Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Keputusan Raja Dan Pendeta


__ADS_3

Petir yang tengah menyambar di istana besar itu, tentu saja membuat sang penghuni di dalamnya harus segera mengatasinya. Dengan segera, raja meminta semuanya keluar dan hanya meninggalkan pendeta Ming dengan dirinya.


"Duduklah terlebih dahulu pendeta Ming." Raja mengajak pendeta Ming untuk duduk sambil membicarakan pembicaraan serius mereka.


"Memang seharusnya begitu raja, tapi sungguh aku ingin membicarakan ini dengan serius. Sebaiknya tidak perlu lagi mempertemukan kedua anak kita raja."


"Tapi kenapa pendeta? Apa ada masalah, bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya? Jika ada calon yang dimiliki oleh anak kita, itu.... Sudah ada solusinya."


"Apa ada hal lain yang menganggu pikiran mu pendeta Ming?"


"Ya, raja. Ada dan itu melibatkan putra anda, pangeran Lee." Entah mengapa pikiran raja menjadi kacau setelah mendengar nama putranya.


Sejak pagi, putranya itu sudah menghilang entah kemana dan dia tidak berpikir bahwa putranya itu akan bertindak aneh dan membuat kekacauan. 'Apa dia bertemu dengan gadis itu?' Tebak raja dengan pikiran nya sendiri.


"Pangeran Lee sedang pergi. Dia ada..."


"Ada urusan dengan seseorang, apa begitu maksudnya raja?"


"Pendeta, aku tidak bisa menebak sendiri. Apa yang pendeta lihat mengenai pangeran Lee?" Raja tentu tidak bisa mengambil keputusan meskipun ketakutannya terjadi.


"Pangeran Lee...." Belum selesai pendeta Ming bicara, terdengar langkah kaki yang langsung diikuti oleh sosok yang datang.


"Ayah, pendeta Ming kau disini?" Tentu saja Lee langsung kaget melihat pendeta Ming yang datang ke istana dan tengah berbicara serius dengan ayahnya.


Dan tentunya pangeran Lee langsung menjadi santapan keduanya yang terlihat serius.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mei yang tengah dilanda hujan cinta menjadi berhenti seketika karena melihat Siu berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa.


"Nona!" Panggil Siu dengan cemas.

__ADS_1


"Siu, ada apa?"


"Nona, baba.... Baba pergi entah kemana dan terlihat tidak baik. Aku tidak tau kemana dan apa yang terjadi sebenarnya nona." Tentu saja Mei langsung ikut cemas dengan penjelasan Siu.


"Kapan? Apa ada yang datang?"


"Tidak Nona, tidak ada yang datang. Tidak lama, baba tidak menjawab pertanyaan ku."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Lee menjadi tersangka kasus besar sekarang, dan tentu saja tengah di intograsi oleh ayahnya yang disaksikan oleh pendeta Ming.


"Jadi..... Katakan yang sebenarnya."


"Ayah, aku .... Aku.."


"Kau bertemu dengan gadis itu?"


"Kau tau, kita sudah bicarakan ini."


"Iya ayah, tapi aku..."


"Kenapa tidak katakan siapa gadis nya pangeran Lee." Lee tampaknya sudah tersudut dan sepertinya ia harus jujur, siapa tau ia langsung dinikahkan.


"Gadisnya, adalah putri pendeta Ming Ayah." Tentu saja manik raja langsung membesar dan jantung nya menjadi kaget mendengar jawaban putranya.


"Apa?"


"Itulah yang ku maksud raja, pangeran sudah lebih dulu bertemu dengan putriku dan keduanya melakukan hal yang seharusnya belum dilakukan. Aku merasa terkejut dengan fakta ini, dan tidak bisa menahan diri lagi untuk kesini."


"Pangeran Lee...." Raja memberikan tatapan yang meminta penjelasan lebih lanjut.

__ADS_1


"Gadis itu adalah Mei ayah, aku sudah mengatakan pada Ayah sebelumnya. Kami sudah beberapa kali bertemu dan menjalin hubungan. Tapi ayah meminta ku bertemu dengan pilihan ayah, dan pendeta Ming aku meminta maaf, seharusnya aku menemui mu segera untuk melamar Mei, tapi aku sudah berjanji padanya untuk membawakan lamaran dengan restu raja. Dan aku juga tau, bahwa Mei sedang dijodohkan. Aku tidak bisa menahan diri ku."


"Raja sudah mendengar sendiri kan, aku berharap raja segera memutuskan mengenai masalah ini. Ini bukan lagi masalah sepele."


"Ayah..."


"Cukup, sekarang dengarkan keputusan ayah."


"Pendeta Ming, aku meminta maaf atas perilaku pangeran. Dan tentu saja kita sama-sama tau solusinya. Bukan begitu?"


"Ya." Lee seolah tidak berdaya dengan bibir yang terkunci menunggu keputusan ayahnya dan juga pendeta Ming, ditambah dengan pikirannya yang sudah berkelana buruk.


"Lee, ayah memutuskan akan mempercepat pernikahan mu."


"Tapi ayah, aku ...."


"Aku akan kembali, dan terimakasih atas keputusan raja." Pendeta Ming pergi dengan wajah datar dan membuat Lee semakin kacau.


'Tidak, aku hanya akan menikahi Mei, bukan yang lain!' raja melihat putranya yang menjadi hiasan bak patung dan tak lama memeluk putranya yang masih menjadi patung.


"Selamat, kau akan menikah, putraku akan menikah!" Tampak raja bahagia tapi Lee tidak.


"Ayah, aku akan menikah dengan...."


"Putri pendeta Ming."


Bersambung......


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author, ceritanya tak kalah seru loh!!!!!


Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung membakar dengan cepat. Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.

__ADS_1


__ADS_2