Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Rasa Baru!


__ADS_3

Hari ini, meskipun matahari mulai dari terbit hingga terbenam, tidak ada kegiatan selain tidur di ranjang itu. Sedangkan, ada sosok yang mendampingi penghuni ranjang itu.


"Mau lagi?" Pertanyaan itu sudah beberapa kali terlontarkan, dan bukannya marah atau kesal. Pemilik bibir manis itu tersenyum kecil membalas pertanyaan suaminya.


"Aku sudah kenyang. Kau juga harus makan sayang. Suamiku ini pasti juga lapar, kau terus saja bertanya." Lee menggenggam tangan istrinya dengan lembut.


"Kau tau, ketika matamu tertutup.... Aku merasa semuanya terhenti. Jantungku, dunia ku dan waktu semuanya berhenti. Aku sangat takut, jangan lakukan hal seperti ini lagi." Mei bisa menghitung kapan air mata itu mengalir di wajah suaminya sang pangeran itu.


"Aku janji, tidak akan membiarkan air mata ini turun lagi dan menyentuh wajah tampan suamiku ini." Mei mengecup jalur air mata itu yang membuat Lee tersentak.


Senyuman menghampiri bibir Lee yang membuat perasaan pria itu juga berubah. "Tidak akan ada air mata lagi, kalau kau sehat dan bersama denganku selalu Mei." Tubuh yang masih belum pulih itu langsung tenggelam dalam dada bidang itu.


"Aku sangat mencintaimu."


"Aku juga, dan selamanya." Sambil menggenggam tangan satu sama lain, serta dekapan yang hangat itu pembicaraan perlahan muncul.


"Jadi..... Kita biarkan satu gagak kembali ke asalnya?" Mendengar ucapan Lee, Mei tersenyum manis.


"Gagak hitam yang terbang menganggu pohon kita, tidak akan pernah datang lagi dan berterbangan lagi di pohon kita, hingga buah yang manis dan indah nantinya akan muncul." Lee cukup bingung dengan maksud istrinya.


"Kau melakukan sesuatu?" Tanya Lee dengan wajah serius yang dimengerti langsung oleh istrinya.


"Aku tidak perlu melayangkan anak panah untuk menyingkirkan nya. Angin sendiri yang akan membuat sayap itu tidak mampu terbang lagi. Kau percaya itu? Atau ada ke.." Mei tidak bisa melanjutkan kata-katanya, karena sumber bunyi itu sudah terbungkam dengan sumber bunyi lainnya yang mengeluarkan bunyi baru dan juga yang lainnya.


Lee yang mengerti dengan keadaan istrinya, tentu langsung merendam diri nya dan perlahan melepaskan pelukannya. "Aku ada pekerjaan dengan Ayah, tunggu sebentar ya."


Mei mungkin tidak menjawab, tapi tangannya yang bergerak. "Ya sayang?" Tanya Lee karena gerakan itu.


"Mau kemana?" Tanya Mei yang membuat alis Lee menyatu.


"Aku mau ke tempat ayah." Jawab Lee dan tak lama menundukkan kepalanya melihat arah lain.

__ADS_1


"Kau tidak bisa berbohong padaku. Kau menahannya?" Lee cukup kaget dengan tebakan istrinya yang mengetahui panas tubuhnya yang tengah menyala saat ini.


"Mei...."


"Kau berpikir aku tidak tau? Setelah kita menikah, aku mengenal dirimu Lee, bukan hanya makanan, kebiasaan mu tapi juga... Pikiran mu.


Baiklah, Lee tidak menampik lagi. Perlahan dia kembali naik dan mendekat pada istrinya. "Kau mengerti diriku, dan aku juga begitu. Karena itu, aku memilih pergi menyelesaikannya sendiri, keadaan mu tidak memungkinkan untuk itu sayang."


"Kau terlalu mengkhawatirkan nya. Kau lupa aku...."


"Kau yang terbaik, dan penuh kejutan aku tau. Tapi, untuk ini aku tidak bisa... Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu dan anak kita."


"Kau makan apa di pasar?" Pertanyaan Mei, tentu dijawab oleh Lee dan tampak mengingat apa dan makanan apa yang ia makan.


"Aku memakan..... Kebetulan ada yang menjual makanan dari laut, aku melihat sebuah daging yang berasal seperti penghasil mutiara. Ya, aku makan itu.. aromanya sangat menggugah selera ku." Mei mengerti sumber masalah nya sekarang, suaminya memakan kerang yang membuat g@irah nya menjadi meningkat.


"Tetaplah disini..."


"Aku bisa...."


"Tidak!" Lee tetap bersikukuh dengan keputusan nya.


"Aku bisa mengatasi nya sayang, kalau kau tetap memaksa.... Aku tidak bisa mengendalikan diri ku nantinya."


"Lihat aku! Percayalah istrimu ini bisa mengatasinya. Kau akan keluar tanpa kita menyatu. Aku jamin." Dengan suara dengan nada yang sedikit tinggi, Mei membuat manik Lee menatap dirinya.


Sejenak Lee tidak berkata-kata lagi, dan tak lama pintu kamar mereka serta prajurit yang berjaga di depan kanvas hilang untuk beberapa saat.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Perjalanan yang menuju kediaman tanpa gangguan itu, justru mendapatkan angin badai. Setelah makan siang, perjalanan bersama kereta kuda itu langsung terhenti karena sang penumpang muntah-muntah dan membuat yang lainnya panik.

__ADS_1


"Mola! Ada apa sayang?" Sang ibu tampak begitu khawatir, melihat putrinya terus memuntahkan apa yang baru dimakan nya.


"Ibu, dadaku terasa sesak!" Mola tampak terbata-bata dalam mengatakannya dan memegang dada nya.


"Kita butuh tabib!" Ujar sang ibu yang membuat suaminya langsung mengangkat tubuh putrinya.


"Ayo, segera lanjutkan perjalanan menuju desa terdekat!"


"Baik tuan!"


"Tenanglah nak, kau akan baik-baik saja." Sambil memasukkan putrinya ke dalam kereta kuda, sepasang suami istri itu tidak melepaskan pandangannya mereka dari sang putri.


"Dadaku terasa sakit...."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Jika ditempat lain tengah berlangsung rasa sakit, maka disini tengah berlangsung rasa nikmat tiada tara yang bercampur dengan rasa tidak menyangka dengan apa yang terjadi padanya.


Menggunakan tangan nan lembut serta dipadukan dengan gerakan turun naik dan juga memutar membuat bibir Lee bulat sepertinya donat dan juga tubuhnya merasakan kenikmatan bukan main.


"Terus sayang, ya.... Begitu.... Ahhh." Lee terus meracau sambil mendesis kenikmatan yang membuat Mei tersenyum dan memainkan tempo tangannya.


Tak lupa sesekali bibir yang membentuk donat itu saling beradu satu sama lain dan menyed0t apa yang ada didalamnya. "Bagaimana sayang?" Tanya Mei disela-sela permainannya.


"Luar biasa sayang! Ahhh... Istriku yang terbaik!" Lee yang mau sampai ke puncak nya mengarahkan kepalanya dan bibirnya langsung bekerja meninggalkan tanda beriringan dengan pelepasan nya.


"Sayang aku keluar!"


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2