dan melanjutkan langkahnya menyusul pangeran nya.
Sedangkan Lee yang sudah berada terdepan tampak kebingungan karena pusat suara yang ia pastikan tidak terlihat apapun lagi. Hanya sungai yang mengalir dengan air terjun sebagai penghias keindahan alam itu.
"Aku tidak mungkin salah dengar, itu jelas suara manusia." Lee tampak menelusuri sungai yang ia yakini sebelumnya ada orang.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Tak jauh dari sana tampak dua wanita cantik tengah mencari sesuatu menyusuri sungai. Manik mereka tampak kebawah dan juga mengikuti aliran sungai nan mengalir, ditambah dengan hewan kecil menggemaskan dan juga mematikan ketika sudah dewasa nanti.
"Sudahlah, kita cari saja. Aliran air tidak deras, seharusnya berada disini." Tania tidak ingin memperpanjang kasus dengan sang tersangka adalah hewan dan korban adalah manusia.
Sedangkan Mong tampak mengikuti langkah keduanya, harimau kecil itu berjalan dengan imutnya mencari selendang yang sudah ia hanyutkan.
"Tunggu...." Ucapan Tania tentu membuat keduanya langsung terhenti dan terpaku di tempat.
__ADS_1
"Ada apa Nona?" Tanya Siu sedangkan Mong berada ditengah keduanya.
"Sepertinya ada pencuri disini."
"Hah pencuri? Dimana?" Siu tampak penasaran dan menajamkan penglihatannya.
"Itu! Dia tampak menuju pemandian kita tadi." Siu langsung menuju tunjuk jari Tania yang mengarah pada seorang pria dengan pakaian abu-abu dan topi seperti petani di kepalanya dan tentu saja yang membuat Siu menjadi geram adalah selendangnya berada di tubuh pria itu.
"Selendang ku! Dasar pria c@bul!"
"Tenang, aku punya rencana. Kita dapatkan selendangnya dan memberikan pelajaran kepada pria itu." Baik Tania dan Siu hanya menggunakan penutup buah keramat mereka dan diselimuti oleh selendang sebagai pelapis untuk mereka pulang.
Dan selendang pelapis itu yang hanyut membuat Siu tidak bisa kembali sebelum mereka menemukannya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Entah mengapa aura sekitaran Xiong langsung berubah menjadi seram ditambah dengan pangeran nya yang tidak terlihat oleh matanya. Dan juga bulu kuduknya menjadi meremang karena itu. "Kenapa jadi seram begini? Aku rasa kami belum lama berada disini, sepertinya aku harus mempercepat langkah ku." Secepat kilat Xiong melangkah tapi ketika ia menuju air terjun yang sudah terlihat, sebuah serangan menghantam dirinya.
"Pangeran!"
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.