
Suara karena kenikmatan itu masih terdengar keluar dari bibir Lee. Tangannya tidak tinggal diam untuk merasakan kenikmatan lebih lagi, meksipun ada yang tersedak karena itu.
'Ayo Mei, aku pasti bisa!' Mei terus memacu Lee agar cairan itu segera keluar dari tubuh suaminya.
Melihat wajah dan lenguhan suaminya, Mei melancarkan aksi di bagian dua bola itu yang membuat Lee mendelik kenikmatan. "Aghh! Ahhh!"
'Ayo keluarlah!' Batin Mei yang melihat milik suaminya sudah semakin membengkak.
"Aku keluar! Ahh!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dhow menatap setiap wajah di depannya. "Sepertinya kalian ingin bermain-main dengan ku. Katakan, dimana Lee? Dan siapa wanita yang menyamar seperti putri ku?" Tanya Dhow dengan napas memburu.
"Kenapa bertanya pada kami? Seharusnya kami yang bertanya, dimana pangeran Lee?" Balas jenderal tak kalah sengit.
"Sungguh? Kau berpikir aku bod0h? Kalian benar-benar membuat ingin wujud asliku keluar rupanya. Baiklah, sekarang lihatlah!" Jenderal dan Siu serta yang lainnya langsung waspada dengan perkataan Dhow.
Tampak Dhow mengambil sebuah benang yang jika ditelisik lebih adalah helaian bewarna hitam. "Siapapun yang bersama dengan mu, habisi dia!" Dhow memasukkan helaian rambut itu ke dalam mangkuk bekas acara pernikahan tadi depannya.
Dan entah mengapa, jenderal dan semuanya tidak bisa bergerak dari tempatnya. "Nah, sebentar lagi akan ada pertunjukan. Jadi, kita istirahat sebentar." Ujar Dhow yang duduk manis di depan semuanya.
"Ayah, aku ingin wanita itu dibawa Lee kesini!" Ujar Nea yang sungguh kesal bukan main.
__ADS_1
"Tentu sayang, ayah juga ingin lihat sosok wanita yang telah berani membawa pengantin pria mu dan merusak segalanya." Sambil mengajak putrinya untuk duduk disebelahnya, Dhow memberikan ketenangan pada putrinya itu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mei yang baru saja bangkit, setelah merasa cairan hitam itu keluar dari tubuh suaminya. "Apa hanya segini?" Lee tampaknya masih terbaring dengan napas memburu.
"Lee? Sayang, kau sudah sadar?" Tanya Mei yang mendekati suaminya yang masih berbaring.
"Sayang? Bukan!"
"Aghhh! Lee! Apa... Ya...ng Ter... jadi?" Mei yang tenaganya terkuras untuk mengeluarkan cairan hitam itu tentu semakin kesulitan karena lehernya tercekik saat ini.
Sekuat tenaga, Mei melepaskan dirinya dari cengkraman suaminya. Manik Lee tampak masih sama meskipun warna merah di bola matanya berkurang dari sebelumnya. "L..ee.."
"Kau bukan istriku!" Lee menghempaskan tubuh Mei yang langsung menabrak tepian ranjang.
"Kau bukan istriku!" Mei dapat mendengar dengan jelas suara langkah kaki Lee yang mendekati dirinya.
"Ayo Mei, berpikirlah!" Tidak mungkin Mei kembali melakukan tindakan sebelumnya, karena Lee terlihat memberontak. Hingga tangannya yang menjadi bantuan untuk merangkak menjauh dari Lee membuat maniknya menangkap sesuatu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Xiong yang sebelumnya ingin kembali ke istana langsung berubah arah. Dirinya mendapatkan sesuatu yang membuat dirinya menuju tempat keberadaan Lee. Selain itu juga ada surat yang datang dari sosok yang penting. 'Xiong, ambil gelang ini. Aku tidak tau apa yang terjadi pada Lee dan Mei dengan pasti. Tapi, aku yakin ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan dengan senjata. Karena itu cari mereka dan berikan ini pada Mei. Aku akan mengurus istana, jangan khawatir, istana baik-baik saja. Aku percayakan Lee dan putriku padamu, bawa mereka kembali!'
__ADS_1
Isi surat itu masih terngiang-ngiang dengan jelas di benak Xiong. Berdasarkan informasi yang ia ketahui sebelumnya. Bahwa, Lee dibawa Dhow untuk dinikahkan dengan putrinya.
"Aku sangat berharap, semuanya tidak memburuk sebelum kedatangan ku!" Xiong memacu kudanya menuju tempat yang ternyata cukup jauh dari perkiraannya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Lee, sadarlah! Kau menyakitiku dan bayi kita." Mei berusaha bertahan dengan kakinya agar tidak terbawa oleh langkah Lee yang bersiap membawa dirinya keluar dari tempat mereka saat ini.
Rambutnya sungguh panas karena tarikan tangan Lee yang sangat kencang. 'Gelang itu tidak ada di tangannya. Kemana harus ku cari?' Mei sepertinya mengerti sesuatu, bahwa gelang pemberian baba nya merupakan bantuan untuk keadaan seperti ini. Tetapi, sepertinya Dhow juga cerdik sehingga ia melepaskan gelang itu dari tangan suaminya.
Dan Mei juga ingat, bahwa gelang itu akan bersinar ketika mereka tunjukkan bersama, dan sekarang tidak ada sinar apapun yang timbul dari gelang yang dipakainya. Menyingkirkan yang sekarang adalah suaminya, Mei mengambil belati yang terpajang di dekat dinding. Segera Mei menyerang Lee dengan itu, dan benar mendapatkan serangan, Lee melepaskan cengkraman nya.
Mei menyingkirkan rasa kaget nya karena tidak ada darah atau luka yang menyapa kulit suaminya. "Ku bunuh kau!" Lee semakin marah dan langsung mengejar Mei yang melarikan diri sambil menutup pintu untuk dirinya mencari gelang yang mungkin ada disana.
"Dimana gelang nya? Dimana?" Mei melakukan pencarian dengan keadaan yang sudah kacau.
"Keluar!" Lee merusak pintu dengan tenaga nya, Mei sungguh terdesak saat ini.
"Baba, bantu aku... Bagaimana sekarang?" Sungguh Mei diambang putus asa saat ini.
Suara pintu dirusak terdengar jelas, dan Lee masuk mencari keberadaan istrinya yang sekarang dimatanya adalah mangsa yang harus dihabisi. "Disitu kau rupanya!" Setelah melihat keberadaan Mei, Lee tersenyum menyeringai sambil mengambil ancang-ancang untuk menarik tubuh istrinya, tetapi.....
"Ayah!" Nea berteriak melihat sesuatu yang terjadi ditengah penantian mereka.
__ADS_1
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.