
Aura yang memang sejak tadi sudah tidak enak dirasakan di ruangan ini, semakin kentara terasa. Lee akhirnya tau sumber dari pusatnya yang merupakan rahasia besar Dhow selama ini.
"Kau kaget Lee? Terlihat sekali. Bagaimana? Aku penuh kejutan bukan? Kau pikir hanya kau saja?"
Dhow tampak berputar-putar mengelilingi tubuh Lee yang terikat di tempatnya. "Kau pasti ingat dengan jelas. Setiap bulan berbentuk bulat sempurna, aku selalu masuk dan keluar besok paginya. Kau selalu bertanya kan? Lee, aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan.... Meskipun itu harus menggunakan seseorang hingga ia tiada. Aku tidak peduli, yang jelas keinginan ku tercapai. Kau menggunakan senjata dengan wujud sempurna. Kau bisa melihatnya, tetapi senjata ku tidak bisa dilihat.... Tetapi bisa melukai dan mengendalikan seseorang. Setelah melakukan beberapa percobaan kepada mereka." Dhow menepuk pundak Lee yang menatap dengan jelas apa yang ada di depannya.
"Kau benar-benar iblis!"
"Ya, dan kau juga akan menjadi bagian dari ku.... Sebentar lagi...." Dengan wajah menyeringai yang membuat wajahnya terlihat berbeda dan begitu berbanding terbalik dengan yang sebelumnya.
"Bagaimana Lee? Mau mencoba segera? Putriku sudah tidak sabar untuk kau menjadi suami yang benar-benar diinginkannya."
"Kau berpikir akan bekerja?" Tantang Lee, yang membuat wajah Dhow tersenyum lain.
"Sungguh? Sepertinya kau harus mencoba. Dan baru kita lihat hasilnya...."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Setelah melihat benda yang menjadi bahan pembicaraan para pria itu. Mei dan Siu memutuskan untuk segera ke tempat yang telah mereka ketahui.
"Apa itu milik Xiong?" Siu hanya mengangguk saja, sambil berjalan bersama Mei di sisinya.
"Apa itu yang kau buatkan selama beberapa waktu itu?"
"Ya, dan aku tidak tau bagaimana keadaannya sekarang. Semuanya akan baik-baik saja kan putri?" Entahlah, tetapi jujur saja, di hati Siu mulai ada kegelisahan yang tidak bisa ia jelaskan.
"Kau akhirnya mengatakan isi hatimu. Kau selalu berpura-pura dan menghibur diriku Siu. Aku senang, akhirnya aku tau kegelisahan mu."
"Putri aku...."
"Tidak perlu bicara lagi. Kita akan kesana, dan membawa mereka kembali. Kita bersama...."
"Tentu, kita bersama." Mei yang berusaha menahan air matanya, langsung ditepis dan juga diiringi oleh Siu yang langsung menghapus air matanya.
"Kita lanjutkan perjalanan." Entah mengapa, waktu terasa begitu cepat. Sehingga mentari yang tadinya bertengger di langit mulai tergantikan dengan kegelapan.
"Kita harus beristirahat dulu putri.... Aku merasa hujan akan turun." Dedaunan yang gugur menjadi tanda bahwa hujan lebat akan turun segera.
__ADS_1
Udara yang begitu dingin langsung menusuk ke dalam hingga ke tulang. Pakaian mereka nyatanya tidak mampu untuk melindungi mereka dari dinginnya udara yang akan datang dengan hujan deras kali ini.
Hingga mau tak mau, mereka harus mencari tempat beristirahat dan tentunya berlindung dari derasnya hujan.
"Ada gua, kita kesana saja." Tunjuk Siu yang dari beberapa meter dari tempat mereka berdiri terlihat bundaran gua yang menganga siap menyambut mereka.
Keduanya perlahan bergerak ke sana. Selain untuk mengumpulkan tenaga karena telah berjalan cukup jauh. Namun, semakin mereka mendekati gua itu... Mei merasa ada sesuatu di sana.
"Berhenti...."
"Ada apa putri?" Tanya Siu karena langkah mereka terhenti.
"Ada sesuatu di dalam sana. Ada penghuni di dalamnya."
"Bagaimana putri? Mungkin saja hewan."
"Tidak, ada bekas kehitaman di sekitar pintu masuk. Ada yang menyalakan api, tidak mungkin hewan."
"Kalau begitu musuh? Kita bisa menghadapinya putri."
"Siapa kau?" Sebuah suara yang dipastikan laki-laki menyodorkan pertanyaan kepada Mei dan Siu.
"Ada apa?" Sebuah suara lain terdengar dari dalam dan diikuti dengan suara langkah kaki.
"Ini.... Ada...."
"Tuan putri?" Ujar pria itu yang membuat manik Mei dan Siu langsung menyelidik sosok di depan mereka.
"Kau..... Jenderal?" Memastikan semuanya aman, Mei membuka penyamaran dan diikuti oleh Siu.
"Kau sungguh putri Mei."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Bertepatan dengan api yang dinyalakan dan juga makanan yang mulai siap dimakan, mereka berbincang-bincang.
"Jadi putri menuju tempat mereka?"
__ADS_1
"Ya, aku merasa pangeran Lee kesulitan."
"Putri merasakannya?"
"Kau sepertinya lupa akan diriku. Pernikahan ini lebih dari apapun, sehingga ikatan kami melekat."
"Apa putri tau dalangnya?"
"Dhow." Satu nama itu berhasil membuat jenderal dengan luka yang perlahan membaik dan meninggalkan luka itu menjadi kaget.
"Kita harus cepat putri."
"Kau tau sesuatu?" Tanya Mei yang diangguki dengan cepat.
"Ya, dan sangat berbahaya. Dhow terkenal...."
"Dia ahli pengetahuan....." Jawab Mei yang langsung diputus oleh jenderal.
"Lebih dari itu Putri. Dia juga ahli dalam kekuatan tak terlihat putri."
"Apa maksudnya?" Tanya Siu yang ikut menimpali.
"Jangan bilang....."
"Dulu dia pernah terdengar akan guru hitam. Dia disinyalir sebagai seorang pengendali. Ada beberapa bukti yang kuat, tetapi tampaknya ia lebih pandai menyembunyikan nya. Dan tidak ada lagi pembahasan tentang itu, tetapi melihat dirinya, di usianya yang sudah lebih dari seharusnya dia terlihat masih bugar. Tidak seperti usia seharusnya. Dan juga ada beberapa kematian tanpa sebab yang terjadi pada murid seangkatan dengan pangeran Lee. Terlebih lagi, dulu ada seseorang yang mengutarakan bahwa ia dapat membuktikan kejahatan Dhow, tetapi tak lama ketika menuju persidangan... Orang itu langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Pemikirannya seolah dikendalikan oleh sesuatu."
"Apa ilmu seperti itu sudah ada di dunia ini?" Tanya Mei pada dirinya sendiri.
"Putri, Dhow memiliki seorang anak perempuan yang tidak jauh dari usia putri. Tetapi aku tidak pernah mendengar tentang pernikahannya, hanya sebuah kabar bahwa ada kedekatan. Lebih tepatnya, putri Dhow jatuh hati pada pangeran Lee."
"Apa maksudnya, dia melakukan ilmu hitam?" Tebak Siu.
"Aku merasa begitu...." Ujar jenderal yang membuat suasana yang diiringi dengan hujan lebat itu langsung terasa kentara sekali.
"Tidak akan terjadi.... Tidak akan...." Sambil menyentuh dada nya yang berdetak kencang, Mei meyakinkan dirinya sendiri.
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1