
Langkah kaki dipercepat hingga akhirnya mata terlebih dahulu sampai dan seketika membola melihat apa yang terjadi di sana. Memang peperangan serta teriakkan yang terdengar tapi sayangnya korban dan pelaku berbanding terbalik sekarang dengan ekspektasi bak media sosial.
"Apa yang terjadi....."
"Praktek dari materi yang aku ajarkan. Bagaimana, suka?" Keduanya serempak melihat ke arah Tania yang tersenyum senang sekali melihat peperangan yang terjadi.
Tidak ada pembicaraan, selain suara kesakitan dan langkah yang berlarian dengan kecepatan tinggi. "Kau ingat pertanyaan mu Rola?" Tapi yang ditanyai masih mencoba mengedipkan matanya beberapa kali karena siraman istimewa mendarat di matanya.
"Daging yang kau bicarakan serta metodenya.... Inilah yang dimaksud. Bumbui sekarang!"
"Baik ratu!"
"Kalian adalah dagingnya!" Entah mengapa tatapan serta ucapan ratu yang biasanya lembut serta manis dan penuh tawa yang dilihatnya berubah menjadi menyeramkan dan tajam membuat merinding.
"Kau!"
"Jaga sikapmu raja, kau bilang itu kan? Aku mengulanginya dengan baik. Sekarang kau yang jadi tahanan ku, sepupu." Vanriel berada di belakang Dion entah bagaimana tanpa diketahuinya.
__ADS_1
"Kau pikir, aku akan bicara?" Latihan serta proses yang dialami oleh Dion tentu tidak membuat dirinya gentar meksipun sudah jadi tawanan. Karena dimatanya sendiri anak buahnya dimainkan bak daging seperti yang diajarkan oleh Tania.
"Siapa yang bilang? Aku tau cara mendapatkan jawaban tanpa membuat mu bicara."
"AGHHHH!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Berbagai gaya telah dilakukan, tapi tidak membuat mata itu mau beristirahat. Sekarang dia memilih berjalan santai menunggu kedatangan yang dinantinya dengan mata yang dimanjakan oleh para ikan yang menjadi peliharaan nya.
Tapi yang ditanya tidak menjawab, ia hanya diam dengan dada tidak bergemuruh serta manik yang begitu menusuk dengan guratan yang membuat wajah berkhas luka itu terkekeh.
"Apa kau marah? Kau ingin bicara? Tapi sebelum itu... Aku ingatkan lagi, kau akan tetap disini dan memberikan penampilan terbaik mu untukku. Tidak ada siapapun yang akan datang dan membuka pintu untuk mu, kau berharap pada siapa? Keluarga mu? Atau raja mu? Hmmm?" Tak lama ia tertawa besar mengejek kesakitan dan keadaan orang-orang yang berada dalam kurungan.
"Jangan bermimpi! Turunkan padangan mu atau....." Ketika cambukan itu bersiap untuk dilayangkan, sebuah pesan membuat dirinya berhenti.
"Lapor golden... Mereka sudah tiba." Senyuman langsung menggantikan kekesalan yang memuncak dan ia berikan pada salah satu ikan itu.
__ADS_1
"Kau lihat? Mereka tiba dan tidak ada penyelamat disini. Aku akan kembali dan mengurus mu." Kakinya kembali ia langkahkan menuju ruangan yang biasanya digunakan untuk pertemuan.
Ruangan yang cukup besar dibandingkan yang tadi langsung memperlihatkan barisan rapi berpakaian hitam yang bertudung hitam menutupi wajah pengguna nya.
"Akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggu sejak tadi. Bagaimana?" Golden mendekati salah satu yang berada di depan diantara lainnya dan belum sampai semuanya mengangguk bersamaan.
"Sudah kuduga, kalian adalah yang terbaik! Terutama kau, anak terbaik ku." Tepukan di bahu itu mendarat dan membuat kepala itu menoleh ke tepukan itu.
"Kemari lah..." Sebuah pelukan berniat diberikan tapi ternyata...
"Aku tidak menyangka akan mendapatkan sambutan di tempat pencuri yang mengambil alam desaku."
"Kalian!"
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1