
Dengan wajah yang segar, Rola memasuki tempat pelajaran bertema alam Tania yang tengah memberikan materi. "Salam ratu." Tania yang menjelaskan, berhenti sejenak dan menatap Rola yang terlihat senang sekarang.
"Kau terlihat lebih baik hari ini. Ada hal khusus?" Rola tersenyum sebelum menjawab.
"Tidak ada ratu, tapi Hamba ingin mengikuti pelajaran yang ratu ajarkan dan ya.... Ada hal khusus nantinya." Sepertinya Rola ingin bermain kata dengan Tania.
"Jadi artinya benar kan?"
"Ya ratu." Rola perlahan duduk bergabung dengan yang lainnya.
"Apa materi hari ini ratu." Tania tersenyum kecil mendengar pertanyaan Rola.
"Kau akan tertarik Rola, setelah beberapa kali tidak datang kau pasti akan langsung suka materi kali ini, bukan begitu?" Murid yang lain mengangguk membuat Rola menjadi penasaran sekali.
"Aku tidak sabar rasanya ratu."
"Baiklah, kita lanjutkan. Untuk mendapatkan rasa yang sempurna kita harus melakukan langkah-langkahnya dengan baik dan tepat. Apa tadi contohnya?"
"Daging, ratu!" Jawab mereka serempak yang membuat Tania membawakan keranjang dari bambu yang berisikan sesuatu yang membuat Rola duduk di belakang menjadi penasaran melihat isinya.
Hingga matanya menangkap gumpalan daging yang berukuran cukup besar berada dihadapan semua nya. "Daging?" Ujar Rola melihat keranjang itu berjalan ke arahnya.
"Ayo ambillah Rola, ini bahan pelajaran kita." Dengan perlahan Rola mengambil daging dan menggilir keranjang hingga isinya habis.
"Baiklah, sepertinya semua sudah dapat."
"Sudah ratu!" Semuanya tampak bersemangat bertolak belakang dengan Rola yang kebingungan dengan kelas ini.
"Kalau begitu, kita langsung mulai. Perhatikan ya!" Tania menuju meja yang berisikan berbagai rempah dengan aroma tersendiri.
"Pertama, kita lumuri dagingnya dengan rempah, terutama cabai ini... Kita harus melumurinya lebih banyak dari yang lain. Sekarang daging itu berwarna serta beraroma pedas menyengat. Lalu... Setelah itu kita rebus!" Tania mengambil daging itu lalu memasukkannya ke air yang sudah mulai panas.
"Tunggu ia hingga mendidih! Setelah itu... Kita angkat dan ....
Plak! Plak! Plak!
Bunyi serta adegan dihadapannya membuat manik Rola membulat. "Pengolahan macam apa ini?" Gumamnya sambil melihat Tania yang asyik memukulkan daging itu bolak balik ke meja hingga berbunyi.
__ADS_1
"Ini supaya dagingnya lebih meresap dan lunak! Setelah itu, kita lanjutkan...."
Rola tampak menelan ludahnya ketika Tania mengeluarkan pedang yang mengkilap serta tajam itu dan kesatuan daging itu sudah terpotong-potong dengan begitu cepat. "Selesai! Mudah kan? Bagaimana?" Jika Rola terlihat sesak napas maka yang lainnya bertepuk tangan melihat aksi Ratu mereka.
"Wah, itu luar biasa ratu! Luar biasa! Kami tidak sabar mempraktekkan nya."
"Tentu saja, tapi pertama harus siapkan dulu bumbu nya dan simpan dengan baik."
"Baik ratu." Semuanya serempak sambil mulai berbenah.
"Baiklah, sampai disini kita lanjutkan besok." Perlahan-lahan semuanya sudah meninggalkan tempat duduk mereka yang tersisa hanya Rola yang mematung.
"Kau tidak kembali?" Suara Tania menyadarkan Rola.
"I-iya ratu... Boleh hamba bertanya?" Tania mengangguk sambil memasukkan pedang nya.
"Metode masak seperti itu.... Apa ada ratu?"
"Tentu saja ada, tapi belum sampai kesini." Jawab Tania dengan begitu tenang.
"Kau bisa mencobanya atau melihatnya sendiri nanti." Setelah itu Tania melenggang pergi meninggalkan Rola yang mengambil napas sebanyak-banyaknya.
🌟🌟🌟🌟🌟
Suara dentingan pedang terdengar diiringi dengan langkah kaki Tania yang mendekat. Netra nya menatap Vanriel mengawasi warga yang berdominant pria tengah mengacungkan pedang mereka.
"Bagus! Elak! Serang dan amati dengan baik!"
"Semakin baik." Wajah tampan itu langsung menoleh si pemilik suara.
"Kau sudah selesai?" Tania mengangguk tapi maniknya menatap latihan warga.
"Apa ada sesuatu yang dikatakan kepala desa?"
"Ya, mereka bilang akan mengadakan perayaan menyambut air yang kembali mengalir dan kebahagiaan warga serta sebelum kepergian kita."
"Kepergian kita? Aku suka kata itu. Kita bertemu sebelum makan siang." Tania melangkah pergi meninggalkan Vanriel yang bertanya akan pemikiran istrinya itu.
__ADS_1
"Wanita sungguh penuh rahasia."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Pintu yang tadinya tertutup sempurna sekarang terbuka menampilkan sosok wanita yang menjadi bagian permainan. "Bagaimana?"
"Tidak ada yang istimewa, ratu hanya mengajarkan materi masak seperti sebelumnya." Lapor Rola yang mengambil air di dekatnya.
"Begitu ya, kalau begitu hanya raja yang mengajarkan ilmu bela diri bagi warga, itu sangat bagus bukan?"
"Ya, bagus. Dimana tuan?"
"Biasa di kamar cadangan."
Rola duduk mendekat ke arah suaminya membuat manik suaminya menatap lekat.
"Ada apa?" Tanyanya melihat gelagat aneh istrinya.
"Masalah kamar cadangan, kapan mereka akan dikirim?"
"Tentu saja setelah kepergian raja dan yang lainnya. Kau ingin kita bunuh diri?" Rola tentu menggeleng cepat.
"Tidak, tapi nanti timbul suara bagaimana?"
"Tutup sumber nya, mereka tidak akan bisa! Sudah, aku mau kesana!" Kepala desa keluar dan belok kanan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Decitan pintu membuat telinga tajam itu langsung mendengar dan tanpa berbalik ia tau siapa yang datang. "Ini belum cukup, kau tau kan?"
"Iya tuanku, tapi jangan salah, kualitas mereka tidak bisa diragukan. Ini yang terbaik diantara sebelumnya. Terutama yang ini!" Kepala desa menunjuk ke arah sosok yang terantai dan dalam keadaan lemas.
"Hmmm, benar. Hanya perlu di poles sedikit. Bagus! Kita akan mengurus hama itu sekarang! Tidak ada waktu lagi!"
"Apa Tuan? Sekarang?"
"Ya, aku tidak harus mengatakan padamu bukan? Lagipula aku tidak bisa bersabar lagi, musnahkan semuanya! Malam ini!"
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak