Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Bermain hingga akhir


__ADS_3

Baru saja ada ketenangan sekarang kembali ada masalah, tampak ibu suri tanpa aba-aba dan tidak sabaran langsung menyeret tangan Tania. Semua mata melihatnya dan hanya berbisik dalam hati mereka. Sedangkan Tania sendiri, ia memilih diam menguji tangannya ditarik oleh mertuanya, Siu tetap mengikuti junjungannya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Lihat! Menantu mu ini meracuni kakak ku! Meracuni Paman mu Raja!" Tania berada di hadapan Vanriel dan yang lainnya, Ibu suri terlihat sangat berapi-api sekarang dan sulit untuk memadamkan nya.


"Ratu Tania sudah meracuni panglima Myren dengan sengaja!" Manik Tania dan ekspresi yang tidak terbaca, Ibu suri tampaknya sungguh meledak sekarang.


"Mana bicaramu yang biasanya kau keluarkan? Kau sudah tertangkap sekarang! Jawab ratu Tania!"


Tania mengedarkan pandangannya ke melihat semua yang ada disana menunggu pernyataannya. "Ratu Tania jika diam, itu berarti tuduhan itu benar?" Sekarang giliran Vanriel yang bertanya.


"Mohon maaf sebelumnya raja, aku tidur membenarkan atau menyalahkan tuduhan ibu suri pada ku. Bahkan Ibu suri tidak memberikan ku waktu untuk menjelaskan, tapi sepertinya ibu suri menginginkan ku menjelaskan nya disini."


"Mengenai bubur untuk dimakan oleh panglima Myren itu memang buatan ku, bukan hanya panglima Myren saja tapi semuanya juga, ibu suri, raja, kaisar bahkan seluruh penghuni istana yang memakannya. Sekarang aku tanya pada pelayan dan yang lainnya, apa dalam bubur itu ada jamur di dalamnya? Atau juru masak yang melihatku di dapur, apakah ada jamur di dalamnya?"


Sejenak semuanya diam mengingat rasa yang mereka makan dan apa saja kandungan di dalamnya. "Bahkan, tuan putri Yuri alergi tehadap bawang merah apakah ia juga alergi?" Yuri yang tadinya mengamati dengan hati riang menyaksikan Tania di sudutkan justru ikut masuk ke dalam nya.


"Tentu saja tidak! Aku bisa mengenal aromanya mengandung bawang merah atau tidak!" Tania tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Dengar? Panglima Myren tentunya bukan anak kecil lagi yang tidak mengenali makanan atau kandungan yang tidak bisa ia makan."


"Jadi menurut mu kakak ku berbohong?" Ibu suri terdengar makin naik pitam.


"Aku tidak mengatakannya Ibu suri. Aku tidak bilang ada kebohongan di dalamnya, tapi jika buburnya bersih, berarti wadah atau sendoknya yang bermasalah. Kenapa tidak diperiksa wadah itu? Aku yakin masih berada di tempatnya karena jadwal mencuri belum waktunya."


"Bawa wadah dan peralatan yang lainnya kemari!" Perintah Vanriel dengan tegas dan tanpa menunggu lama, prajurit segera membawanya.


"Ini raja." Ibu suri langsing maju dan meneliti wadah dan sendok makan itu. Benar, dalam penciumannya tidak ada kandungan jamur. Tapi tetap saja matanya mengawasi Tania.


"Periksa!" Titahnya pada tabib yang sudah berada di sana.


"Ibu suri, raja. Benar, ada sedikit bau jamur di bawah wadah ini, jika diamati sepertinya beberapa hari yang lalu. Kemungkinan tanpa sadar wadah ini belum dibersihkan dengan baik atau tanpa sadar diletakkan di tempat yang tidak seharusnya."


"Kalau begitu, sebaiknya untuk kedepannya pelayan harus memperhatikan lagi, bukan begitu ibu suri?" Lagi-lagi menantu nya itu berhasil selamat dari tuduhan yang dilayangkan nya membuat dirinya berusaha memendam bara apinya.


"Benar, tapi aku cukup kaget dengan pengetahuan ratu Tania mengenai sajian para pelayan di kediaman panglima Myren." Meksipun terdengar biasa saja, tapi bagi Tania itu adalah tuduhan secara tidak langsung untuk dirinya.

__ADS_1


"Bukankah sebagai seorang ratu, aku seharusnya mengetahui dan mengenal mengenai penghuni istana yang lainnya???"


"Ya, itu benar ratu Tania, Ibu suri kau sepertinya mencurigai tanpa dasar. Alangkah baiknya cari tau dulu dari dalam, dan kenapa kau bisa mencurigai Tania, apa tujuannya untuk itu?" Tanya kaisar yang sejak tadi cukup lama memerhatikan apa yang terjadi.


"Tentu saja hanya pelakunya yang tau kaisar."


"Dan ratu Tania bukan pelakunya."


Kaisar melirik putranya untuk mengambil langkah atau keputusan selanjutnya. Merasa sudah waktunya, Vanriel mengambil napas sejenak dan kembali angkat bicara membuat semuanya memperhatikan dengan baik.


"Baiklah, dengan ini akan dilakukan pemeriksaan terhadap kediaman panglima Myren serta pelayan dan prajurit disana. Dan selanjutnya akan ada konsekuensi atas kelalaian ini! Sidang berakhir!" Pukulan gendang yang cukup besar membuat suara yang begitu menggema di telinga siapapun juga.


Perlahan semuanya mulai kembali tempat nya tapi Ibu suri justru bukannya pergi melainkan menuju arah Tania. "Mungkin semua orang bisa kau bodohi dengan cara bicara dan ketenangan mu, aku akui itu. Tapi kau tidak bisa menipu diriku, aku akan membuat semua tindakan mu ini dibayar segera Ratu Tania!" Terdengar kecil tapi mengandung ancaman di dalamnya.


"Dan aku juga tidak akan tertipu dengan keputusan ibu suri serta kaki tangan ibu suri disini. Jadi kita mungkin akan saling bermain hingga ada yang kalah!"


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2