
Tubuh yang sebelumnya berada di ruangan perayaan dengan ekspresi senang sekarang berpindah ke dalam kamar yang dibatasi oleh tirai yang hanya bisa dilihat dan dimasuki oleh Lee. Bahkan tabib pun hanya menyentuh tangan Mei dibalik tirai itu.
Semuanya tampaknya cemas meninggalkan kabar, terutama Lee yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu. "Bagaimana? Apa yang terjadi?" Tanya Lee tak sabaran.
"Pangeran, kondisi Putri Mei mengalami kelelahan dan juga dengan memakai pakaian dan riasan yang cukup berat seperti ini."
"Tapi sebelumnya, tidak ada masalah dengan itu." Jawab raja yang dibenarkan oleh Lee.
Jawaban itu membuat sang tabib tersenyum. "Mungkin sebelumnya tidak masalah raja, pangeran. Tapi..... Kali ini berbeda."
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Lee yang tidak sabaran.
"Pangeran, saat ini Putri Mei tengah mengandung. Saya sudah memeriksa denyutnya dan sepertinya usianya baru beberapa Minggu." Sontak semuanya menjadi terdiam mendengar ucapan tabib itu.
"Apa tadi? Mengandung?" Sepertinya jaringan Lee bermasalah sehingga membuat dirinya terlihat seperti orang b0d0h.
"Kau akan menjadi seorang Ayah Lee." Ucapan ayahnya seperti sengatan listrik sehingga jaringan yang bermasalah itu langsung kembali terkoneksi.
"Aku akan menjadi ayah? Aku akan menjadi Ayah?" Lee tampak tidak percaya dan beberapa kali mengulang kalimatnya.
"Iya pangeran." Dengan segera, Lee memeluk ayahnya karena rasa bahagia.
"Aku akan menjadi seorang Ayah. Aku sangat bahagia ayah." Bagi raja, setelah memasuki usia dewasa, ini pertama kalinya ia melihat putranya menangis.
"Putraku akan menjadi seorang Ayah, selamat nak."
__ADS_1
"Aku sangat bahagia ayah, aku tidak bisa berkata-kata lagi." Raja semakin mendekap erat tubuh putranya.
"Ini untukmu."
"Terimakasih raja." Karena rasa bahagia raja memberikan salah satu cincin nya.
"Ini, untukmu." Lee juga turut memberikan salah satu perhiasan mahalnya yang membuat tabib itu tersenyum bahagia selain karena berita kehamilan menantu raja.
"Terimakasih pangeran. Tapi saran saya selama kehamilan pertama Putri Mei untuk makanan, minuman serta kegiatan diperhatikan lagi pangeran. Saya akan memberikan ramuan untuk memperkuat kandungan putri." Semuanya mengangguk mendengar ucapan tabib.
Ketika tabib akan keluar, Lee tiba-tiba memanggilnya. "Ya pangeran? Apa ada sesuatu?"
"Jangan sampai ini bocor."
"Memang Ayah, tapi ini bisa jadi target dari musuh. Dinding pun punya telinga Ayah, aku tidak mau itu terjadi."
"Ayah mengerti, karena bahagia, ayah tidak memikirkan nya. Jadi tabib, aku ingin ini menjadi rahasia. Aku percaya padamu."
"Baik raja, saya akan menjaganya meksipun saya harus mati."
"Kau boleh pergi." Tabib segera pergi dari sana.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Entah apa yang terjadi, dua wanita itu tampak mencari-cari dan saling menebak satu sama lain. "Apa yang terjadi Bu?"
__ADS_1
"Ibu bersama mu, mana ibu tau."
"Aku sangat penasaran, apa yang terjadi." Tampak mola gelisah sambil menerka-nerka.
"Apa semuanya berhasil?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Kau bilang sesuatu?" Tanya ibunya yang membuat mola menggeleng.
"Tidak."
"Tapi apapun itu, tabib belum keluar juga. Sepertinya ini darurat." Ketika keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing, tabib terlihat keluar dan membuat keduanya saling memandang.
Dam tabib yang tengah melangkah langsung kaget karena apa yang menghadang jalannya. "Salam Nona, salam Nyonya." ujarnya dengan menunduk.
"Apa ada yang serius menimpa putri Mei?" tanya Ibu mola.
"Keadaan Putri Mei baik-baik saja bukan? Aku harap tidak ada yang buruk."
"Putri Mei hanya kelelahan karena belum makan sebelum acara dan juga ditambah dengan kegiatan yang dilakukan nya ditambah dengan yang melekat padanya. Ini hal yang wajar, tapi juga berbahaya jika terus dilakukan." Tentu pangeran jawaban tabib membuat keduanya tampak tidak senang.
"Kalau tidak ada lagi, saya permisi Nyonya, nona." Setelah kepergian tabib, mola langsung pergi secepat angin membuat ibunya berteriak sama mengejar putrinya.
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1