Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Hukuman??


__ADS_3

Kepergian yang akan disambut dengan kebahagiaan itu berubah menjadi tontonan dengan berbagai macam rasa. Gadis yang biasanya berjalan dengan wajah tegak itu sekarang bersimpuh. "Aku tidak menyangka, bahwa gadis yang ku pikir baik nyatanya beracun."


"Mola, katakan sesuatu." Tampak wanita yang wajahnya sudah basah itu mengajak putrinya bicara.


"Ibu ingin dengar apa? Atau raja dan yang lainnya ingin dengar apa?" Meksipun bersimpuh tidak membuat wajah itu tertunduk menyesal.


"Apa yang ada dalam pikiran mu Mola? Apa maksudnya?"


"Maksudnya adalah..... Seorang putri pendeta tidak pantas menjadi istri dari seorang pangeran kerajaan. Bahkan menantu raja dari kekaisaran besar."


"Mola!" Lee tampak tidak suka dengan ucapan gadis itu yang mendeskripsikan istrinya.


"Apa yang dilihat dari anak pendeta itu? Apa yang istimewa dari nya? Apa?"


"Melihat tidak ada rasa dan jawaban yang jelas dari Nona Mola. Dan tindakannya yang terang-terangan menyerang istri pangeran, maka dengan ini aku memutuskan hukum gantung Nona Mola!"


"Tidak!" Tentu saja yang pertama kali memberontak adalah Ibu Mola.


"Ini hanya kesalahpahaman raja, kau tidak bisa melakukan ini pada putriku! Ini kesalahpahaman!"


Prajurit membawa Mola dengan segera, tidak ada raut apapun dari wajahnya. Mungkin dia juga yakin dirinya akan tertangkap.


"Hentikan raja!" Beberapa langkah menuju tiang gantungan, pria dengan usia yang tidak jauh dari raja terlihat melangkah dan memasuki aksi hukuman itu.


"Suamiku, putri kita! Katakan pada raja, ini hanya kesalahpahaman. Putri kita tidak mungkin melakukan nya."

__ADS_1


"Titah raja tidak bisa digangu gugat. Kau tau itu Azer, putrimu sendiri bahkan menerimanya."


"Memang, tapi sebuah janji 15 tahun lalu pastinya bisa merubah keputusan raja." Semuanya terdiam mendengar penuturan Azer.


Bahkan Lee yang tidak mengerti dan melihat ayahnya cukup lama terdiam. "Hal apa yang bisa merubah keputusan raja?" Tanya Lee yang tidak suka penundaan seperti ini.


Azer menatap lekat wajah Lee dan berjalan ke arahnya. "Mengenai nyawa mu pangeran. Bukan begitu raja? Aku yakin kau tidak akan lupa." Raja terlihat mengambil napas sejenak dan tak lama membubarkan beberapa orang di tempat itu.


"Bawa Nona Mola ke tahanan istana. Dan yang lainnya tinggalkan tempat ini."


"Ayah, apa maksudnya....." Lee langsung terdiam ketika tangan yang memegang kuasa itu terangkat.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Tenanglah Putri. Terlalu banyak pikiran, itu akan mempengaruhi kehamilan putri."


"Aku begitu penasaran. Apakah ada masalah?" Ditengah penantian itu, pelayan datang membawa kabar, membuat Mei tidak sabaran.


"Katakan, ada apa? Apa yang terjadi di ruang sidang istana?"


"Maaf putri, tapi ini bukan dari sidang istana."


"Lalu apa?" Tanya Mei dengan cepat dan membuat Siu ikut penasaran.


"Hamba mengantarkan surat dari pendeta Ming untuk putri."

__ADS_1


"Surat dari baba?" Mei tentu langsung gembira dan rasa gusarnya teralihkan saat ini.


Pelayan itu segera memberikan surat kepada Mei dan langsung dibaca oleh maniknya. 'Putriku Mei, baba belum bisa datang. Ada panggilan dari kuil di pengunungan utara. Baba sangat bahagia dengan berita kehamilan mu, bersamaan dengan surat ini, baba bawakan ramuan untuk penguat kandungan mu. Dan ya, baba juga berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaan mu. Jika Lee bersama dengan mu, katakan padanya... Usahakan dia tidak pergi berburu atau berperang saat ini. Sebelum usia kandungan mu enam bulan, tidak baik suamimu melakukan tetesan darah pada hewan ataupun manusia. Baba akan segera kembali setelah 2 minggu jaga dirimu sayang, dan tetap bahagia.'


Tentu ada raut kecewa yang timbul dari wajah cantik itu. Dan Siu tentu langsung tau ada sesuatu yang membuat perubahan wajah pada Mei. " Baba tidak datang, padahal aku sangat rindu. Tapi apapun itu, aku berdoa semoga baba kembali dengan baik dan sehat."


"Putri jangan khawatir, aku akan membuatkan ramuan ini." Mei hanya mengangguk saja sambil melihat surat dari baba.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Aku meminta janji yang raja berikan padaku saat itu. Aku meminta pengampunan untuk putriku Mola, aku bersumpah dan bahkan akan memberikan nyawaku jika Putriku kembali berulah. Aku pastikan Mola tidak akan pernah menginjakkan kakinya lagi ke istana ini. Aku tidak tau pemikirannya ternyata ingin menjadi istrimu pangeran Lee, sikap yang kau berikan pada mola saat kalian menempuh pendidikan, membuat dia berpikiran lain. Aku salah dalam mendidik nya, aku menang mendukung kalian bersama, tapi tidak dengan menghabisi nyawa orang lain."


"Dia melakukan percobaan untuk melukai istriku bukan hanya sekali."


"Benar, tapi keputusan ada pada raja."


Baik Lee dan Azer menatap raja bersamaann. "Aku memutuskan...."


"Ampun raja, tapi Nona Mola meminum racun....."


"Apa!"


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2