
Boleh berikan vote nya ya, terimakasih 🙏🙏
Tubuh kekar bermandikan keringat itu akhirnya dapat duduk melepaskan rasa lelah nya yang sudah mendera. "Minumlah, ini akan membantumu mengembalikan stamina tubuh." Baru saja Vanriel duduk, ia sudah mendapatkan sapaan dari minuman berwarna bening dengan aroma tersendiri yang sudah memasuki penciuman Vanriel.
"Darimana mendapatkan nya?" Tangannya menerima tapi bibirnya masih wawancara.
"Ada bagian belakang, seorang warga membawanya jadi aku ambil satu."
"Segar sekali, aku jarang meminumnya."
"Kenapa? Ini baik untuk mengembalikan cairan tubuh yang terkuras karena aktivitas." Tania menerima cangkir perak yang sudah kosong itu sembari meletakkan di meja awal.
"Sepertinya ratu ini belajar ilmu pengobatan juga, kapan?" Tania terdiam mendengar penuturan Vanriel. Tentu saja Tania yang sebelumnya tidak pernah belajar mengenai ini dan tentu membuat Vanriel penasaran.
"Semenjak dari hutan, aku suka membaca apalagi perpustakaan istana. Terutama buku dengan gambar agar aku mudah mengingatnya, hal kecil bisa saja menjadi hal yang sangat berarti kan? Dan apa orang dewasa tidak boleh belajar?" Tentu saja dengan keahlian bicara dan kerjasama wajahnya yang baik membuat Vanriel percaya.
"Tidak salah, aku senang karena itu kau melakukan perubahan di istana."
"Aku melakukan perubahan yang baik, jika sudah baik tidak perlu kan? Lagipula raja sudah menyetujui nya, bukan begitu?"
"Ya, aku tau. Dan aku senang melakukan perjalanan ini, aku merasa kita mulai saling mengenal dengan baik." Tania hanya tersenyum kecil tanpa menanggapi ucapan Vanriel.
Vanriel yang berniat melepaskan pakaiannya dikejutkan dengan kain panjang dihadapannya. "Pakai ini, aku baru saja selesai membersihkan tempat pemandian kita, jadi.... Raja silahkan mandi di tempat warga desa, sekalian lebih berbaur dan lebih mengenal desa ini." Entah mengapa sikap yang dilakukan Tania sekarang tidak lagi membuat hati Vanriel dongkol tapi kebalikannya.
"Baiklah, sepertinya ratu ini merubah semuanya." Tania hanya tersenyum manis membuat Vanriel sangat menyukainya.
"Terserah, dan ya.... Aku ingin bicara setelah ini." Vanriel tau ada sesuatu seperti biasanya yang dibicarakan ratu nya itu.
__ADS_1
"Baiklah. Aku segera kembali." Vanriel mulai menghilang dari pandangan Tania.
Setelah kepergian Vanriel, Tania segera menuju pemandian tenda mereka dan tangannya mengambil sesuatu dari sana. "Apa mereka mulai bergerak? Bagaimana dengan prajurit yang diminta?" Tania bergumam sambil menebak sendiri dengan pemikirannya mengenai apa yang ia temukan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mendengar perdebatan serta kekacauan di rumah indahnya, Rola segera masuk ke kamar yang ditempati oleh Dion dan seketika matanya membulat.
"Tuan...." Rola seperti melihat adegan psiko di hadapannya karena tarian darah di kertas itu yang tentunya tidak sedikit.
"Tuan, ini harus segera diobati." Rola mengambil alat pengobatan zaman itu.
"Tidak! Aku harus segera mengirimkan surat keterangan golden!"
"Tuan, aku tidak tau yang terjadi... Tapi luka tuan harus diobati dulu, dan ingat kata golden kita harus tenang. Jika begini, pengawal bisa mendengar atau bahkan warga, kita bisa bahaya!" Dan benar saja Dion terlihat berhenti sebelum kalimat terakhir.
"Saya obati dulu." Dion duduk sambil membiarkan tangannya diobati oleh Rola. Apapun yang dilakukan, dituangkan atau olesan tidak membuat Dion bereaksi.
"Tuanku... Hamba sudah menuangkan sesuatu di air anggota kerajaan dan bukan hanya itu kami memiliki boneka diantara mereka. Kita bisa melaksanakan rencana melalui nya, jika kita serang sekarang, selain kehilangan desa dan pekerja gratis kita kemungkinan juga menjadi buronan istana. Tapi jika kita melakukan dengan lembut itu jauh lebih baik Tuan. Kami tau, mungkin ratu melakukan sesuatu tapi bukankah kita sudah membicarakannya? Daripada menghabisi secara langsung bukankah lebih baik menyiksanya?" Meskipun Rola terlihat cantik dan anggun tapi didalamnya ia adalah buah busuk dan berbahaya.
"Katakan dengan jelas!" Dion merasa telinganya tidak bisa mencerna semuanya dengan baik karena amarah serta harga dirinya yang terluka karena ucapan Tania yang meragukan kemampuan nya.
"Tuanku.... Kita hanya perlu membuat salah seorang mereka sakit dengan begitu mereka akan kembali ke istana dan kita bisa melanjutkan rencana yang sudah ada di desa dan warga yang berpotensi menjadi pengkhianat kita habisi seperti yang lainnya. Golden bisa memukul kita tuan jika anggota kerajaan belum pergi dari sini."
"Lakukan segera! Aku ingin dalam tiga hari, jika tidak! Kalian tau akibatnya...."
"Baik tuanku." Serentak sepasang suami istri memberikan penghormatan.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟
Tania yang tengah bergelut dengan pemikirannya, dikejutkan dengan kedatangan anak kecil dihadapannya.
"Salam ratu." Senyum segera Tania layangkan dan mendekati anak laki-laki itu.
"Salam juga untuk anak hebat ini. Ada apa sehingga kau kemari?"
"Namaku An, aku ingin menjadi ksatria hebat seperti raja dan memiliki kepintaran seperti ratu. Ibuku bilang ratu sangat hebat, selain memasak makanan enak, ratu juga kuat, aku ingin seperti itu."
"Kau akan menjadi seperti itu, aku akan mengajarinya. Tapi.... Yang pertama harus memiliki sikap seorang kstaria sejati."
"Tentu saja, aku sudah punya, seorang ksatria memiliki sikap cinta tanah air, aku memiliki nya mau lihat?" Tania mengangguk dengan semangat.
"Ratu, pemimpin disini sering membawa anak-anak di atas ku dan tidak kembali lagi."
"Anak-anak diatas mu?" Beo Tania membuat An kembali bercerita tapi mendekat ke telinga Tania.
"Contohnya kakak ku, dia sangat tampan dan baik tapi saat itu makanan dari kerajaan tidak dibagikan kepada kami, kakakku bilang itu bukan hal yang baik, tapi malamnya kakak ku dibawa paksa entah kemana, ketika kami bertahan mereka memukuli kami, yang lain juga begitu. Sejak saat itu tidak ada lagi yang berani."
"Setiap tahun?" Tanya Tania.
"Iya, setiap tahun."
"A..." Tania ingin bertanya lagi tapi An menghilang secepat angin ketika Tania ingin mengejar nya sebuah suara membuat nya terhenti.
"Salam ratu." Ketika Tania berbalik terlihat kepala desa mendatangi nya.
__ADS_1
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.