
Baiklah, sepertinya Xiong harus menarik Ucapan, karena lidahnya terasa kelu saat ini melihat istrinya di hadapannya saat ini. Bagaimana tidak, beberapa saat yang lalu, istrinya masih berpakaian lengkap dan menjadi pengantin dengan hiasannya. Tapi, sekarang istrinya berubah menjadi seorang Dewi dengan pakaian... Tidak! Lebih tepatnya seperti kain tipis yang membalut tubuh indah itu.
"Siu..."
"Iya, aku sudah menunggumu sayang, kau masih saja seperti patung." Gerutu Siu dengan bibir mengerucut.
"Ini...."
"Bagaimana?" Tanya Siu yang melihat reaksi suaminya seperti orang kehilangan akal.
"Luar biasa! Cantik sekali. Kau seperti dewi di lukisan dan ...." Xiong tidak melanjutkan ucapannya, dan langsung memeluk tubuh istrinya membuat Siu berteriak merasakan dekapan suaminya.
"Xiong!" Cubitan kecil mendarat mulus di bahu kekar Xiong.
"Jangan dicubit sayang, tapi dielus."
"Baiklah, akan aku elus." Jari lentik dan beraroma wangi itu menelisik wajah rupawan Xiong dan terhenti di bagian pelipis.
"Aku sudah tidak apa." Seolah-olah tau apa yang dirasakan istrinya.
__ADS_1
"Apa masih sakit? Ini masih berbekas."
"Bekas nya akan hilang, apalagi dengan perawatan darimu." Ucapan Xiong membuat Siu tersenyum dan langsung melayangkan kecupan manis di bibir nya membuat Xiong terpaku sejenak dan tak lama langsung memberikan serangan balik dan keduanya memulai apa yang seharusnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Kapan aku merasakan tendangannya?" Tanya Lee sambil mengelus perut istrinya.
Saat ini, posisi mereka berdiri sambil menghadap jendela dimana angin malam terasa dengan hiasan bulan yang tengah bersinar di langit. Dari belakang, Lee mendekap tubuh istrinya sambil mengelus perut istrinya.
Mei yang merasakan elusan serta mendengar pertanyaan suaminya tersenyum. "Sebentar lagi ayah. Aku akan memberikan tendangan terbaik ku." Dengan suara yang dimirip miripkan seperti anak kecil, Mei berikan jawaban.
"Katakan padaku, kau bahagia?" Mei mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan suaminya.
"Katakan, ada apa? Kenapa bertanya begitu?" Lee mendapatkan tatapan dalam dari istrinya.
"Tidak ada, hanya saja aku teringat dengan rentetan peristiwa yang telah terjadi. Aku takut, kau tidak...."
"Shutt.." Mei langsung mendaratkan jarinya di bibir suaminya.
__ADS_1
"Aku bahagia, sangat bahagia. Benar-benar bahagia! Darimana kau berpikir aku tidak bahagia? Aku bersamamu, aku berada di sampingmu. Jika aku tidak bahagia, kenapa aku masih bersama dengan mu? Aku bisa pergi, bahkan tidak bisa kau temukan jika aku tidak bahagia. Jangan berpikir hal seperti itu, justru itu membuat ku bertanya apa kau bahagia dengan ku atau tidak?"
"Tidak perlu ditanyakan, bahkan tatapan ku, senyuman ku dan detak jantungku sudah menjawabnya. Aku bahagia bersamamu Mei! Sangat! Dan jangan pernah berpikir pergi meninggalkanku! Karena aku akan menemukan mu."
"Kalau begitu jangan berpikir dan mempertanyakan hal seperti itu lagi." Mei menyatukan kening mereka bersama. Hanya ada sekat perut Mei yang perlahan terlihat.
"Aku mencintaimu, istriku."
"Aku juga, suamiku yang tampan." Lee tersenyum kecil dan tak lama memulai adu lidah dan keduanya turut kembali menjadi pengantin baru.
Bersambung.......
Sambil menunggu episode berikutnya, yuk mampir ke karya baru author!
Rosalina Untold Story
Ditinggalkan oleh calon suami sehari sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya?
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.