Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Malam dengan Kejutan


__ADS_3

Mei tengah jadi patung es saat ini, ia menatap lekat wajah yang berada di hadapannya. Dengan pengamatan yang begitu lengket, Mei memindai sosok dihadapannya saat ini.


Satu tangannya terulur untuk menyentuh wajah itu, tapi langsung ia urungkan dan bak banteng memeluk erat sosok dihadapannya. "Lee! Aku sangat senang kau datang, aku sangat bahagia. Kau tau.... Aku menikah dengan pria yang memakai baju yang senada dengan ku, dia juga memakaikan cincin di jariku, dia juga menarik tanganku dengan berani. Dia..." Mei tidak melanjutkan ucapannya, ketika ia merasakan sentuhan Lee dan senyuman pria itu yang kembali mengulang dialog nya.


"Dia memakai pakaian yang senada dengan mu? Dia juga memakai cincin yang sama denganmu dan juga dia menyentuh tanganmu dan menarik nya seperti ini?" Mei mengangguk sambil melihat apapun yang dikenakan Lee saat ini.


"Iya, dia...." Sepertinya jaringan Mei tengah terjadi gangguan, sehingga ia masih mencerna apa yang ada dihadapannya.


"Baju yang senada, cincin dan juga sentuhannya.... Lee!" Tawa Lee langsung pecah melihat istrinya akhirnya paham dengan sosok yang ia nikahi.


"Kau! Sengaja ya?" Dengan pemberontakan dan pukulan yang bisa ditangkis oleh Lee, Mei akhirnya kembali dalam pelukan pria itu.


"Aku juga baru tau... Setelah pertemuan kita di sungai saat itu, aku melihat pendeta Ming datang ke istana dan berbicara bersama raja. Mereka mengintrogasi ku seperti penjahat dan aku mengatakan semuanya. Setelah itu raja menentukan hari pernikahan ku dan gadis yang dimaksud oleh raja adalah kau." Jari-jari Lee menelusuri wajah cantik nan mulus itu.


"Aku sudah berpikir kita tidak akan bertemu lagi, kau juga tidak mengirimkan pesan apapun padaku, apa alasannya?" Entah mengapa Lee melihat Mei dengan sosok yang berbeda ketika mereka bertemu.


"Raja tidak mengizinkannya sayang, aku seperti tahanan menunggu pengantin ku datang."


"Jadi itu maksud baba meminta ku duduk disini, dia memberikan ku kejutan."


"Kita seperti dipermainkan tapi akhirnya begitu indah bukan?" Mei mengangguk sambil membalas tatapan manik emas itu.


Lee menyatukan kedua tangan mereka dan memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manis mereka. "Bukan hanya cincin, tapi sebentar lagi raga kita juga akan ikut menyatu."


"Lalu hati kita?"


"Sudah menyatu sebelumnya, bukan?" Mei tersenyum merespon ucapan Lee.


"Aku mencintaimu." Setelah mengatakannya, perlahan tapi pasti wajah itu mulai mendekat, dan baik Lee dan Mei tangan mereka ikut aktif merambat menuju bahu, tapi baru beberapa jalan, keduanya berhenti bersamaan dan menuju arah berlawanan.

__ADS_1


Mei yang memilih arah kanan langsung mengeluarkan senjata yang sudah ia persiapkan untuk memberikan pelajaran pada pria yang berani menikahinya. Jarum kecil, pedang tipis dan beberapa teman-temannya Mei keluarkan dari pakaian pernikahannya.


Sedangkan Lee yang memilih arah kiri juga membongkar pinggang pakaian nya sambil menggerutu. "Xiong, awas kau nanti!" Lee teringat dengan ucapan asal Xiong yang menyelipkan pedang yang dibelinya dengan dalih istri pastinya akan menyukainya, tapi nyatanya pedang yang lain yang masih Lee sembunyikan.


Setelah keduanya selesai membongkar, mereka kembali duduk di ranjang pengantin mereka dan kembali melanjutkan adegan persatuan mereka.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Tinggalkan kamar pengantin, di ruangan tak kalah indahnya, ketiga orang itu terlihat melakukan konferensi meja bundar. "Sepanjang pernikahan tidak ada rupa gadis itu."


"Aku khawatir, sebentar lagi pangeran akan keluar dengan teriakkan karena melihat wajah gadis itu."


"Ya, dan teriakan itu akan membuat semua orang datang dan pastinya akan terjadi tontonan menarik."


"Ngomong-ngomong raja sudah bertanya mengenai keberangkatan kita."


"Kita akan berangkat setelah melihat rupa menantunya."


Minuman itu disajikan dengan baik dan hati-hati oleh pelayan. "Ayo pendeta Ming, kita minum."


"Aku yakin raja tidak akan meminta minuman bersorak bukan?"


"Tentu saja bukan, ini untuk kesehatan kita. Minuman itu lebih cocok untuk anak-anak kita yang tidak akan keluar semalaman ini dan besok pagi."


"Aku rasa Mei akan melakukan pembalasan karena merasa dipermainkan."


"Kalau begitu putraku Lee atau menantu mu akan melakukan pembalasan juga." Baik raja dan pendeta Ming tertawa kec karena sudah tau apa yang akan terjadi di kamar pengantin itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Malam sudah semakin larut, ini waktu semua orang tidur, tapi entah mengapa ada satu sosok yang masih melangkah dan terlihat mengendap-endap menuju ruangan yang tercium aroma khas itu.


Ketika telinganya ia tempelkan di salah satu sudut dinding, entah mengapa telinganya langsung dirambati oleh suara yang membuat ia tidak bisa bergerak.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Ranjang yang begitu rapi, sekarang sudah tak terbentuk lagi. Lantai yang tadinya bersih sekarang sudah dihiasi oleh pakaian merah yang tergeletak berserakan dimana-mana.


Naik menuju ranjang, terlihat kedua orang yang tengah berbagi peluh dan diiringi dengan suara yang begitu khas menuju puncak surga dunia. Lee tengah begitu bersemangat maju mundur dengan pedang nya menjelajahi goa sempit itu.


"Aku merasa dibohongi, sayang.... Kau menipu ku! Aghhh! Sempit sekali! Aghhh!"


"Bagaimana dengan kejutan terakhir ku sayang, lebih cepat lagi!" Keduanya saling bersahutan dengan puncak kenikmatan yang mereka gapai bersama.


"Rasakan ribuan cinta ini sayang!"


"Aghhh!" Setelah semuanya telah menyembur, keduanya melakukan adu benda kenyal itu dengan penuh semangat dan cinta.


"Aku mencintaimu sayang."


"Aku juga, sangat!"


"Siap untuk pertempuran berikutnya?"


"Tunggu, hei!"


Bersmbung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author, ceritanya tak kalah seru loh!!!!!


Skala Kecantikan Flora.... Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung membakar dengan cepat. Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.


__ADS_2