Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Pagi Yang Berbeda


__ADS_3

Pagi ini ada yang berbeda, terutama bagi penghuni di kamar yang berserakan bak kapal pecah itu. Dua sosok untuk menghuni ranjang besar itu, masih terlelap tapi tak lama sang pria terlibat lebih dahulu bangun.


Matanya langsung menatap lekat wajah yang tidur disebelahnya. Tak lupa tangannya menyentuh wajah cantik yang akan mengisi hari-harinya mulai sekarang dan tentunya tidak aku pergi jauh lagi.


"Cantik, istriku yang penuh dengan kejutan." Lee terkekeh ketika mengingat adegan yang mereka lakukan dengan panas semalaman.


Mei tampaknya masih belum bangun, karena dirinya tidak merasa terganggu dengan sentuhan suaminya yang berlalu lalang di wajahnya.


Mungkin karena matahari belum juga terbit, atau Mei yang sudah kehilangan tenaga karena pertempuran semalam. Lee segera bangkit dan mengambil jubah dalaman pertamanya dan segera mengikat talinya dengan baik.


Bukan ke ruangan mandi, tapi Lee tampak melangkah keluar dan membuat sosok yang berada di benda persegi panjang itu tampak kaget. "Pangeran... Selamat pagi pangeran, hormat kami." Sepasang prajurit yang berjaga setelah malam harinya bersembunyi karena tidak bisa mendengar suara panas itu.


"Ambilkan air hangat dan juga kain. Segera!"


"Baik pangeran." Satu prajurit pergi dan meninggalkan yang lainnya tetap disana. Sedangkan Lee menutup pintu lagi dan menuju ranjang dimana istrinya masih tertidur.


Sepanjang melangkah, ia dibuat geleng-geleng karena kekacauan yang mereka buat sungguh tak bisa dibayangkan.


Pakaian pernikahan itu, serta perhiasan sudah bertebaran dimana-mana.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Prajurit yang sudah sampai di dapur, langsung meminta pesanan pangeran kepada pelayan atau juru masak disana. "Segera siapkan air hangat, dan kain bersih. Ini permintaan pangeran."


"Tentu." Dengan secepat kilat, pelayan itu menuangkan air panas yang sudah dimasak setiap pagi dan mencampurnya dengan air dingin. Setelah dicampurkan dengan baik, air hangat itu segera diberikan berserta kain nya. Dan bergegas prajurit segera menuju ke kamar pangeran.


Baru saja beberapa langkah, prajurit itu dihentikan oleh seorang gadis. "Salam Nona."


"Untuk siapa air hangat nya?"


"Ini untuk pangeran nona."


"Apa ada yang sakit?" Tentu saja prajurit yang sudah berpengalaman itu, tampak bingung untuk menjelaskan. Selain itu adalah hal pribadi, rasanya tidak etis bertanya mengenai hal seperti itu.


"Maaf Nona, saya harus mengantarkan ini segera." Tentu saja tindakan itu membuat gadis itu berubah menjadi masam.


"Tak apa, mungkin pertempuran semalam membuat gadis itu terluka. Aku tidak sabar melihat raut kesakitan itu."

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Pintu segera kembali diketuk dan segera Lee terlihat di baliknya. "Ini pangeran. Air hangat dan juga kain nya."


"Bagus, kalian boleh pergi. Katakan pada juru masak untuk membuat makanan seperti acara semalam."


" Baik pangeran." Kedua prajurit itu menunduk hormat beriringan dengan pintu kembali tertutup rapat.


Dengan membawa air hangat dan kain yang sudah ditangannya. Lee tampak berada di ujung ranjang, lebih tepatnya di kaki lembut istrinya yang masih tertidur.


Perlahan Lee membuka sepasang kaki itu hingga sesuai keinginannya. Dan tentu goa yang baru semalam ia kunjungi langsung tampak dengan sangat jelas. Jika tidak mengingat dan mengerti keadaan istrinya, Lee akan kanvas menyeruduk goa itu lagi.


Tapi ia sadar, perbuatan nya semalam yang mengeksplorasi goa itu, sudah meninggalkan jejak karena dimasuki pertama kali.


Dengan telaten, Lee membersihkan dan juga akan mengurangi rasa sakit disana. Mei yang masih terlelap, merasakan sesuatu di bagian bawah nya dan tak lama membuka matanya. Ketika melihat ke arah bawah, terlihat suaminya tengah menikah perawatan disana.


"Sayang?"


