Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Perayaan


__ADS_3

Semak belukar yang tadinya bergoyang itu perlahan didekati oleh Tania dan benar saja ada seseorang disana, Tania menepuk pundak itu sehingga sang pemilik akan berteriak tapi segera dibekap Tania.


"Ini aku." Mulut yang terbuka itu kembali menutup serta wajah yang tadinya bertolak belakang sekarang saling menatap.


"Ratu...." An merasa senang dengan kedatangan Tania di hadapannya.


"Apa yang kau lakukan? Ini sudah malam?" An belum menjawab tapi ia mengisyaratkan untuk menahan suara.


Tania langsung mengerti lalu ikut berjongkok sehingga tubuhnya tertutupi oleh semak belukar. "Ratu, aku sedang bermain dan lihat apa yang aku temukan."


Ditangan An yang hanya disinari oleh cahaya rembulan, Tania melihat dengan jelas ada sebuah botol kecil bewarna perak.


Tania segera mengambil botol kecil itu dan berada di tangannya. "Darimana kau mendapatkan nya?"


"Aku melihat ada galian seperti biasanya dan mengambil nya."


"Galian seperti biasanya, ceritakan lebih banyak."


"Ada galian dekat gudang, tapi tertutupi oleh bunga yang ditanam di sana. Seringkali kepala desa membuang barang disana, aku mengambilnya dan mengumpulkannya bersama kakak, tapi hanya kakak yang tau. Sayangnya dia tidak ada lagi, jadi hanya tersisa yang ini." Ada guratan sedih ketika An bercerita.


"Baiklah, dengar. Kau suka bermain?" An mengangguk dengan cepat.


"Aku punya permainan yang menyenangkan, beritahu temanmu. Besok pagi, gali lubang di halaman rumah tempat biasanya kalian bermain."


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa lagi ratu." An perlahan keluar dan melangkah menuju rumahnya, kebetulan jalannya seperti garis lurus yang membuat Tania dapat memantau kondisi nya.

__ADS_1


Setelah memastikan semuanya aman, Tania kembali ke tenda nya, ketika dirinya masuk Vanriel sudah tertidur pulas begitu juga dengan Yuri, matanya menjadi gatal melihat tuan putri ini memeluk tubuh sosok yang bukan miliknya.


"Kebiasaan memang tidak bisa dirubah! Dia pikir ini bulan madu? Sudah menyusahkan ku, enak saja dia disini." Bukan apa-apa, tapi Tania tidak suka dengan tingkah Yuri bak simpanan suaminya. Bukan, memang benar, dan Tania tidak suka dengan penggoda dengan tingkat apapun.


Tangan Yuri yang asyik memeluk tubuh Vanriel langsung Tania singkirkan dan membuat tuan putri itu berada di bawah tempat tidur. "Nah, ini lebih baik." Setelah itu Tania bermaksud kembali ke tenda nya, tapi sebuah ide jahil timbul di kepalanya.


"Bagaimana kalau kita bermain sedikit? Dulu kau membuat tubuh ini melihat aksi penggoda lihai mu itu, sekarang kau yang akan melihatnya!" Tania membatasi antara ruang dirinya dengan Vanriel dibantu sebuah guling.


"Besok akan menjadi pagi yang menyenangkan." Sambil berbaring, Tania menatap botol yang berada di tangannya. Perlahan tangannya membuka tutup botol itu, tapi tidak terbuka.


"Ini bukan botol sembarangan, ada sesuatu disini. Kunci?...." Tania memainkan jarinya di permukaan botol itu hingga jarinya merasakan sesuatu.


Bak kelinci, Tania sudah berada di depan meja yang ada penerangan lebih jelas. "Puzzle!" Sebuah kepingan yang sangat kecil tidak beraturan yang harus Tania selesaikan sehingga membentuk lingkaran sempurna.


"Aroma ini...."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Jantung yang tadinya aman berubah menjadi loncatan karena suara dibelakangnya. "Bagaimana? Sudah?"


"Sudah Tuan, kita hanya perlu menunggu besok hari."


"Bagus! Aku sudah mengirimkan surat pada golden, dalam tiga hari semuanya sudah beres, kalau tidak..... kalian tau akibatnya!" Setelah itu Dion melenggang pergi meninggalkan kekhawatiran pada Rola.


Keesokan harinya, udara sejuk menerpa kulit serta hal yang diimpikan oleh warga kota di zaman modern.

__ADS_1


Masih pagi tapi sebuah wajah tampak kesal serta bibir bak itik di wajah cantik itu. "Ayo keluar, kita harus makan sebelum beraktivitas."


"Bagaimana kau bisa tidur dengan Tania? Dan aku dibawah? Apa maksudnya?"


"Yuri, aku tidak tau. Mungkin kau terjatuh dan Tania.... Itu wajar, ini tendanya."


"Oh begitu? Kau membela nya akhir-akhir ini."


"Yuri, hentikan perdebatan tak penting ini! Aku harus mengurus sesuatu!" Vanriel meninggalkan Yuri karena hal tidak penting itu yang membuat Yuri berteriak kesal.


"Aghhh! Lagi-lagi!"


Wajah kesal Vanriel tergantikan dengan maniknya yang melihat Tania tengah bersama warga, terlihat Tania memulai rencana mereka dengan halus. Para warga terlihat mendengarkan yang didominasi oleh wanita sedangkan pria berada di tempat latihan menunggu raja mereka.


Suara anak-anak bermain terdengar dengan jelas. "Selamat pagi raja." Dion serta kepala desa menghampiri dirinya.


"Selamat pagi, siap untuk hari ini?"


"Ya, raja. Kami siap dan jujur saja tahun ini masalah warga sudah diselesaikan dengan baik. Karena itu istriku tepatnya kami ingin merayakan keberhasilan ini bersama raja dan ratu sebelum kembali ke istana."


"Perayaan?" Ulang Vanriel memastikan yang membuat keduanya mengangguk riang bak burung pelatuk.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2