Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Pesta Rakyat


__ADS_3

Sekarang bukan makan malam lagi, tapi malam dengan pertikaian tipis, tepatnya adu argumen yang terjadi. Masih di ruang makan, Myren langsung menguliti Tania yang diketahui akan pergi bersama Vanriel.


"Apa maksud kaisar dengan mengizinkan ratu pergi?"


"Awalnya aku juga berpikir, tapi... Itu adalah hal yang baik bukan? Seorang ratu juga bisa melihat dan mengunjungi atau melakukan perjalanan bersama raja nya. Lagipula itu bukan perjalanan untuk bersenang-senang tapi mengatasi masalah."


"Mungkin itu hal yang baik Kaisar, tapi dengan keputusan baru ini. Kaisar dapat membuat dewan menteri serta rakyat akan mengalami perubahan baru dengan membiarkan seorang ratu mengikuti perjalanan."


Kerajaan yang berpegang teguh dengan stigma bahwa seorang Ratu hanya tinggal di istana dan seorang raja lah yang berhak pergi ke luar untuk menyelesaikan permasalahan atau sebagainya.


"Jika begitu, bukankah artinya seorang tuan putri juga tidak bisa diperbolehkan tinggal tanpa status yang jelas panglima Myren? Bukankah itu juga melanggar aturan dan stigma kerajaan kita?" Mata Myren langsung membulat karena secara tidak langsung Tania menyinggung putrinya yang tinggal bersama seorang pangeran kerajaan lain yang belum memiliki ikatan resmi.


"Aku meminta ini, karena ingin melihat secara langsung apa permasalahan yang dihadapi oleh warga desa kita disana. Sehingga naskah kekeringan ini belum juga teratasi setiap tahunnya. Aku tidak meragukan kerja keras Raja dan dewan kerajaan kita. Tapi bukankah lebih baik menggunakan banyak mata daripada hanya bergantung dengan satu mata?"


Sepertinya keadaan semakin memanas, Yuri bahkan juga ikutan panas karena secara tidak langsung Tania mengatai dirinya. "Kalau begitu kita bisa tanyakan langsung pada rakyat jika raja tidak bisa memutuskan, bagaimana raja?" Tania sekarang menyinggung Vanriel dengan cantiknya yang sejak tadi menjadi pengamat yang baik.

__ADS_1


"Kita putuskan bersama rakyat!" Titah Vanriel diterima oleh kaisar serta yang lainnya dengan pemikiran yang beragam.


"Umumkan kepada seluruh istana dan kerajaan. Bahwa besok pagi-pagi sekali ada pertemuan besar!" Prajurit yang memasang telinga dengan baik langsung mengerjakan titah raja nya.


Setelah perdebatan itu, semuanya kembali ke kamar untuk istirahat tapi tidak bagi Myren serta Mita. Kakak beradik itu tengah saling bertukar pikiran mengenai permasalahan Tania yang memberikan gagasan baru.


"Ini bisa menjadi kemenangan telak bagi kita Kakak, sepertinya Tania tidak berpikir jernih dan akan kalah telak." Mita terlihat bahagia dengan pemikirannya sendiri.


"Tidak adikku. Wanita itu bisa juga menang dengan pemikirannya itu dan membuat kekalahan telak bagi kita." Bahagia yang tadinya sudah merambah sekarang mulai terhenti paksa karena ucapan sang kakak.


Lain lagi dengan reaksi gadis muda yang terlihat mondar-mandir gelisah tak karuan seperti akan segera presentasi di depan kelas. "Siu, berhentilah! Kau seperti ayam yang kehilangan induk!" Tania berbaring cantik sambil menunggu masker wajah nya kering.


"Ratu, bagaimana caranya aku tenang. Sedangkan besok ada pemilihan suara mengenai kebijakan kaisar yang melibatkan ratu. Apa ratu tidak cemas, karena rakyat tentu akan berpihak pada peraturan yang hidup selama ini?"


"Ya, tapi itu tidak perlu dipikirkan bukan? Semuanya akan terjadi dan jalani saja. Lagipula apa yang aku lakukan tidak salah, hanya saja karena kata perubahan memang akan asing pertama kali. Tapi jika dijelaskan, mereka akan mengerti."

__ADS_1


"Kau tidak ingin selamanya perempuan selalu dibawah kaki pria bukan Siu? Ibaratnya jika kau menikah bersama dengan orang yang salah dan menginjak dirimu, kau akan terima? Jika seperti kaisar maka berbahagialah. Tapi jika seperti... Kau yakin akan bertahan?" Siu terdiam mendengar penuturan Tania.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Seorang pelayan wanita datang dengan perlahan memasuki ruangan yang sangat besar serta mewah dibandingkan kediamannya. Wajah itu segera memberi salam kepada sosok dihadapannya, bukan satu tapi dua, dengan tepukan tangan kecil sekantong bewarna coklat mendarat sempurna di tangan pelayan itu.


"Masukkan ini kedalam minuman atau makanan Ratu Tania, dia tidak boleh hadir dalam suara rakyat besok. Kau mengerti? Kalau terjadi kesalahan nyawa mu jadi taruhannya."


Dengan wajah takut dan mulai percaya diri sedikit, pelayan itu mengangguk setuju dan mulai meninggalkan tempat itu.


"Kau tidak akan hadir besok. Dan aku akan menjadi pemenang nya! Pemikiran baru mu itu akan terkubur dan menjadi kekalahan pertama mu!"


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2