"Aku sedang membersihkan kediaman pedang ku. Ada sedikit luka, jadi harus ditangani." Mei yang tadinya ingin menjawab, merasa terhenti sejenak karena kecupan ke mendarat disana.


"Sudah. Istriku ingin makan sesuatu?" Lee yang baru saja selesai meletakan mangkok yang berisi air hangat dan kain basah itu langsung berpindah tempat berhadapan langsung dengan Mei.


"Sebaiknya tunggu beberapa saat, aku tidak mau istriku ini tidak bisa berjalan dan semuanya akan berpikir aku suami yang jahat."


"Semuanya tidak tau, betapa jahatnya dirimu."


"Agh!" Lee memejamkan matanya merasakan h1sapan yang akan meninggalkan jejak di lehernya.


"Sebentar lagi sarapan pagi, ayo kita segera mandi."


"Gendong aku, karena aku masih belum bisa berjalan." Dengan tangan yang meminta digendong. Mei memperlihatkan wajah manja nya dan membuat Lee terkekeh dan langsung mengangkat tubuh polos itu.


"Ayo kita berendam bersama!" Lee membawa istrinya ke ruang mandi yang masih berada di kamar super besar nya itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Ruangan makan itu, sudah tampak diisi dengan makanan yang menggugah selera dan juga kursi yang kosong sudah terisi. "Siu, panggilkan putri dan menantu ku."

__ADS_1


"Biar saja, sebentar lagi mereka akan datang. Sebaiknya kita menikmati hidangan pembuka terlebih dahulu, pendeta Ming." Raja tersenyum membuat pendeta Ming setuju dan ikut tersenyum juga.


Sambil menunggu pelayan menghidangkan makanan, pendeta Ming kembali mengatakan sesuatu. "Begini raja, setelah menikah... Putriku Mei akan tinggal disini, dan aku punya permintaan kecil lagi. Jika raja tidak keberatan."


"Kau ini bicara apa pendeta Ming, kita adalah keluarga sekarang. Permintaan kecil mu, tentu akan aku penuhi. Bukankah seorang raja begitu?"


"Ya, aku senang dengan hal itu, jadi..."


"Katakan saja pendeta Ming. Bahkan, kalau kau ingin, kau bisa tinggal disini juga. Mei pastinya akan senang dengan itu."


"Terimakasih raja, tapi aku hanya meminta Siu untuk tetap disini. Aku yakin, Mei tidak akan kekurangan pelayan yang bisa membantu nya disini. Dan aku tidak meragukan perlakuan raja nantinya, tapi Siu..... Dia berbeda, Mei dan dia seperti saudara. Dimana pun Mei berada, Siu juga disana. Aku harap raja mengerti."


"Tentu, dia seperti Xiong bagi Lee. Aku sangat paham. Dia akan disini dan berada di dekat Mei." Siu langsung tersenyum mendengar ucapan raja, begitu juga dengan pendeta Ming.


"Terimakasih raja. Terimakasih banyak." Siu mengatakan rasa terimakasih nya, dan tak lama Xiong terlihat datang.


"Bagus kau datang Xiong, ini Siu. Dia akan berada dan menemani Putri Mei seperti kau dengan pangeran Lee." Xiong yang tadinya tersenyum dengan cuaca cerah, berubah menjadi mendung karena mendengar Siu yang akan tetap di istana.


'Aku akan terus bertemu dengannya!'


'Aku akan membuat mu tidak berani lagi macam-macam dengan ku!' Keduanya seolah-olah saling berlawanan menggunakan mata mereka satu sama lain.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Tak lama keluarga Cemara itu datang dan bergabung dengan yang lainnya, tak lupa memberikan salam. Gadis yang jiwa kepo nya sudah meronta-ronta itu, tampak mengedarkan pandangannya mencari sosok Lee.


"Apa pangeran Lee dengan istrinya belum datang?"


"Sebentar lagi akan datang." Ujar Raja yang membuat semuanya mengangguk saja.


'Ayo keluarlah, aku ingin tau rupa mu itu.'


Suasana berubah hening, ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Dan langsung saja patah mata yang berada disana langsung tertuju ke arah pintu.


"Pangeran Lee dan putri Mei memasuki ruangan!" Suara prajurit terdengar memberitahukan kedatangan pangeran dengan istrinya.


Semuanya tampak menunggu dengan tak sabar, ada yang merasa senang dan juga merasa penasaran dengan rupa istri Lee yang belum terlihat sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2